"H.Denny P.T." wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr. wb.
Waalaikumus salam ww,
> Kalau boleh saya ikut komentar,
> perjalanan hidup kita di dunia adalah menuju kepada
Allah, sedangkan Allah
> hanya bisa kita jumpai di akhirat. Jika kita sampai di
akhirat tidak
> selamat, maka jangan harap kita dapat berjumpa dengan
Allah. Bagaimana kita
Sebenarnya Allah bisa kita jumpai didunia, kita bisa berdialog
denganNya, kita bisa bertanya kepadaNya, kita bisa mengadu kepadaNya.
Itulah beberapa uraian yang pernah terdengar. Jadi menurut pendapat
tersebut kita harus berjumpa denganNya didunia, kita harus bersama
denganNya didunia, kita harus menjadikan DIA sebagai saksi di dunia,
kita harus menjadikan DIA pengawas di dunia. .............. dst;
Apakah benar pendapat ini ?
Bagaimana caranya agar bisa dicapai ?
> nanti di akhirat itu ditentukan dari keadaan kita di
dunia. Agar kita
> selamat di akhirat, kita harus selamat di dunia. Kalau
tujuan kita adalah
> akhirat, maka dunia harus kita jadikan sarana belaka,
yaitu hanya untuk
> dipakai, bukan dimiliki, karena jika kita memiliki dunia
maka dunialah yang
> akan kita dapatkan. Makanya Abah Hilmy mengatakan bahwa
dunia nggak usah
> diletakkan di hati. Kalau saya terjemahkan secara bebas
adalah kalau dunia
> diletakkan di hati, hati akan terasa berat sehingga hati
akan tertinggal di
> dunia, tidak bisa pergi ke akhirat...begicu....
>
> Wallahu'alam bs.
>
> Wassalam,
Ada lagi pendapat bahwa DUNIA itu bagaikan BARAT dan AKHIRAT itu
merupakan TIMUR, bila kita menuju BARAT maka TIMUR akan tertinggalkan,
dan bila menuju TIMUR maka BARAT tidak dapat tercapai, itu kalau salah
langkah / formula.
Selanjutnya dijelaskan bahwa BARAT dan TIMUR dapat dipertemukan oleh
AMAL SHOLEH.
Wallahu'alam bissawaf,
Tambahan : Amal Baik belum tentu Amal Sholeh, tapi Amal Sholeh pasti
Amal Baik.
Wassalam
skk
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)