> Tidak enak memang mendiskusikan *segala sesuatu* (bukan hanya pajak)
> di Indonesia jika berakhir pada persoalan korupsi. Semua diskusi
> macet, usulan mentah, dan akhirnya hanya memaki atau dapat saran tidak
> enak seperti yang dialami Mas Adjie di atas.

heheheh, jadi muara persoalannya sudah jelas, KORUPSI.

> Saya juga lebih senang seandainya bisa dialihkan ke zakat seperti di
> atas. Selain lebih mantap di hati, ada kecenderungan pengelola zakat
> lebih berhati-hati (bukan berarti tidak ada peluang kebocoran lho!).
> Apakah mungkin mengusulkan perubahan seperti itu di Indonesia? Saya
> amati Rumah Zakat di Bandung sudah cukup progresif dalam menjemput
> peluang.
>

Kebocoran pasti bisa terjadi dimana-mana mas, yang jelas pengawasan
harus transparant dan urusanya kalau zakat kan dunia akhirat heheheh,
saya sependapat dengan anda kalau saja badan zakat ini di kelola
dengan baik dan bisa di simulasikan dengan pajak (pemerintah) tentunya
akan  lebih memberikan win win solutions, karena sebenarnya kalau
potensi zakat di garap dengan baik alias jemput bola dan uang yang
dikumpulkan di kelola dengan program yang baik dan benar saya yakin
bisa banyak membantu menuntaskan kemiskinan, karena saya percaya orang
lebih baik di kasih modal dan peluang kerja dari pada di kasih 100
ribu tiap bulan dan di beri stempel miskin. Kalau saja uang
pajak/zakat ini di gunakan efektif untuk kemakmuran rakyat, ambil
contoh public transportasi rasanya koq enak juga yaa, hmmm mungkin
saya baru mimpi zzzzZZzzzz.

Kirim email ke