Assalaamu 'alaikum wr. wb.
Zaman serba instan, sehingga Tasawufpun maunya diinstant-kan :-)...
asyiiik...
Karena banyaknya dosa saya maka memohon ampun rasanya bukan lagi pekerjaan
yang berat bagi saya. Meski dulu saya memandang ini semua sebagai dosa kecil
tapi sekarang akhirnya saya menyadari itu semua sebagai maksiat yang
keterlaluan. Sukses pada langkah satu yaitu menyadari kesalahan dan kemudian
memohon ampun :-)
Nah sekarang pada langkah ke-2 yaitu bertaubat yaitu untuk kembali ke tempat
semula (otomatis artinya memperbaiki diri ya agar tidak terus-terusan
mengulang kesalahan yang sama?). Masalahnya tiba-tiba saya sadar bahwa ada
gunung hawa nafsu yang guede membentang yang menghalangi jalan saya untuk
kembali tersebut. Dan susah bener melewatinya. Begitu besarnya hawa nafsu
ini sehingga saya rasa mau menyerah saja :-(.... Dan pengalaman rasanya saya
lebih banyak kalahnya daripada menangnya.
Adakah tips dari Abah agar mampu menerabas belantara nafsu ini dengan
selamat?
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
> ----------
> From: Abah Hilmy[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, 17 June 1999 19:14
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Tasawuf] Bimbingan Praktis Tasawuf - 1
>
> Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>
> Setelah kita mengetahui sedikit tentang fenomena JIWA, sekarang kita
> mencoba memasuki sebuah tahapan yang lebih "membumi" dalam perjalanan
> menuju Allah.
>
> Apabila kita sudah meyakini kebutuhan dan keinginan kita untuk kembali
> kepada Allah, maka lakukanlah:
>
> 1. MOHON AMPUN
>
> Hal ini dapat dilakukan dengan mengucapkan "astaghfirullah" atau dalam
> bahasa Indonesia "Ya Allah ampunilah hamba" sambil mengingat segala
> kesalahan yang pernah kita perbuat.
>
> Yakinilah bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Pemaaf, bagi hamba-hamba
> yang
> memohon ampun.
>
> Mohonlah ampun atas segala kesalahan yang meliputi:
>
> - Kesalahan Rasa
> Perasaan yang buruk dan tidak benar.
>
> - Kesalahan Karsa (keinginan)
> Keinginan-keinginan yang buruk, atau keinginan-keinginan yang tidak
> proporsional.
>
> Contoh :
> menginginkan memiliki sesuatu yang secara perhitungan tidak akan mampu
> dibeli. Atau berjalan-jalan kesupermarket (lihat ini lihat itu) sehingga
> timbul keinginan yang macam-macam padahal tidak punya uang untuk
> membelinya.
>
> - Kesalahan Cipta (pikiran)
> Memikirkan hal-hal yang buruk, atau memikirkan segala sesuatu yang tidak
> proporsional.
>
> Contoh:
> Negara Indonesia sedang terpuruk ekonominya, lalu bersibuk-sibuk diri
> memikirkan bagaimana perekonomian biar maju. Padahal pekerjaannya sekarang
> hanyalah seorang staf di Perusahaan Telekomunikasi. Sampai pusing pun ia
> tidak akan dapat merubah perekonomian Indonesia secara makro.
>
> - Kesalahan Karya
> Melakukan sesuatu yang salah, baik lisan maupun tingkah laku.
>
>
> 2. BERTAUBAT
>
> Tumbuhkan sebuah keyakinan dalam diri untuk tidak mengulangi
> kesalahan-kesalahan tersebut.
>
>
> 3. MEMPERBAIKI DIRI
>
> Selalu mencoba untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut.
>
>
> Tiga hal diatas dilakukan setiap kali kita menyadari telah melakukan
> kesalahan. Lakukan permohonan ampun sampai hati menjadi tenang.
>
>
>
>
>
>
> ABAH HILMY
> - mail: [EMAIL PROTECTED]
> - phone: 0411-883976
>
> +++++++
> Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau
> ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha
> Bijaksana. (QS. 2:32)
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)