> anyway tetap aja 10 tahun dan 25 tahun yang lalu gak ada atau jarang > banget orang indonesia yang ikutan bikin google dan bikin infosys,ya > gak usah bikinlah,jadi senior software engineer saja paling tidak.
Ini memang sebetulnya menggemaskan karena kerja membuat software ini modalnya bisa dibilang (tetapi tidak selalu) tidak seribet mengerjakan riset lain. Contohnya, komunikasi serat optik yang menjadi "day job" saya ini sangat sangat menghabiskan uang karena harga alatnya mahal selangit (spectrum analyzer dalam order puluhan ribuan dollar) dan materialnya juga minta ampun ongkosnya (dan - ironinya - gampang rusak). Uang yang sama bisa dipakai membangun lab lengkap dengan grid and compile farm, plus internet kecepatan tinggi dan perpustakaan yang lebih dari memadai. Atau mungkin (meminjam gaya IMW), memang membuat software itu bukan ragam pekerjaan yang cocok dan tepat guna untuk orang Indonesia. Jadi biarpun dipaksakan setengah mati, hasilnya tidak akan optimal. Perlu diteliti secara ilmiah, jangan-jangan memang dari DNA-nya, takdirnya Homo Sapiens yang tinggal di Indonesia adalah tingkat "memakai" (keterusan berimprovisasi ke tingkatan tidak resmi "membajak"), bukan "membuat". -- Ariya Hidayat
