berikut ini saya tuliskan komentar saya terhadap komentar
yang ada di:
http://rahard.wordpress.com/2006/01/19/refleksi-seorang-dosen/
Silahkan tambahkan komentar di sana.
----- awal komentar -----
Terima kasih atas komentar-komentarnya. Keep them coming.
Ada beberapa hal yang perlu saya tanggapi. Ini bukan untuk pembelaan,
akan tetapi lebih ke arah mencari solusi, cara-cara yang lebih baik.
Masalah pemrograman di Teknik Elektro (atau bidang engineering
lainnya) berbeda dengan di Computer Science. Yang paling utama adalah
… kami tidak punya waktu banyak. Secara resmi, ini adalah satu-satunya
kuliah formal yang akan diterima oleh mahasiswa Elektro. Selebihnya
kami (Anda dan saya - orang Elektro) terpaksa harus belajar sendiri.
Ini adalah masalah engineering secara umum. Kami tidak punya waktu
untuk mempelajari teori-teori di belakangnya (seperti matematika
diskrit) dan detail (seperti data structure) secara spesifik. In due
time we will learn them, though..
Saya kutipkan sebuah kalimat dari buku "Concepts in Engineering"
(karangan Holtzapple dan Reece):
Engineers often must solve problems without understanding the
underlying theory. Certainly, engineers benefit from scientific
theory, but sometimes the solution is required before the theory can
catch up to the practice. For example, theoriest are still trying to
fully explain high-temperature superconductors while engineers are
busy forming flexible wires out of these new materials that may be
used in future generations of electrical devices.
Demikianlah. Itulah sebabnya mahasiswa sengaja saya "tekan" dengan
kondisi seperti yang akan mereka hadapi di luar nanti. Menjadi
engineer memang tidak mudah. Jika menyerah dengan tantangan di kuliah,
bagaimana nantinya setelah lulus? Bagaimana jika diberi tanggung-jawab
untuk membuat alat yang akan dikirimkan ke Jupiter? Tidak ada buku
"how to design circuits (or software) for Jupiter." ha ha ha.
Ayo … komentar-komentar lainnya.
----- akhir komentar -----