Pada tanggal 9/7/05, Ikhlasul Amal <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> 
> On 9/7/05, Pakcik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >  Jadi, masa aku harus hire Java programmer  yg bukan "Good" C++ programmer??
> > Mending hire "Good" C++ Programmer walau gak pernah pake Java.
> >
> >  gimana?
> 
> Saya kira "good programmer" (tidak perlu embel-embel bahasa
> pemrograman apapun) bisa dijadikan titik awalnya. Setelah itu baru
> beranjak ke kriteria berikutnya, misalnya: spesifikasi bahasa
> pemrograman, sistem, dll.
> 
> * jadi ingat wawancara yang menanyakan pemahaman Pancasila/P4 dulu. ;)
> 
> --
> amal
> 

Good programmer tidak perlu didefinisikan secara mendetil, karena akan
sulit sekali, never ending list. Jadi gimana kalo definisi good adalah
sebuah titik, sebut saja "zen". Good programmer adalah programmer yg
memiliki zen, gimana Pak Cik, setuju?

Zen ini ada 3, sebut saja zen prosedural (mis. basic), zen OOP (java,
c++), zen functional(Lisp). Seorang good programmer (yg miliki zen)
tentunya dari sisi penampakan mudah dikenali, dia bisa menjawab
pertanyaan trivial dan bila diberi waktu cukup dia akan bisa
menyelesaikan problem komputasi, bukan cuma copy-paste tapi karena si
programmer paham dengan dunianya.

Sebenarnya bisa aja menggabungkan zen2 ini, bahkan beberapa
programming language menggabungkannya. Misalnya Ruby atau Python.

C++ dan Java berada diruang yg sama yaitu OOP, jadi kalo saya
paraphrase dengan konsep zen, "antara C++ dan Java programmer manakah
yg menguasai zen ini dengan lebih menyeluruh?". Maka jawabannya "sama
saja", karena zen-nya ya itu2 juga, nggak beda.

Perbedaannya ada di waktu. Java dengan memotong banyak rintangan
menjadikan para pelajar lebih mudah meniti ke zen OOP. Dengan lebih
mudahnya jalan ini maka waktu perjalanan Java programmer lebih singkat
dibanding C++ programmer, tentu saja waktu ini relatif karena bisa di
boost dengan peralatan yg canggih termasuk otak manusia.

"sama saja"

Jadi kalo pak cik siap bayar ongkos waktu untuk adaptasi si C++
programmer untuk ngerjain Java programmer ya silahkan. Yg lebih
penting menurut saya adalah mengukur sejauh mana zen yg dimilikinya.

uh, kok jadi filosofis gini :-D

--
rofiq
http://blog.bujursangkar.net

Kirim email ke