786,

Klo saran saya nich sekedar untuk mengurangi kapasitas dari membeli
merokok,.....

 

Datang ke Mursyid atau kyai dan minta amalan yang ada puasanya, atau klo
dapat puasanya nabi Daud as, atau dawamush shiyam kayak Kanjeng Syeikh
'Abdul Qadir Jailani kecuali hari2 yang dilarang. 

Malamnya klo mo merokok khan cuma sebentar saja, paling2 ngantuk terus
tidur ...asal tidurnya ga sambil ngrokok, entar kebakaran he..he...he...

Nah puasanya nich diniatkan untuk kebaikan termasuk untuk berhenti
membeli rokok...kata guru agama saya waktu SMA "innamal a'malu
binniyyatin" suatu amal akan didapatkan balasannya sesuai dengan
niyatnya.....

Jika puasa dijalani....yaqin...bil Qof...deh...membeli rokoknya akan
terhenti atau jangan2 sebenarnya udah berhenti beli rokok, lho kok masih
merokok ...eh ... ternyata minta rokok dari kawan....he...he..he...just
kidding.

 

Semoga bisa jadi obat bagi kawan2 yang "ada keinginan" berhenti membeli
rokok...

 

Jabat erat selalu

    

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of mej
ikhwansyah
Sent: Saturday, May 03, 2008 3:11 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [tqn] Re: Siapapun Merokok, maka Solatnya Tidak Diterima -
my final statement

 

saya lagi bingung,saya pengen berenti beli rokok tapi tetep
ngerokok.....
kalo ada yang mau membantu saudaranya yang sedang kesusahan ini,
saya terima dengan tangan terbuka....


Roosdiana Ischak <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        Baik, saya paham keterangan Bapak bahwa permasalahan rokok ini
harus dimusyawarahkan. Tidak ada paksaan. Tidak ada poling pendapat.
Terus terang saya memang agak terkejut. Bagi saya yang naif ini, jika
kita berguru, pastilah kepada orang yang kita percayai. Kalau Guru
mengatakan bahwa rokok itu haram, padahal segala amal kita harus bersih
dari hal-hal yang haram, maka sebagai murid saya tidak akan merokok.
Saya memang naif.

         

        Salam,

        Roosdiana
        
         

        On 5/2/08, Susila, Priya <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > wrote: 

        Betul Pak,

         

        Disini kita lagi sama2 belajar, dan saling bertukar pandangan
(boleh pandangan hati he..he.. or pandangan pertama kek...) yang penting
semua terbuka dan tidak saling memaksakan. Saya juga minta ma'af lho
jika ada yang kurang berkenan.

         

        Klo menurut saya disini kita boleh berbeda pendapat atau
pandangan namun bukan untuk memaksakan pendapat itu agar di benarkan
oleh yang lain, namun sekedar gambaran bagi diri kita untuk melihat
sisi2 yang belum kita sadari akan orang lain atau samasekali tidak
menyadarinya bahwa orang lain di sekitar kita belum tentu sama,
sekalipun SUDAH masuk dalam thoriqoh yang sama.

        MAsing2 sudah ditentukan maqomnya masing2, jika terjadi
permasalahan baiknya di musyawarahkan bukan "jajak pendapat"  atau
polling suara terbanyak yang akan sangat merugikan dalam
berthoriqah/agama. Klo tidak ada masalah seperti ini kita tidak tahu
bahwa kita ini sangat terbatas dan sebagian batasnya adalah hak orang
lain...kaya pelajaran PMP tempo dulu he..he..he.

         

        Kata guru agama SMA, dalam Al Qur'an ada bunyi "wasyaawirhum fil
amri" dan "laa ikroha fiddin" kita diminta musyawarah namun tidak untuk
memaksakan pendapat agar orang lain mengikuti kita, bukan polling suara
terbanyak....yang banyak dipakai orang saat ini dalam menentukan langkah
yang seharusnya RAJA yang berkuasa lah yang menentukan. (Sulthonallah)

         

        Mari bermusyawarah dengan hati terbuka atau nurani yang luhur
agar bisa saling memahamkan saat kita berada dan menempuh jalan ini...

         

        Salam 

         

         

        
________________________________


        From: [email protected] <mailto:[email protected]>
[mailto:[email protected] <mailto:[email protected]> ] On Behalf Of
Nalendra Khrisnapati
        Sent: Friday, May 02, 2008 4:31 PM
        To: [email protected] <mailto:[email protected]>  

        
        Subject: RE: [tqn] Re: Siapapun Merokok, maka Solatnya Tidak
Diterima - my final statement

        

         

Wa'alaikum salam wr wb

hehe..iya lg belajar bhs itu mas. Bingung mo pake bhs yg umum yg pas
apa. Ngerti jg, org IT jg ya? hehe..

Iya saya juga minta maaf klo ada yang tersinggung.
Terus terang awalnya saya jg agak memaksa tmn2 saya drmh yg jg ikhwan
TQN utk berhenti merokok. Alhasil 1 org berhasil berhenti, namun yg 2
org lg msh ttp pd pendiriannya. Akhir2 ini saya menyadari bahwa tidak
bisa memaksa org lain utk berhenti merokok, sebagaimana kita tidak bisa
memaksa org lain yg tidak mau shalat. Kita cuma sebatas menghimbau saja.
Disinilah peran penting iradah itu. Kalau ga mau ya jgn dipaksa.
Selebihnya urusan dia sama Tuhannya. Namun yang saya sesali mengapa 2
org tmn saya itu tidak juga menyadari bahwa saya dan salah satu imam
saya drmh yg kebetulan mengidap asma, merasa sangat tersiksa dgn asap
rokoknya, hidung kami ini sensitif sekali. Pdhal berulang kali sdh saya
singgung. Mudah2an yg lain tidak begitu.
Saya pernah mendengar guru saya, yg jg wakil talqin, berkata bahwa rokok
itu sudah jelas sesat. "Memang disini (di lingkunagn TQN) masih ada yang
merokok juga?", seingat saya kurang lebih begitu tanya beliau
selanjutnya.

Tapi topik ini memang menarik, selain mengundang kontroversi, pikiran
kita jg jd terbuka tentang alasan apa saja yg menyebabkan orang ttp
merokok. Dan juga alasan org yg mengharamkan rokok. Jadi kesepakatannya
adalah bukannya untuk tidak sepakat, tetapi hrs ada hasil yg lebih baik,
yaitu bagaimana caranya menghindari diri dari menzhalimi diri sendiri
dan orang lain. Semua pendapat baik, ada pendapat yang lain?


--- On Fri, 5/2/08, aryadi <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > wrote:

From: aryadi <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
Subject: RE: [tqn] Re: Siapapun Merokok, maka Solatnya Tidak Diterima -
my final statement
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Date: Friday, May 2, 2008, 10:29 AM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

 

Wah Bahasanya pake istilah "Class", orang IT ya Mas ? :)

 

Kayaknya perdebatan ini nggak bakalan ada titik temunya, masing-masing
akan selalu ber-argumen dengan pemikirannya sendiri-sendiri.

Menurut saya, kalau mau merokok ya silahkan tapi jangan mengganggu orang
yang bukan perokok (asapnya itu lhoo...), akan merugikan orang lain yang
bukan perokok (tidak nyaman). Mau tidak merokok ya silahkan, itu pilihan
yang "mungkin" lebih baik bagi diri sendiri, juga orang lain.

Masalah apakah seorang perokok sholatnya diterima atau tidak itu adalah
hak Allah, biarlah Allah yang memutuskan apakah shiolatnya diterima atau
tidak. Yang jelas manusia diberi kelebihan untuk berfikir dalam
menentukan mana yang membawa mudharat dan mana yang membawa manfaat :-).
Menyatakan bahwa perokok tidak akan diterima sholatnya, seolah merupakan
pernyataan yang menghakimi, walau pun .... pemikiran seperti itu jelas
didasari oleh pemikiran bahwa melakukan sesuatu yang tidak membawa
manfaat dan merugikan adalah haram :-) (setidaknya itu yang saya
tangkap). Saya kira masalah ini kita kembalikan saja kepada
masing-msaing individu, mudah-mudahan tidak ada yang ter-hakimi. :)

 

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

 

Aryadi

 

        -----Original Message-----
        From: [email protected] <mailto:[email protected]>
[mailto:[email protected] <mailto:[email protected]> ] On Behalf Of
Nalendra Khrisnapati
        Sent: Thursday, May 01, 2008 4:38 PM
        To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
        Subject: Re: [tqn] Re: Siapapun Merokok, maka Solatnya Tidak
Diterima - my final statement

Murid adalah orang yang berkehendak, yang hakikatnya seseorang yang
dikehendaki Allah.
Sementara iradah (kehendak) adalah termasuk meninggalkan apa yang telah
menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan manusia umumnya adalah terpaku pada
hukum penampakan (proses aktualisasi diri) di tempat-tempat yang
membuatnya lupa, percaya pada ajakan syahwat, dan cenderung mengikuti
apa yang telah dibisikkan oleh harapan atau angan-angan.
Sedangkan seorang murid harus terlepas dari identitas ini. Semuanya
tidak boleh melakat pada dirinya.

Kopi, teh, susu adalah objek yang diturunkan dari class minuman. Nasi,
ayam goreng, sayur asem adalah objek dari class makanan. Meskipun
masing-masing punya elemen status dan sifat tertentu yang membedakannya
dengan yang lain. Makanan dan minuman (yang halal) merupakan kewajiban
bagi perut kita, asal tidak berlebihan.
Kira-kira rokok objek dari class apa? jangan-jangan racun. Jawaban
dikembalikan kepada anda.


--- On Thu, 5/1/08, triwibs <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > wrote:

From: triwibs <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
Subject: [tqn] Re: Siapapun Merokok, maka Solatnya Tidak Diterima - my
final statement
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Date: Thursday, May 1, 2008, 10:31 AM

terima kasih atas doanya mas Deny

    

tapi maaf, saya juga sudah berdoa supaya saya tetap merokok.. 

    

hehehehhehe. berhubung saya sudah tidak mau bantah2an soal rokok, ya 

    

hanya ini saja tanggapan saya.

    

oh ya, mas Deny, Rasulullah juga tidak ngopi, tdk ngeteh, tidak main 

    

internet, kalo shalat Rasulullah tidak pake mic dan loudspeaker, juga 

    

tidak pernah pake sajadah warna-warni kayak yg ada di masjid2 

    

sekarang, Rasulullah juga tidak naik mobil yg bikin polusi, dan juga 

    

tidak pake AC yg bikin ozon bolong, ah.. debat lagiii.. males ah..

    

hehehehhe

    

   
 

    

salam mas Deny

    

triwibs

    

    

    

    

    

--- In [email protected] <mailto:[email protected]> , Deni
Triwardana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    

>

    

> Dear All

    

> 

    

> Saya akan  berdoa semoga mas Triwibs tidak lagi menjadi perokok,

    

> kalau mengikuti Nabi Muhammad SAW, saya  yakin dan haqul  yaqin 

    

    

    

    
 

    

Beliau 

    

> tidak  perokok ya, Toh.

    

> Kalau hanya sebagai contoh ada wali yang perokok Mbo Yao  Ambil 

    

Contoh 

    

> yang lebih tinggi  Mas. 

    

> 

    

> Salam TQN

    

> 

    

> Deni Triwardana

    

>

    

    

    

    

    

    

    

------------------------------------

    

    

    

Untuk berhenti berlangganan mailing list
 ini,

    

kirimkan email kosong ke:

    

    [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 

    

    

    

Untuk berlangganan kembali, kirim email kosong ke:

    

    [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 

    

    

    

    

    

Yahoo! Groups Links

    

    

    

    

    http://groups.yahoo.com/group/tqn/
<http://groups.yahoo.com/group/tqn/> 

    

    

    

    

    Individual Email | Traditional

    

    

    

    

    http://groups.yahoo.com/group/tqn/join
<http://groups.yahoo.com/group/tqn/join> 

    

    (Yahoo! ID required)

    

    

    

    

    mailto:[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

    

    mailto:[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> 

    

    

    

    

 unsubscribe from this group, send an email to:

    

    [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> 

    

    

    

    

    http://docs.yahoo.com/info/terms/
<http://docs.yahoo.com/info/terms/> 

         

        
________________________________


        Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo!
Mobile. Try it now.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http:/mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62
sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ%20>  

         

        
________________________________


        Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo!
Mobile. Try it now.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http:/mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62
sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ%20>  

        
        
        
        -- 
        Roosdiana 

 

  

________________________________

Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try
it now.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http:/mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62
sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ%20> 

 

Kirim email ke