Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh...
Maaf, seperti yang saya katakan, bahwa pengetahuan saya masih sangat
dangkal dalam memahami manfaat Syaithan. Rupanya Pak Ali lebih paham
dari saya. Sehingga tampak kelemahan argumentasi saya.
Hanya karena tampak kelemahannya, saya ingin membersihkan nama Pak
Sunarman. Karena yang salah adalah saya, bukan Pak Sunarman. Terima
kasih.
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh...
Rizki Herucakra
> -----Original Message-----
> From: Ali Abidin [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, March 19, 1999 1:31 PM
> To: '[EMAIL PROTECTED]'
> Subject: RE: [Tasawuf] Manfaat Syaithan
>
> Assalaamu 'alaikum wr. wb.
>
> Lho kok pak Budi Utomo berhenti lagi? Barangkali argumen pak Wargino
> dan
> pak Sunarman terlalu kuat atau mungkin memang sudah puas dengan
> jawaban
> beliau ini? .... saya akan ikutan meneruskan argumen pak Budi Utomo
> :-).
> Lha wong saya setuju kok dengan pak Budi Utomo bahwa Setan itu tidak
> ada
> manfaatnya. Kecuali tentunya jika ada penjelasan lain.
>
> Definisi yang saya pahami tentang Setan adalah segolongan Jin dan
> Manusia yang pekerjaannya menyesatkan manusia / jin lainnya agar
> menjauhi shirathol mustaqim. Definisi ini dari Surat Annas. Kecuali
> jika
> pak Wargino dan pak Sunarman memiliki definisi yang berbeda dengan
> saya.
>
> Pak Wargino dan pak Sunarman berargumen bahwa Setan itu berguna dengan
> beberapa alasan:
> 1. Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Jadi Allah
> menciptakan setan tentunya tidak sia-sia. Menurut pak Sunarman, setan
> diciptakan yaitu agar menjadi cobaan bagi manusia.
> 2. Dengan menganalogikan setan sebagai hambatan. Dan terbukti bahwa
> hambatan itu berguna dalam alam fisik (dengan contoh bermain
> layang-layang, resistansi listrik, gesekan, ombak badai dll).
>
> Wah, memang pak Wargino dan pak Sunarman ini jago argumen. :-), tapi
> saya coba mengikuti jalur pemikiran tersebut satu persatu.
>
> =================
> *****Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Termasuk
> menciptakan setan yaitu agar menjadi cobaan bagi manusia
>
> Allah memang tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Tetapi Benarkah
> Allah menciptakan Setan? Atau dengan kata lain, Benarkah Allah
> menciptakan sebagian Jin dan Manusia agar menjadi "Setan"?
> Saya kira jawabannya "TIDAK !" dalam huruf besar. Allah menciptakan
> jin
> dan manusia dan bukan menciptakan Setan. Manusia dan Jin dengan
> kehendaknya sendiri menjadi Setan.
>
> Allah menciptakan manusia dan jin untuk beribadat kepada-Nya. Serta
> tambahan lagi Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah-Nya di
> Bumi. Setan hanyalah membawa manusia menjauh dari jalan Allah.
>
> Dalam kaitannya dengan Cobaan maka dari segala kekejian di dunia
> memang
> manusia dapat mengambil pelajaran, tapi tidak berarti pelaku kekejian
> itu bermanfaat lho. Sebagai contoh misalnya Yazid melakukan kekejian
> dengan membantai Husain cucu Rasulullah di Karbala. Itu cobaan yang
> berat bagi umat islam. Muslim yang bisa mengambil pelajaran dari
> cobaan
> barangkali menjadikan peristiwa Karbala sebagai simbol martir/syuhada
> melawan tiran. Muslim yang tak bisa mengambil pelajaran dari cobaan
> barangkali akan berputus-asa dengan kejadian tersebut. Tetapi Ngawur
> berat ketika manusia mengatakan Yazid berguna karena melakukan
> pembantaian tersebut kan? Yazid tetap harus kita kutuk habis-habisan
> dan
> tidak 'benci tapi rindu' kepada Yazid. Demikian pula Setan harus kita
> kutuk habis-habisan dan mestinya manusia tidak pernah 'benci tapi
> rindu'
> melainkan 'benci tapi BENCI' kepada setan sebagai pendorong kekejian
> tersebut.
>
> Jadi ada perbedaan antara "mengambil manfaat dari suatu Cobaan" dengan
> mengatakan "Setan itu bermanfaat". Ada perbedaan yang besar sekali
> antara keduanya. Jika lantas menyamakannya maka logika 'kesrimpet'
> jadinya.
> Jadi saya masih mendukung pak Budi Utomo bahwa Setan itu tak ada
> manfaatnya. Tetapi saya setuju bahwa cobaan itu bisa bermanfaat.
>
> ============================
> ****** Menganalogikan Setan sebagai Hambatan dalam alam fisik.
>
> Benarkah setan dapat dianalogikan sebagai hal-hal di atas? Kalau
> menurut
> saya (dengan gambaran Hati diantara 3 persimpangan yaitu Syahwat, Hawa
> Nafsu dan Nafsu Musthmainnah ) maka yang paling cocok digambarkan
> berfungsi sebagai hambatan dalam analogi-analogi di atas adalah
> Syahwat.
> Setan adalah berpengaruh pada Hawa Nafsu. Ruhul Quddus berpengaruh
> pada
> Nafsu Muthmainnah. Sedangkan Dunia berpengaruh pada Syahwat.
>
> Yang berguna bagi manusia adalah Nafsu Muthmainnah dan Syahwat
> bukannya
> Hawa Nafsu. Hawa nafsu hanyalah membawa manusai menjauh dari jalan
> Tuhan
> dan itu tak ada gunanya, harus diperangi terus sampai mati. Yang boleh
> hidup pada akhirnya adalah Nafsu Muthmainnah dan Shahwat. Kita tidak
> bisa meninggalkan sama sekali Syahwat yang memang cocok dengan analogi
> pak Wargino sebagai Angin, Ombak, Resistansi Listrik (lampu + perkakas
> listrik lain), Gesekan dll.
>
> Jadi sekali lagi bukan Hawa Nafsu (bisikan setan) yang pas
> dianalogikan
> sebagai "Hambatan" dalam contoh pak Wargino melainkan Syahwat
> (duniawi)
> yang sebenarnya netral, dan menjadi berguna ketika hati condong kepada
> Nafsu Muthmainnah.
>
> 'Benci tapi Rindu' kepada Syahwat itu barangkali bener untuk seorang
> ahli tasawuf (meski buat saya sih masih 'Rindu tapi Rindu').....
> tetapi
> aneh sekali denger ahli tasawuf 'benci tapi rindu' kepada hawa nafsu
> (alias kekuatan setan).
>
> Jadi tetap saja, Setan tidak ada manfaatnya sama sekali.
>
> Saya bahkan juga tidak setuju dengan pak Rizki ketika mengatakan bahwa
> Setan ada manfaat dan mudharatnya (lebih besar mudharatnya). Hawa
> nafsu
> (Setan) itu justru kekuatan Mudharat, tidak ada kekuatan Manfaat dari
> setan itu. Kekuatan manfaat itu ada pada Nafsu Muthmainnah. Jangan
> dicampur aduk. Lha nanti kita juga bilang bahwa Nafsu Muthmainnah ini
> juga ada manfaat dan mudharatnya juga?
>
> hehehe... Walhasil saya masih mendukung pak Budi Utomo bahwa Setan itu
> tak ada manfaatnya sama sekali. Bahwa kita harus Benci
> sebenci-bencinya
> kepada Setan.
>
> Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>
> >----------
> >From: Rizki Herucakra[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >Sent: Friday, 19 March 1999 14:17
> >To: '[EMAIL PROTECTED]'
> >Subject: RE: [Tasawuf] Manfaat Syaithan
> >
> >
> >Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
> >
> >Saya tidak mengikuti dari awal pembahasan mengenai manfaat Syaithan
> ini.
> >Tapi kalau boleh saya ingin ikut mengeluarkan pendapat saya. Sekali
> >lagi, ini hanya pendapat saya. Jika salah, saya hanya manusia biasa.
> >
> >Pertama-tama saya berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang diciptakan
> >Allah, pasti ada manfaatnya. Syaithan juga ciptaan Allah, karenanya
> >pasti juga memiliki manfaat.
> >
> >Hanya saja kadar dari manfaat tersebut yang kemudian menjadi
> pertanyaan.
> >
> >
> >Mungkin kadar manfaat Syaithan sama dengan judi dan khamar: antara
> >manfaat dan mudharatnya, masih lebih besar mudharatnya. Firman Allah
> >mengenai judi dan khamar:
> >
> >Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada
> >keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia,
> >tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya"... (QS. 2:219)
> >
> >Jadi, walaupun Allah melarang kita berjudi dan minum khamar, Allah
> tetap
> >mengakui bahwa keduanya memiliki manfaat. Karena Allah tidak pernah
> >menciptakan sesuatu dengan sia-sia (lihat QS. 3:191).
> >
> >Sekarang, apa manfaatnya Syaithan?
> >
> >Sekurang-kurangnya, dengan keterbatasan pikiran saya, saya melihat
> >Syaithan sebagai ujian bagi umat manusia. Bukankah Allah menghendaki
> >bumi ini sebagai ajang ujian dan cobaan bagi kita, manusia, untuk
> masuk
> >ke Surga? Syaithan merupakan salah satu 'alat' Tuhan dalam memberikan
> >ujian itu kepada kita.
> >
> >Saya yakin, pada diri manusia, pada dasarnya adalah baik. Jika tidak
> ada
> >godaan Syaithan, maka akan sulit untuk menilai kelayakan seseorang
> untuk
> >masuk Syurga, karena belum dicoba (lihat QS. 2:214). Tapi dengan
> adanya
> >Syaithan, perjalanan ke Syurga itu menjadi suatu perjalanan yang
> >mengharukan, karena menundukkan Syaithan yang mengalir di tiap urat
> >darah kita merupakan suatu perjuangan yang luar biasa.
> >
> >Contoh:
> >Karena ada Syaithan, maka ada godaan untuk batal puasa Ramadhan.
> Dengan
> >adanya Syaithan, maka ada godaan untuk tidak khusyu' saat shalat.
> Dengan
> >adanya Syaithan, maka ada godaan untuk korupsi, misalnya.
> >
> >Nah, semakin kita bisa mengendalikan diri dari godaan-godaan seperti
> >itu, semakin tinggi kedudukan kita di sisi Allah. Tanpa ada peran
> >Syaithan, sulit bagi saya untuk memahami kualifikasi manusia yang
> bisa
> >masuk Surga.
> >
> >Sebagai penutup, mungkin dua ayat di bawah ini dapat membantu
> >menyimpulkan manfaat Syaithan bagi manusia:
> >
> >Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasulpun dan tidak (pula)
> >seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan,
> >Syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginannya itu. Allah
> >menghilangkan apa yang dimaksudkan oleh Syaitan itu, dan Allah
> >menguatkan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
> Dia
> >menjadikan apa yang dimaksudkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi
> >orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar
> hatinya.
> >Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam
> >permusuhan yang sangat. (QS. 22:52-53)
> >
> >
> >Mudah-mudahan dapat membantu...
> >
> >Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
> >
> >Rizki Herucakra
> >
> >> -----Original Message-----
> >> From: Budi Utomo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >> Sent: Wednesday, March 17, 1999 9:14 PM
> >> To: [EMAIL PROTECTED]
> >> Subject: [Tasawuf] SETAN Bermanfaat ?????
> >>
> >> Assalamu'alaikum wr wb,
> >> Pak Wargino sebelumnya saya minta maaf, saya sebenarnya sudah malas
> >> mau
> >> tanya lagi tentang masalah ini. Tapi selalu menggangu pikiran saya.
> >> Dulu
> >> saya pernah tanya, tapi tidak puas dengan jawaban anda. Sekarang
> anda
> >> sebut-sebut lagi SETAN itu bermanfaat dengan alasan sebagai
> >> keseimbangan
> >> system alam. Sungguh saya tidak bisa memahami cara berfikir anda.
> >> Bukankah sudah jelas baik dalam Al-Qur'an maupun hadist banyak
> >> dinyatakan bahwa setan itu musuh kita, penghalang manusia dari
> berbuat
> >>
> >> baik, penipu, penghasut, penggoda dsb... pokoknya yang
> >> jelek-jelek......
> >>
> >> Dimanakah manfaat itu?????
> >> Dimanakah keseimbangan itu??????
> >>
> >> Maaf saya sedikit ragu anda ini apakah beriman atau tidak dengan
> >> al-qur'an. Apakah anda beragama Islam ?
> >>
> >> Maaf mungkin tulisan saya ini agak kurang sopan, karena sudah
> pusing
> >> dengan pernyataan anda yang berulang-ulang tentang manfaat setan.
> >>
> >> Wassalamu'alaikum wr wb,
> >> BU
> >>
> >>
> >> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >>
> >>
> ---------------------------------------------------------------------
> >> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> [EMAIL PROTECTED]
> >> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> >> [EMAIL PROTECTED]
> >> Dokumentasi Milis :
> http://www.mail-archive.com/[email protected]
> >> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> >>
> >>
> >>
> >>
> >
> >---------------------------------------------------------------------
> >Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> >Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> [EMAIL PROTECTED]
> >Dokumentasi Milis :
> http://www.mail-archive.com/[email protected]
> >Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)