Pada hari Selasa, tanggal 11/01/2005 pada 09:05 +0700, Firman Pribadi menulis:
> dan kalau boleh menilai, pada saat itu, tv1 yang merupakan salah satu > dari 2 channel nasionalnya malay, sudah lebih berperan aktif dalam > menambah pengetahuan saya dalam hal tata bahasa, salah satunya ya ini, > imbuhan (awalan) 'te' yang artinya bila digunakan dalam sebuah kata > dasar akan merubahnya menjadi kata ulang. tetikus = tikus-tikus dalam > bahasa indonesia. ada lagi contoh, pepohon = pohon-pohon (imbuhan pe), > bebutang = butang-butang / tombol-tombol (imbuhan be) hehehehe Bahasa Indonesia lebih konsisten yang jamak dengan diulang (pohon-pohon) dan awalan-akhiran (pepohonan). Variasi lain yang kadang menjadikan kata baru atau arti baru dengan sisipan, kerja kinerja (performance), sambung sinambung (continuous), getar gemetar, gerlap gemerlap, cerlang cemerlang, dll. > so apakah tikus-tikusan menjadi lebih cocok sebagai pengganti mouse > kenapa tidak maus/mos (lisan) saja atau tetap mouse (tulisan)? Jika tidak ditemukan kata baru lebih baik diasimilasi sesuai kaidah menjadi "mous", sebab tidak konsisten jika diserap tetap "mouse" (berarti harus dibaca mou-se, bukan mous) -- "we are all politicians. some of us are just honest enough to admit it" -- Quake II Gladiator
