Apakah masalah tersebut ada ditiap negara yang pernah terjajah ?
Bagaimana cara pandang negara ex-kolonial Inggris seperti India dan
Malaysia terhadap penggunaan bahasa aslinya untuk istilah teknologi ?
Malaysia, Filipina, pakai bahasa bekas penindasnya. Impormasyon.
Indonesia juga masih membawa2 bahasa Belanda. Dan maksud saya
bukan yang semacam "handuk" atau "bengkel", tapi semacam akhiran
-si, -asi: informasi, transmigrasi, imunisasi, C++isasi, dan beberapa
akhiran lain.
Penyerapan Bahasa Inggris, selain bisa dilihat secara negatif sebagai
kemalasan, kurangnya harga diri, dan semacamnya, juga bisa dilihat
secara positif sebagai pemberontakan terhadap warisan penindas
("kita nggak punya hubungan budaya dengan Belanda"), serta keinginan
untuk tampil sebagai warga dunia ("Bahasa Inggris lebih acceptable
buat kita"). Tapi kalau abis itu masih doyan naik Batavia Air sih, amit2.
Dalam skala lebih lokal :), ini pernah aku praktekkin juga. Beberapa
Minggu di Perancis, tiap hari Sabtu-Minggu ke Paris, aku menghindari
penggunaan Bahasa Perancis di tempat resmi (bandara dll), kecuali
di toko2 kecil. Kalau pakai Bahasa Inggris, kita kayak turis. Kalau pakai
Bahasa Perancis, kita kayak pengungsi dari Indochina.
Oh ya, mereka juga pakai kata "weekend" -- sama dengan orang Jakarta.
--
Kuncoro Wastuwibowo
http://kun.co.ro/
