[EMAIL PROTECTED] wrote:
> [R. Sunarman wrote:]
>
> >Assalaamu 'alaikum wr. wb.
>
> >Setelah mnmbaca argumen-argumen yang saya kemukakan sendiri, argumen
> >pak Wargino, Mas Rizki dan Mas Ali Abibin, bolehlah saya rangkum bahwa
> >atas pertanyaan "Apakah syaitan itu bermanfaat", ada dua jawaban,
> >yaitu:
>
> >1. bermanfaat
> >2. tidak bermanfaat
>
> >Jawaban pertama menggunakan pandangan di luar manusia "normal", yaitu
> >melihatnya dari kepentingan alam semesta, orang melihatnya sebagai
> >penonton yang netral, bukan sebagai korban.
>
> >Jawaban kedua menggunakan pandangan manusia yang menjadi sasaran
> >{korban) perbuatan syaitan.
>
> >Kesimpulannya, jawaban itu sangat tergantung dari sudut pandang yang
> >digunakan, atau kepada siapa orang itu berpihak.
>
> >Sebagai tambahan dari saya: jawaban yang pertama juga disetujui oleh
> >orang-orang yang gemar manjalankan maksiat. Tanpa syaitan, bagaimana
> >orang mampu menikmati maksiat?
>
> ee....eee...ee.... usul pak,!!!
> Orang-orang yang gemar melakukan ibadah juga setuju dengan jawaban pertama.
> Alasannya, bagaiman bisa merasakan indahnya perjuangan tanpa berjuang?
> Bagaimana harus berjuang tanpa halangan?
> Bagaimana berjuang tanpa pengorbanan?
> Adakah 'penghargaan' tanpa perjuangan?
>
> >Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
> >RS
>
Assalamu'alaikum wr.wb.
Bagus sekali pak Wagino memberikan tanggapan terhadap pendapat pak Sunarman.
Dan benar juga pendapat pak Sunarman bahwa jawaban itu tergantung dari sudut
yang digunakan.
Dulu saya juga berpendapat bahwa setan itu cuma menyusahkan manusia saja,
karena mengganggu manusia yang akan melakukan ibadah atau hal kebaikan
lainnya. Dan saya anggap jawaban seperti ini benar, karena kenyataannya
demikian. Tetapi setelah saya membaca buku Al-Hikam, saya lupa pengarangnya,
saya dapat mengambil kesimpulan bahwa dengan diciptakannya setan sebenarnya
Allah SWT mengingatkan kepada manusia agar selalu bergantung kepada Allah SWT,
karena manusia itu lemah tidak mempunyai kekuatan apapun kecuali atas ijin
Allah, sehingga manusia tidak akan mampu menghadapi setan itu, kecuali atas
pertolongan Allah. Dengan bergantung kepada Allah, menjadikan manusia itu akan
selalu memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, yang
memang Allah jadikan setan itu sebagai musuh manusia. Dan hal itu tentunya akan
menjadikan manusia itu menjadi dekat kepada Allah, dan akan selalu
mengingat-Nya, karena takut akan godaan Setan. Jadi saya anggap dengan
diciptakannya setan agar manusia mendekat kepada Allah SWT dan menyadari
kelemahannya sebagai manusia.
Apa yang saya tulis ini hanyalah sedikit pemahaman saya dari apa yang saya
baca. Bukan maksud saya membela atau memihak kepada salah satu diantara pak
Wagino dan pak Sunarman.
Wassalam,
Agus Haryono
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)