Assalaamu 'alaikum wr. wb.
Lho kok pak Budi Utomo berhenti lagi? Barangkali argumen pak Wargino dan
pak Sunarman terlalu kuat atau mungkin memang sudah puas dengan jawaban
beliau ini? .... saya akan ikutan meneruskan argumen pak Budi Utomo :-).
Lha wong saya setuju kok dengan pak Budi Utomo bahwa Setan itu tidak ada
manfaatnya. Kecuali tentunya jika ada penjelasan lain.
Definisi yang saya pahami tentang Setan adalah segolongan Jin dan
Manusia yang pekerjaannya menyesatkan manusia / jin lainnya agar
menjauhi shirathol mustaqim. Definisi ini dari Surat Annas. Kecuali jika
pak Wargino dan pak Sunarman memiliki definisi yang berbeda dengan saya.
Pak Wargino dan pak Sunarman berargumen bahwa Setan itu berguna dengan
beberapa alasan:
1. Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Jadi Allah
menciptakan setan tentunya tidak sia-sia. Menurut pak Sunarman, setan
diciptakan yaitu agar menjadi cobaan bagi manusia.
2. Dengan menganalogikan setan sebagai hambatan. Dan terbukti bahwa
hambatan itu berguna dalam alam fisik (dengan contoh bermain
layang-layang, resistansi listrik, gesekan, ombak badai dll).
Wah, memang pak Wargino dan pak Sunarman ini jago argumen. :-), tapi
saya coba mengikuti jalur pemikiran tersebut satu persatu.
=================
*****Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Termasuk
menciptakan setan yaitu agar menjadi cobaan bagi manusia
Allah memang tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Tetapi Benarkah
Allah menciptakan Setan? Atau dengan kata lain, Benarkah Allah
menciptakan sebagian Jin dan Manusia agar menjadi "Setan"?
Saya kira jawabannya "TIDAK !" dalam huruf besar. Allah menciptakan jin
dan manusia dan bukan menciptakan Setan. Manusia dan Jin dengan
kehendaknya sendiri menjadi Setan.
Allah menciptakan manusia dan jin untuk beribadat kepada-Nya. Serta
tambahan lagi Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah-Nya di
Bumi. Setan hanyalah membawa manusia menjauh dari jalan Allah.
Dalam kaitannya dengan Cobaan maka dari segala kekejian di dunia memang
manusia dapat mengambil pelajaran, tapi tidak berarti pelaku kekejian
itu bermanfaat lho. Sebagai contoh misalnya Yazid melakukan kekejian
dengan membantai Husain cucu Rasulullah di Karbala. Itu cobaan yang
berat bagi umat islam. Muslim yang bisa mengambil pelajaran dari cobaan
barangkali menjadikan peristiwa Karbala sebagai simbol martir/syuhada
melawan tiran. Muslim yang tak bisa mengambil pelajaran dari cobaan
barangkali akan berputus-asa dengan kejadian tersebut. Tetapi Ngawur
berat ketika manusia mengatakan Yazid berguna karena melakukan
pembantaian tersebut kan? Yazid tetap harus kita kutuk habis-habisan dan
tidak 'benci tapi rindu' kepada Yazid. Demikian pula Setan harus kita
kutuk habis-habisan dan mestinya manusia tidak pernah 'benci tapi rindu'
melainkan 'benci tapi BENCI' kepada setan sebagai pendorong kekejian
tersebut.
Jadi ada perbedaan antara "mengambil manfaat dari suatu Cobaan" dengan
mengatakan "Setan itu bermanfaat". Ada perbedaan yang besar sekali
antara keduanya. Jika lantas menyamakannya maka logika 'kesrimpet'
jadinya.
Jadi saya masih mendukung pak Budi Utomo bahwa Setan itu tak ada
manfaatnya. Tetapi saya setuju bahwa cobaan itu bisa bermanfaat.
============================
****** Menganalogikan Setan sebagai Hambatan dalam alam fisik.
Benarkah setan dapat dianalogikan sebagai hal-hal di atas? Kalau menurut
saya (dengan gambaran Hati diantara 3 persimpangan yaitu Syahwat, Hawa
Nafsu dan Nafsu Musthmainnah ) maka yang paling cocok digambarkan
berfungsi sebagai hambatan dalam analogi-analogi di atas adalah Syahwat.
Setan adalah berpengaruh pada Hawa Nafsu. Ruhul Quddus berpengaruh pada
Nafsu Muthmainnah. Sedangkan Dunia berpengaruh pada Syahwat.
Yang berguna bagi manusia adalah Nafsu Muthmainnah dan Syahwat bukannya
Hawa Nafsu. Hawa nafsu hanyalah membawa manusai menjauh dari jalan Tuhan
dan itu tak ada gunanya, harus diperangi terus sampai mati. Yang boleh
hidup pada akhirnya adalah Nafsu Muthmainnah dan Shahwat. Kita tidak
bisa meninggalkan sama sekali Syahwat yang memang cocok dengan analogi
pak Wargino sebagai Angin, Ombak, Resistansi Listrik (lampu + perkakas
listrik lain), Gesekan dll.
Jadi sekali lagi bukan Hawa Nafsu (bisikan setan) yang pas dianalogikan
sebagai "Hambatan" dalam contoh pak Wargino melainkan Syahwat (duniawi)
yang sebenarnya netral, dan menjadi berguna ketika hati condong kepada
Nafsu Muthmainnah.
'Benci tapi Rindu' kepada Syahwat itu barangkali bener untuk seorang
ahli tasawuf (meski buat saya sih masih 'Rindu tapi Rindu')..... tetapi
aneh sekali denger ahli tasawuf 'benci tapi rindu' kepada hawa nafsu
(alias kekuatan setan).
Jadi tetap saja, Setan tidak ada manfaatnya sama sekali.
Saya bahkan juga tidak setuju dengan pak Rizki ketika mengatakan bahwa
Setan ada manfaat dan mudharatnya (lebih besar mudharatnya). Hawa nafsu
(Setan) itu justru kekuatan Mudharat, tidak ada kekuatan Manfaat dari
setan itu. Kekuatan manfaat itu ada pada Nafsu Muthmainnah. Jangan
dicampur aduk. Lha nanti kita juga bilang bahwa Nafsu Muthmainnah ini
juga ada manfaat dan mudharatnya juga?
hehehe... Walhasil saya masih mendukung pak Budi Utomo bahwa Setan itu
tak ada manfaatnya sama sekali. Bahwa kita harus Benci sebenci-bencinya
kepada Setan.
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>----------
>From: Rizki Herucakra[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Friday, 19 March 1999 14:17
>To: '[EMAIL PROTECTED]'
>Subject: RE: [Tasawuf] Manfaat Syaithan
>
>
>Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
>
>Saya tidak mengikuti dari awal pembahasan mengenai manfaat Syaithan ini.
>Tapi kalau boleh saya ingin ikut mengeluarkan pendapat saya. Sekali
>lagi, ini hanya pendapat saya. Jika salah, saya hanya manusia biasa.
>
>Pertama-tama saya berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang diciptakan
>Allah, pasti ada manfaatnya. Syaithan juga ciptaan Allah, karenanya
>pasti juga memiliki manfaat.
>
>Hanya saja kadar dari manfaat tersebut yang kemudian menjadi pertanyaan.
>
>
>Mungkin kadar manfaat Syaithan sama dengan judi dan khamar: antara
>manfaat dan mudharatnya, masih lebih besar mudharatnya. Firman Allah
>mengenai judi dan khamar:
>
>Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada
>keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia,
>tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya"... (QS. 2:219)
>
>Jadi, walaupun Allah melarang kita berjudi dan minum khamar, Allah tetap
>mengakui bahwa keduanya memiliki manfaat. Karena Allah tidak pernah
>menciptakan sesuatu dengan sia-sia (lihat QS. 3:191).
>
>Sekarang, apa manfaatnya Syaithan?
>
>Sekurang-kurangnya, dengan keterbatasan pikiran saya, saya melihat
>Syaithan sebagai ujian bagi umat manusia. Bukankah Allah menghendaki
>bumi ini sebagai ajang ujian dan cobaan bagi kita, manusia, untuk masuk
>ke Surga? Syaithan merupakan salah satu 'alat' Tuhan dalam memberikan
>ujian itu kepada kita.
>
>Saya yakin, pada diri manusia, pada dasarnya adalah baik. Jika tidak ada
>godaan Syaithan, maka akan sulit untuk menilai kelayakan seseorang untuk
>masuk Syurga, karena belum dicoba (lihat QS. 2:214). Tapi dengan adanya
>Syaithan, perjalanan ke Syurga itu menjadi suatu perjalanan yang
>mengharukan, karena menundukkan Syaithan yang mengalir di tiap urat
>darah kita merupakan suatu perjuangan yang luar biasa.
>
>Contoh:
>Karena ada Syaithan, maka ada godaan untuk batal puasa Ramadhan. Dengan
>adanya Syaithan, maka ada godaan untuk tidak khusyu' saat shalat. Dengan
>adanya Syaithan, maka ada godaan untuk korupsi, misalnya.
>
>Nah, semakin kita bisa mengendalikan diri dari godaan-godaan seperti
>itu, semakin tinggi kedudukan kita di sisi Allah. Tanpa ada peran
>Syaithan, sulit bagi saya untuk memahami kualifikasi manusia yang bisa
>masuk Surga.
>
>Sebagai penutup, mungkin dua ayat di bawah ini dapat membantu
>menyimpulkan manfaat Syaithan bagi manusia:
>
>Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasulpun dan tidak (pula)
>seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan,
>Syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginannya itu. Allah
>menghilangkan apa yang dimaksudkan oleh Syaitan itu, dan Allah
>menguatkan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dia
>menjadikan apa yang dimaksudkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi
>orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya.
>Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam
>permusuhan yang sangat. (QS. 22:52-53)
>
>
>Mudah-mudahan dapat membantu...
>
>Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
>
>Rizki Herucakra
>
>> -----Original Message-----
>> From: Budi Utomo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>> Sent: Wednesday, March 17, 1999 9:14 PM
>> To: [EMAIL PROTECTED]
>> Subject: [Tasawuf] SETAN Bermanfaat ?????
>>
>> Assalamu'alaikum wr wb,
>> Pak Wargino sebelumnya saya minta maaf, saya sebenarnya sudah malas
>> mau
>> tanya lagi tentang masalah ini. Tapi selalu menggangu pikiran saya.
>> Dulu
>> saya pernah tanya, tapi tidak puas dengan jawaban anda. Sekarang anda
>> sebut-sebut lagi SETAN itu bermanfaat dengan alasan sebagai
>> keseimbangan
>> system alam. Sungguh saya tidak bisa memahami cara berfikir anda.
>> Bukankah sudah jelas baik dalam Al-Qur'an maupun hadist banyak
>> dinyatakan bahwa setan itu musuh kita, penghalang manusia dari berbuat
>>
>> baik, penipu, penghasut, penggoda dsb... pokoknya yang
>> jelek-jelek......
>>
>> Dimanakah manfaat itu?????
>> Dimanakah keseimbangan itu??????
>>
>> Maaf saya sedikit ragu anda ini apakah beriman atau tidak dengan
>> al-qur'an. Apakah anda beragama Islam ?
>>
>> Maaf mungkin tulisan saya ini agak kurang sopan, karena sudah pusing
>> dengan pernyataan anda yang berulang-ulang tentang manfaat setan.
>>
>> Wassalamu'alaikum wr wb,
>> BU
>>
>>
>> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
>> [EMAIL PROTECTED]
>> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>>
>>
>>
>>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)