On 1/17/06, Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Maaf jangan-jangan kita terlalu "yakin' padahal sebetulnya secara nasional > tidak memiliki modal utk itu. Paling gampang, lihat saja data dari Dep. Perindustrian dan Dep. Perdagangan. Lihat saja data ekspor kita. Kemudian kita urutkan. Elektronik (dimana IT termasuk di dalamnya) ada di sana ;-) Jadi ini bukan sesuatu yang baru. Ini sudah ada. Hanya ... yang ada itu sesuatu yang membutuhkan "tangan kotor", yaitu IT yang dipabrik-pabrik. Seperti misalnya membuat toner, hardisk, dsb. Orang boleh mentertawakan mereka, tapi merekalah yang bisa dibilang pahlawan. Sayangnya banyak pendapat IT == software :( Kalau di sisi software saja, memang kita masih sangat jauh. Nah ini yang ingin saya push. Kalau memang gagal, kita bisa kembali fokus ke pabrik toner, harddisk, packaging IC, dsb. It's ok. Tapi ... no panci. Bukan karena pancinya, tapi karena kita belum punya pengalaman membuat panci. ... > Betul kata Ari, mending kita jualan panci, ... Masalahnya, justru belum ada track record jualan panci di LN. Coba dicek. (Jangan-jangan malah panci yang ada di dalam negeri sudah buatan China semua???) > Kalau bisa ngalahin panci merk SILIT yang harganya mahal di Jerman > (1 panci 250 EU). Saya tidak yakin bisa! -- budi
