>On Thu, 8 Jul 1999, Abah Hilmy wrote:
> > Assalamu'alaikum Wr. Wb
> >
> > Saya sampaikan kepada sahabat-sahabat semua, untuk hidup lebih irit dari
> > biasanya dan banyak menabung.
> >
>Permisi Abah, mau ikutan nanya.
>Saya orang baru di sini.
>
>Ada apa Abah ?
>Kok, tiba-tiba menyuruh kami untuk lebih irit. Menabung apa yang Abah
>maksud, uangkah atau yang lainnya.
>Apakah ini  berita baru dari langit ?


Hanya sebuah saran saja... Wallahu'alam apa yang akan terjadi. Tidak usah 
dipermasalahkan berita langit atau bukan.

Menabung dan irit disini, dalam arti yang umum. Tidak ada makna 
bathiniahnya. Irit dalam mengeluarkan uang, dan lebih banyak menabung uang...

Mungkin sahabat-sahabat akan timbul pertanyaan?
Sufi kok menabung... Pasrah saja kepada Yang Maha Kuasa.

Kalau pertanyaannya seperti ini saya hanya dapat bercerita tentang kisah 
Nabi Yusuf A.S.

Bagaimana Allah SWT memberikan petunjuk kepada Firaun (raja Mesir yang 
tidak beriman kepada Allah), dengan sebuah mimpi dimana ia melihat 7 kerbau 
yang gemuk-gemuk keluar dari sungai nil, dan makan dipinggir sungai, 
kemudian keluar dari sungai nil kerbau yang kurus-kurus. Kemudian kerbau 
kurus ini memakan kerbau yang gemuk-gemuk.

Firaun bertanya kepada semua orang pandai tentang maksud mimpinya tersebut. 
Namun tiada yang dapat menjelaskannya. Kemudian tukang roti kerajaan 
memberi tahu raja bahwa ada seorang tawanan yang dapat menakwilkan mimpi, 
yaitu Yusuf.

Akhirnya dipanggillah Yusuf, dan diminta untuk menafsirkan mimpi tersebut.
Yusuf berkata, "Bersyukurlah raja karena Tuhan memberikan petunjuk kepada 
raja".

Kemudian Yusuf berkata, tujuh mempunyai arti tujuh tahun. Kerbau gemuk 
mempunyai arti kemakmuran (karena panen yang melimpah). Kerbau kurus 
mempunyai arti kesusahan (karena kekeringan). Sehingga kemakmuran yang 
melimpah selama 7 tahun hilang begitu saja dimakan oleh kekeringan selama 7 
tahun.

Akhirnya Firaun mengangkat Yusuf sebagai Penguasa Tanah Mesir. Ia yang 
berhak untuk mengatur pengelolaan tanah di Mesir.
Dalam masa 7 tahun masa panen, dibawah Penguasaan Yusuf, disimpanlah 
sebagian hasil panen dalam lumbung-lumbung besar yang dibuat di setiap daerah.

Benarlah...
Setelah lewat 7 tahun masa makmur, datanglah masa kekeringan. Tabungan 
bahan makanan yang disimpan selama masa 7 tahun tersebut, dijual kepada 
masyarakat. Sehingga dalam 7 tahun masa kekeringan masyarakat tetap dapat 
makan.

Yusuf adalah seorang Nabi Allah yang lebih mengerti bagaimana berserah diri 
kepada Allah dengan benar dibandingkan saya.

Semoga cerita ini bermanfaat untuk rekan-rekan semua.









ABAH HILMY
- mail: [EMAIL PROTECTED]
- phone: 0411-883976

+++++++
Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau 
ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha 
Bijaksana. (QS. 2:32)


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke