Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Yth.Mas Reda,
Menurut Pak Sunarman Sholat itu adalah media untuk mengosongkannya
sehingga ketika sujud maka bukan hanya kosong tetapi bertekanan negatif
agar dapat menyerap Ilmu Allah.   Sedangkan saya dengar dari pihak lain
menyatakan "asholatu mi'radjul mu'min" bagaimana caranya menjadikan 
sholat sebagai sarana mi'radj dan sekaligus dapat mengisi yang "kosong"
dengan ilmu Allah ??  Mohon pencerahan agar dapat kami pahami, trims.

Wassalam ...
Bambang Edy W.
Reda Adiyasa wrote:
> 
> Ass. wr wb.
> 
> He.....he......he Pak Sunarman Keluar jurus isinya, Kapan jurus
> PENGOSONGAN diajarkan/dikeluarkan, apa perlu ke GUNUNG, HUTAN,
> KUTUB, atau ke Gua HIRA' spt Rasul saw, apa bisa dianalogikan!
> Berakal tanpa pikiran,
> Bagaimana melihat tanpa mata,
> Mendengar tanpa telinga,
> Bicara tanpa lidah, dan selanjutnya tanpa kepala.
> 
> Mohon dimaafkan kefakiran saya ini.
> 
> wss
> ra
> R. Sunarman wrote:
> >
> > Assalamualaikum ww,
> >
> > Analogi itu kan tidak bisa tepat dalam semua aspek. Apalagi analoginya
> > manusia, wong Qur'an saja kalau menerangkan sesuatu dengan analogi,
> > analogi itu hanya terbatas pada satu aspek saja. Karena itu, kalau
> > analogi botol kosong diperluas lagi dengan botol kotor yang perlu
> > dicuci, atau dengan botol yang berlapis-lapis, tampaknya sudah meleset
> > dari tujuan semula.
> >
> > Mungkin ada manfaatnya saya menjelaskan pandangan saya pribadi
> > mengenai ungkapan botol kosong. Mbak Yani mempersamakan botol kosong
> > ini dengan bayi yang baru lahir. Ini tepat sekali, tetapi di mana
> > persamaannya? Keduanya menggambarkan keadaan siap diisi. Apakah kita
> > semua dalam keadaan mirip botol kosong atau bayi yang baru lahir?
> > Tidak! Keadaan itu sulit dicapai dalam posisi kita sekarang, tetapi
> > keadaan itu pulalah yang harus selalu kita upayakan agar kita
> > memperoleh isi.
> >
> > "Kosong ialah berisi, berisi ialah kosong" mempunyai pengertian yang
> > mendalam. Agar dapat berisi, kita harus kosong; tetapi kalau sudah
> > berisi harus dikosongkan lagi agar dapat diisi lagi. Begitulah
> > pengosongan itu harus dilakukan secara terus-menerus, jangan sampai
> > botol kita tampak berisi. Jadi, keadaan "botol sudah terisi" harus
> > dihindari karena begitu botol itu berisi, tidak ada lagi yang diisikan
> > lagi. Berbangga-bangga dengan "Botolku sudah penuh!" merupakan
> > hambatan untuk menjadi 'berisi' dalam arti yang sesungguhnya.
> >
> > Yang dimaksud 'isi' adalah ilmu, pengetahuan. 'Berisi' berarti merasa
> > berilmu, merasa tahu, tidak siap menerima ilmu yang baru. 'Kosong'
> > bermakna merasa bodoh, merasa tidak tahu dan ingin tahu, sehingga siap
> > menerima ilmu yang baru.
> >
> > Kalau botol kita hanya botol Coca-cola, apalagi botol itu sudah terisi
> > penuh, padahal ilmu Allah itu lebih besar dari tujuh lautan, alangkah
> > sedikitnya ilmu yang dapat kita peroleh.
> >
> > Shalat dapat dianggap sebagai simbolisasi pengosongan botol. Ucapan
> > 'Ihdinash shirathal mustaqim' perlu dilandasi dengan kekosongan. Pada
> > saat kita bersujud, botol kita bukan hanya sudah kosong, tetapi juga
> > harus vakum (bertekanan negatif) sehingga lebih bertenaga dalam
> > menyerap ilmu Allah. [Membuka salah satu rahasia shalat, nih!]
> >
> > Bagaimana pandangan Anda?
> >
> > Wassalamu'alaikum wr wb,
> > RS
> >
> > [EMAIL PROTECTED] wrote:
> >
> > > Menarik sekali judul yang dilontarkan mas Reda ini. Sudah sedemikian
> > > panjang diskusinya,tapi kok kesimpulan saya berbeda dengan yang
> > > didiskusikan di sini ya..(mohon kesediaan rekan-rekan untuk meluruskan
> > > pendapat saya ini mungkin salah).
> > >
> > > Pendapat saya, selama kita masih berpikir dan berlogika dan mencari-
> > > cari analogi... selama itu pulalah kita berisi tapi kosong.
> > >
> > > Sebaliknya di saat kita bingung siapa saya dan siapa engkau...
> > > disaat itulah kita kosong tapi berisi...
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke