Assalamualaikum ww,
Analogi itu kan tidak bisa tepat dalam semua aspek. Apalagi analoginya
manusia, wong Qur'an saja kalau menerangkan sesuatu dengan analogi,
analogi itu hanya terbatas pada satu aspek saja. Karena itu, kalau
analogi botol kosong diperluas lagi dengan botol kotor yang perlu
dicuci, atau dengan botol yang berlapis-lapis, tampaknya sudah meleset
dari tujuan semula.
Mungkin ada manfaatnya saya menjelaskan pandangan saya pribadi
mengenai ungkapan botol kosong. Mbak Yani mempersamakan botol kosong
ini dengan bayi yang baru lahir. Ini tepat sekali, tetapi di mana
persamaannya? Keduanya menggambarkan keadaan siap diisi. Apakah kita
semua dalam keadaan mirip botol kosong atau bayi yang baru lahir?
Tidak! Keadaan itu sulit dicapai dalam posisi kita sekarang, tetapi
keadaan itu pulalah yang harus selalu kita upayakan agar kita
memperoleh isi.
"Kosong ialah berisi, berisi ialah kosong" mempunyai pengertian yang
mendalam. Agar dapat berisi, kita harus kosong; tetapi kalau sudah
berisi harus dikosongkan lagi agar dapat diisi lagi. Begitulah
pengosongan itu harus dilakukan secara terus-menerus, jangan sampai
botol kita tampak berisi. Jadi, keadaan "botol sudah terisi" harus
dihindari karena begitu botol itu berisi, tidak ada lagi yang diisikan
lagi. Berbangga-bangga dengan "Botolku sudah penuh!" merupakan
hambatan untuk menjadi 'berisi' dalam arti yang sesungguhnya.
Yang dimaksud 'isi' adalah ilmu, pengetahuan. 'Berisi' berarti merasa
berilmu, merasa tahu, tidak siap menerima ilmu yang baru. 'Kosong'
bermakna merasa bodoh, merasa tidak tahu dan ingin tahu, sehingga siap
menerima ilmu yang baru.
Kalau botol kita hanya botol Coca-cola, apalagi botol itu sudah terisi
penuh, padahal ilmu Allah itu lebih besar dari tujuh lautan, alangkah
sedikitnya ilmu yang dapat kita peroleh.
Shalat dapat dianggap sebagai simbolisasi pengosongan botol. Ucapan
'Ihdinash shirathal mustaqim' perlu dilandasi dengan kekosongan. Pada
saat kita bersujud, botol kita bukan hanya sudah kosong, tetapi juga
harus vakum (bertekanan negatif) sehingga lebih bertenaga dalam
menyerap ilmu Allah. [Membuka salah satu rahasia shalat, nih!]
Bagaimana pandangan Anda?
Wassalamu'alaikum wr wb,
RS
[EMAIL PROTECTED] wrote:
> Menarik sekali judul yang dilontarkan mas Reda ini. Sudah sedemikian
> panjang diskusinya,tapi kok kesimpulan saya berbeda dengan yang
> didiskusikan di sini ya..(mohon kesediaan rekan-rekan untuk meluruskan
> pendapat saya ini mungkin salah).
>
> Pendapat saya, selama kita masih berpikir dan berlogika dan mencari-
> cari analogi... selama itu pulalah kita berisi tapi kosong.
>
> Sebaliknya di saat kita bingung siapa saya dan siapa engkau...
> disaat itulah kita kosong tapi berisi...
Reda Adiyasa:
> SK Karim wrote:
> >
> > Assalamualaikum ww,
> >
> > Sangat menarik permasalahan yang Mas Reda lontarkan.
> > Nampaknya dangkal, tapi sebenarnya sangat dalam.
> > Bak laut yang dalam akan tampak biru dan tenang,
> >
> > Kalau menilik dari masalah yang dilontarkan, yang tampak "hampang" tapi
> > "abot", tampaknya Mas Reda ini paling tidak sudah pada maqam tertentu di
> > tasawuf. Nampak-nampaknya lontaran ini merupakan suatu umpan untuk
> > masing-masing individu agar menyadar hal ini.
> >
> > Rasa-rasanya, jawaban dari BOTOL-KOSONG inilah merupakan jalan tasawuf
> > yang harus dilalui untuk mengisi dan membersihkan botoltersebut.
> > Maaf ini pendapat saya pribadi.
> >
> > Kalau boleh dimisalkan botol, maka ada dua botol. Yaitu botol-raga dan
> > botol-jiwa.
> > Sekali lagi ini, menurut pendapat saya, mohon koreksi.
> >
> > Tapi kedua botol ini tidak berdiri masing-masing, mereka merupakan
> > satu-kesatuan yang saling interaksi.Jadi botol tersebut terdiri dari dau
> > lapisan yaitu lapisan botol raga dan lapisan botol jiwa.
> >
> > Isi dari kedua lapis botol ini ada sesuatu mungkin saja hati.....?
> >
> > Uniknya botol ini,
> > Dengan mengisi botol ini,............ maka sekaligus mencucinya.
> >
> > Memang uraian saya ini bukan menjawab permintaan Mas Reda, tapi saya
> > hanya coba menggambarkan botol yang ada dalam angan Mas.
> > Mudah-mudahan ada rekan lain yang akan menambah dan megoreksi.
> >
> > Wassalam
> > SKK.
>
> Ass wr. wb
>
> Maaf Mas Karim Kalau saya boleh menambahkan, botol memang boleh dua dan
> mungkin juga
> berlapis-lapis, tapi Botol tetap botol yang kosong, seandainya ada yang
> bisa melihat isi
> itupun kebanyakan diam. dan yang banyak dibicarakan/dikupas ya botol-botol
> dan isi masih
> tetap didiamkan, sehingga banyak perdebatan, perselisian, pertengkaran
> hanya berbicara
> Botol-botol yang berlapis-lapis, tanpa menyentuk isi, sehingga botol masih
> tetap kosong
> tanpa isi.
>
> wss
> ra
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)