On Tue, 15 Mar 2005 13:52:12 +0100, Ikhlasul Amal <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > He, he... tidak usah bersedih, Mas Donny. :) > Barangkali sebelumnya masih kurang jelas karena seperti dianalogikan > dengan mengirim artikel untuk media massa cetak, yang dapat honor per > artikel yang dimuat (saya belum tahu untuk media massa online). Kalau > memang sudah dijelaskan seperti di atas -- lengkap dengan contoh pameran > -- ya sudah: kan tinggal memilih, mau "pasang aksi" di Detik.com atau > asyik-asyik di blog atau media jenis lain. > > Saya kira sudah jelas.
sedikit berteori ah... blogger lebih suka menulis di blognya sendiri, alasannya independensi, benar atau salah akan dikritik LANGSUNG oleh pembacanya, hingga bisa di-UPDATE langsung. abad informasi telah menggeser paradigma masyarakat dari sekadar mencari BERITA berlanjut mencari OPINI KEDUA. di akhir millenium yang lalu opini kedua dicari-cari melalui PORTAL yang kini sudah almarhum di Indonesia, dan kini melalui BLOG. Blog pun didukung oleh sistem backend yang canggih seperti RSS Feed, Ping Server, XFN, FOAF dll. jika situs berita tak punya feed berarti situs tersebut tidak ingin BERINTERAKSI dengan perkembangan teknologi, terlalu ego menurut saya. dunia internet itu dunia share, share a little and you will get a lot. soal gerombolan manusia virtual di sini yang kurang merespon ajakan detik (spesifik detikinet) dalam menulis; saya melihat beberapa hal: * gerombolan di milis ini kebanyakan profesional dan praktisi, spesifik di bidang tertentu, bahkan lebih banyak yang 'terlalu spesifik', dan sepertinya yang terlalu spesifik tak laku jadi berita. * tidak semua para peselancar digital di sini ingin mendapat reward materi. analoginya mendapat kritik dan koreksi di komentar blog jauh lebih menyenangkan dan memberi semangat untuk mencurahkan tulisan tentang ilmu dan opini. * berita teknologi informasi tidak sama dengan berita infotainment yang didengar, dilihat, dimaki, dicaci, dipuji, selesai lalu dilupakan. * pembaca detik yang sangat banyak ingin disuguhkan berita aktual dan trend. Blogger menulis sesuatu yang aktual untuk mendapatkan opini, atau menulis opini kedua (trackback) atau menulis lagi opini lanjutan (trackbacknya trackback, disebut pingback). Wajar jika sepertinya jika para homo-superior[1] di sini mempunyai kecenderungan meminta reward sebagai kompensasi tanggung jawab membentuk opini pertama, sebuah tanggung jawab yang berat untuk ditanggung dan dijawab. kapan nih detikcom punya official RSS Feed? [1] adalah jenis manusia yang sudah tidak tahu mau ngapain lagi di internet -- Jay adalah Yulian -- http://yulian.firdaus.or.id
