> Ya memang kalau dilihat dari segi teknis dan pengalamannya tentu saja mereka
> jauh lebih mumpuni. Tapi yang disorot oleh artikel tersebut bukan bagian
> situnya. Coba deh dibaca mas.
>

Saya membahas komen ttg SDA tidak usah diberikan ke asing. Saya
berusaha ber-argumen kenapa hal itu tidak perlu dilakukan.

Mengenai artikel itu kan ttg tidak adanya "exposure" berita ttg
sesuatu. Tetapi berita tidak sampai ke permukaan kan ada karena memang
ditutupin atau memang kurang fakta.

> Satu lagi... does newmont ring-a-bell ?
>

Saya berusaha untuk berargumen seobyektif mungkin jadi saya juga
berikan contoh newmont dan freeport di email sebelumnya.


>
> Setau saya di perusahaan - perusahaan asing di negara - negara berkembang,
> penduduk lokal dikategorikan sebagai "expendable assets", jadi tidak benar
> kalau hanya perusahaan tambang lokal saja yang memperlakukan karyawannya
> sedemikian. Lagian, saya juga curious nih, perusahaan tambang lokal mana
> yang dapet jatah segede perusahaan tambang asing?
>

Pak kalau anda tidak tahu tambang2 besar yg dimiliki lokal berarti anda
kurang mencoba mencari tahu.

Raja energi baru di Indonesia adalah "Bumi Resources" yg memiliki
beberapa tambang besar di Indonesia dan oil-field di luar negri dan
Energy Resouces marketing agent. Bahkan grup Indika saja yg terkenal
dengan group Radio & Entertainmentnya juga sudah punya tambang besar di
Kalimantan. Dan masih banyak lagi perusahaan lokal yg mempunyai tambang
besar di Indonesia.

Untuk ngedapetin kontrak karya pertambangan sebetulnya ngak susah2
banget kok 'pak, tinggal minta aja sekarang tapi dengan proposal yg
benar dan AMDALnya juga. Bahkan di beberapa tempat ngak usah sampe ke
tingkat Negara (RI) tapi cuman tingkat bupati aja kok ;)

> Dan kayaknya, kesejahteraan penduduk sekitar jadi impian doang ini justru
> bisa kita pakai ketika kita meneropong perusahaan tambang asing. Contoh
> paling nyata? Freeport.
>

Pak, untuk ngomongin community development freeport, apakah bapak
pernah ke Timika? Kepala2 adat disana dapet "jatah" tiap tahun untuk
dibagikan ke rakyatnya. Airport, Rumah sakit, klinik,
jalan/transportasi juga dibangun dan apalagi kesempatan orang lokal
untuk berkerja itu tinggi sekali. Kalau dibandingkan dengan daerah
Sorong misalnya yg ada perusahaan Pertamina, community development
mereka ngak ada apa2nya.

Pertanyaanya, apakah nilai dana community development bisa ditambah
lagi? Jawabannya bisa aja, dan langit adalah batasnya. Dimana kita bisa
buat indikator dimana cukup dan dimana kurang, itu yg perlu dibuat.
Tetapi pointnya, kalau ngebandingin community development perusahaan di
Indonesia dibandingkan dengan Freeport, saya masih percaya FMI lebih
unggul.

>
> Posisi strategis dalam perusahaan asing pasti dipegang oleh orang dari
> negaranya. Contohnya direktur keuangan sebuah perusahaan MNC pasti dipegang
> oleh orang - orang dari negara perusahaan yang bersangkutan. Kalau
> perusahaan Indonesia? Sudah pasti posisi ini diisi oleh orang Indonesia
> juga. Contohkan satu saja perusahaan asli Indonesia yang orang keuangannya
> bukan orang Indonesia?
>

Pak, saya sedang memberi contoh kalau beberapa perusahaan lokal pun
posisi strategisnya diisi oleh foreigner. Contoh perusahaan lokal yg
orang keuanganya bukan orang Indonesia adalah seperti group Bumi
Resources dan anak2 perusahaanya seperti Kaltim Prima Coal dan Arutmin
Indonesia.


> Mengapa begini? Karena keuangan adalah hal inti dari perusahaan dan dia bisa
> saja melakukan financial engineering (dan sejak kapan ini menjadi tidak
> salah?) untuk memanipulasi pembagian keuntungannya dengan pemerintah.
> Perusahaan lokal memang belum menjamin bahwa hal ini tidak terjadi, tetapi
> kemungkinannya dengan perusahaan asing semakin besar lagi.
>

Pak, makanya namanya financial engineering karena sesuai hukum yg
berlaku itu tidak salah tetapi apa yg dilakukan adalah salah bila
menggunakan common sense.

Terus terang, saya lebih percaya standard accounting bila perusahaan
itu dari luar dan terdaftar di bursa efek NYSE misalnya karena mereka
harus compliance dengan namanya Sarbanes-Oxley (sarbox). Kebetulan saya
turut dalam proyek sarbox tersebut dalam perusahaan saya sebelumnya.
Suatu kerja yg sangat banyak dan meletihkan apalagi di bidang ITnya.

> Dan siapa pula yang bilang kesejahteraan karyawan lokal di perusahaan asing
> lebih bagus? Masa per bulan digaji US$3000 saja sudah bangga? Setaun berarti
> US$42000 (kali 14 bulan). Di negeri "sono" gaji US$75000 per tahun itu
> adalah hal lumrah buat engineer.
>

Pak, kalau dibuat perbandingan seperti itu tidak adil. Marilah kita
membandingkan apel ke apel. Gaji enginneer di Jakarta sama di Medan
saja berbeda begitu juga dengan Silicon Valley dengan Boulder
(colorado) misalnya. Ada banyak parameter2nya, seperti biaya hidup dan
lain2 dan ini sudah bidangnya HR.

Point saya, gaji pegawai lokal di perusahaan lokal dengan perusahaan
asing itu berbeda padahal terkadang pendapatan perusahaanya hampir2
sama. Sekarang bukan masalah asing dan lokal tetapi lebih ke pegawai
dan pengusaha.


>
> Perusahaan lokal jadi broker gara - gara ga punya duit. Ga punya duit gara -
> gara kesempatan - kesempatan yang seharusnya bisa dijadikan revenue bagi
> perusahaan lokal malah diambil sama perusahaan asing. Makanya, miskin terus.
>

aduh 'pak, kesempatan semua sama kok malahan orang lokal lebih banyak
kesempatannya. Jadi broker itu karena pingin dapat duit banyak dan
cepat kaya dengan menggunakan koneksi dan katebelece. Coba bapak pergi
ke lobby2 hotel berbintang dan apalagi kalau ke kantor2 orang DPR,
isinya kebanyakan itu lobyist dan broker. Dan terus terang juga saya
pernah berkerja di perusahaan "broker" seperti itu, life was good, work
was fun and money was easy. ;)


>
> Tricky? Try this word: Unfair. Atau pakai yang satu ini: benalu.
>

Kasih contoh dong 'pak. Kita bisa ngeliat the glass is half full or
half empty. Kita bisa ngeliat dunia tidak adil karena kita memang dari
sananya udah begitu atau memang kita kurang berusaha.


>
> Shit happens only when you let it happens. Dan orang teriak - teriaknya pas
> ada pencemaran mercuri (eh... siapa tadi yang bilang perusahaan lokal buang
> - buang limbah sembarangan?)
>

Pak, point saya adalah proses "tailing" itu digunakan di seluruh
perusahaan tambang emas di dunia. Bukti bahwa newmont membuang limbah
sembarangan itu belum ada faktanya (masih di pengadilan). Dan kalau
saya newmont dan saya melakukan dengan sengaja pembuangan limbah yg
tidak sesuai dengan SOP (parent company) dan ISO 14000, saya sangat
bodoh sekali dan tidak layak hidup di dunia ini.

--alexhutapea

Kirim email ke