> sekarang jika ada PLTN di Indonesia, kemana para produsen Batubara/BBM
> akan menyalurkan produknya? dimana pasti harganya lebih mahal daripada
> di jual eceran.
>
percayalah sama saya 'mas, batubara/BBM masih akan punya market walau
ada saingan seperti PLTN ;)
> In Fact, dinegara kita.. ada satu pembangkit listrik yg menggunakan
> Batubara/BBM sebagai bahan bakarnya dimana harga beli Rp 11 dan harga
> jual bisa Rp 5 TETAPI SEBENARNYA di NEGERI KITA INI JUGA ada
> Perusahaan Gas Negara yg bisa menjual
> GAS nya sebagai bahan bakar pembangkit listrik seharga Rp 2,5 dengan
> harga jual Rp 5 juga... YANG nggak dimengerti kenapa makin banyak PLTB
> dibading PLTG?
> (harga merupakan permisalan)
masalahnya pembuatan pembangkit listriknya itu mahal untuk PLTN
dibandingkan yg lainnya. Kan kaya ginian juga ada di SIMS City ;)
Tetapi kalau mau fair, menurut tabel cost energy itu ternyata batubara
adlah yg termurah tetapi masalahnya efek lainnya itu yg besar seperti
polusi dan sustainbilitynya.
Yang paling parah, kota2 di kalimantan (terutama kalimantan timur) yg
batubara bertaburan dimana2 ternyata sangat sedikit sekali yg punya
pembangkit listriknya memakai batubara dan kebanyakan memakai solar yg
sangat mahal.
Bayangkan Thailand (banpu) mereka sampai punya tambang lebih dari 5
sites di indonesia hanya untuk supply pembangkit listrik di negara
mereka. tapi di perusahaan saya juga males nyupply batubara ke PLN
soalnya berbelit2 banget, mendingan export lewat marketing agent.
--alex
*sudahresign2minggulaludrperusahaanbatubara*