Rizki Herucakra wrote:
> Maaf, seperti yang saya katakan, bahwa pengetahuan saya masih sangat
> dangkal dalam memahami manfaat Syaithan. Rupanya Pak Ali lebih paham
> dari saya. Sehingga tampak kelemahan argumentasi saya.
>
> Hanya karena tampak kelemahannya, saya ingin membersihkan nama Pak
> Sunarman. Karena yang salah adalah saya, bukan Pak Sunarman. Terima
> kasih.
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Percuma saja dibersihkan, mas Rizki.
Lha wong saya sendiri tidak ingin dibersihkan namanya.
Saya bisa berhandai-handai dengan orang yang berkata bahwa syaitan itu
bermanfaat, tetapi begitu pula dengan yang berkata sebaliknya.
Kan perbedaan itu hanya muncul karena kita melihatnya dari sudut yang
berbeda.
Saya sendiri sudah membiasakan diri berganti-ganti kacamata, dan
karena itu tidak heran lagi kalau dengan kaca mata lain ternyata
menghasilkan pemandangan yang lain. Namun perlu saya tegaskan bahwa
meskipun memperoleh pandangan baru, pandangan lama tetap tidak hilang
dan tidak begitu saja batal.
Contoh dalam alam fisik: kalau saya di sebelah kanan sepeda motor,
saya melihat bahwa klaksonnya ada di sebelah kanan saya. Kalau saya
ganti sudut pandang, misalnya secara ekstrim pindah ke sisi kiri
sepeda motor itu, saya melihat klaksonnya berada di sebelah kiri saya.
Pandangan yang kedua ini tidak membatalkan pandangan pertama.
Bayangkan kalau anda belum pernah melihat sepeda motor, lalu mendengar
si A berkata "klakson motor itu ada di sebelah kanan" dan kemudian
datang si B berkata "klakson motor itu ada di sebelah kiri", maka
bersar kemungkinannya anda akan bingung, seperti bingungnya Mas Budi
Utomo itu.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
RS
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)