[EMAIL PROTECTED] wrote:
> Beberapa minggu lalu, di pertemuan mingguan riset grup kita bicara
> Naseem Thaleb
> (http://www.fooledbyrandomness.com/). Seperti yang bisa diliat dari
> websitenya, dia bekas seorang trader yang sekarang jadi di akademis
> (tapi katanya mau jadi trader lagi).
>
> Intinya dia "menyerang" semua teori tentang financial market, mulai
> dari black-scholes sampai portfolio theory. Karena kebanyakan teori2
> tersebut mengasumsikan distribusi return yang gaussian. Masalahnya
> adalah jika distribusinya normal, jadi tail-nya turun secara
> eksponensial, maka peristiwa yang terjadi tiga sigma atau lebih dari
> rata2 sangat kecil kemungkinannya terjadi.
>
> Lain jika distribusinya fat-tail. Peristiwa yang hampir tidak mungkin
> terjadi di normal, masih memiliki probabilitas besar untuk terjadi jika
> distribusinya fat-tail. Dan kita nggak tau distribusi return nya
> sebenarnya seperti apa, jadi hampir tidak mungkin bisa melakukan
> prediksi secara sempurna.

kalau kita lihat, sebenarnya apa sich yang paling membuat persh
equitynya naik pada kondisi market yang normal.

1. Future Earning
2. Future Earning
3. Future Earning

Kalau ini gak ada yang berani ganggu gugat, karena memang harga equity
yang normal itu adalah ( Future EPS * PE pada industri sejenis).

Nah, pada kondisi apa harga tiba2 bisa melejit ? Ini biasanya terjadi
jika  persh tersebut punya earning (setelah accounting) melebihi
perkiraan analyst. Dan semakin sedikit liquiditasnya, semakin tinggi
melejitnya. Ini sebenarnya apa yang terjadi dengan Google, mereka bear
estimates analyst terus dalam beberapa quarter dan punya outstanding
stock yang sedikit (low float) sehingga gampang melejit dari 85 ke 400
:)


-mcp

Kirim email ke