> Maaf jangan-jangan kita terlalu "yakin' padahal sebetulnya secara nasional
> tidak memiliki modal utk itu.
Sayangnya banyak pendapat IT == software :(
Kalau di sisi software saja, memang kita masih sangat jauh.
Nah ini yang ingin saya push.
Kalau memang gagal, kita bisa kembali fokus ke pabrik toner,
harddisk, packaging IC, dsb. It's ok.
Atau mending jadi petani aja, tapi petani/nelayan kelas dunia ?. Laut besar jangan dianggurin, manfaatkan TI utk explorasi laut.
Tapi ... no panci. Bukan karena pancinya, tapi karena kita
belum punya pengalaman membuat panci.
Sebagai nelayan kita sudah punya pengalaman. Kenapa ini tidak lebih diexplorasi lagi, Sebetulnya inti yg ingin saya katakan adalah, jangan industri TI utk TI itu sendiri, tapi industri TI utk apa. ? Dan apanya ini yang dikembangkan sesuai dengan apa yang kita telah kuasai.
Di Gatra pernah saya baca, ibu-ibu yang sukses jadi pengexport ikan ke manca negara, dan punya pabrik pengolahan ikan besar.
> Betul kata Ari, mending kita jualan panci,
...
Masalahnya, justru belum ada track record jualan panci di LN.
Coba dicek.
(Jangan-jangan malah panci yang ada di dalam negeri sudah buatan
China semua???)
Ntar ada yang bilang "Bikin panci aja ndak bisa mo bikin komputer" he he he he
