> > 1. Masyarakat khususnya pembayar pajak ber-NPWP akan lebih percaya diri > berhadapan dengan birokrasi [pegawai negri, polisi dll.]. Ga mau > diperlakukan semena-mena dan tidak diurus lagi. Segala macam yang tidak > beres akan cepat kena tunjuk. > > "Enak aja, saya kan udah bayar pajak! Kamu saya yang bayar!"
hmmm kayaknya ngga segampang itu deh ngadepin biroktrat di indonesia, apalagi pak polisi heheheh salah salah nanti masuk bui kena pasal melawan aparat. kalau di pegawai negri bisa bisa KTP ngga jadi jadi, kayak ngga tahu aja sich mentalitas birokrat kita hehehe > > 2. Isu pajak akan menjadi isu pada pemilihan presiden/gubernur/walikota > langsung seperti yang terjadi Amerika. Akan muncul janji-janji untuk > menurunkan atau menaikkan pajak. enda, jadi inget lagunya betharia sonata, tapi janji tingal janji bulan madu hanya mimpi, kenyatannya kita belum bisa meng-impeach seseorang yang pada saat kampanye entah walikota,gubernur, presiden yang janji ABC dan ngga bisa atau belum bisa di tepati dengan sangat mudah di turunkan atau di ganti > Saat ini rate pajak cukup tinggi menurut saya. Sebagai ilustrasi mereka > yang penghasilan kena pajaknya [setelah di kurangi 12 juta] 100-200 juta > pertahun [8-16 juta per bulan] dikenai pajak 25% [!]. yaa range nya terlalu lebar jadi kalau penghasilan pertahunnya 101 Jt di masuk katagory 25% itu memang bener... menyesak kan hehehhe adjie
