Lho, mas Triwibs.....kok saya merasa aneh, ya. Pada awalnya Anda mengatakan,
bahwa anda beruntung tidak termasuk dalam komunitas ini yang melarang
merokok. Guru-guru Anda tidak melarang merokok, malah beliau-beliau itu juga
merokok. Ternyata Anda keluarga tarekat ini juga. Jadi?

salam,
Roosdiana


On 5/2/08, triwibs <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Salam,
>
> Rekan2 ikhwan semua setarekat, insya Allah.
> rasanya kita hentikan saja debat rokok ini karena sudah diluar
> konteks. Apapun yg akan kita bincangkan, mungkin akan terus demikian
> adanya. Jadi saya hargai pendapat rekan2 yg mengharamkan rokok dan
> menganggap rokok itu buruk dan munkar. dan saya juga menghargai
> pendapat yg mengatakan rokok adalah makruh dan syubhat, sebagaimana
> saya juga menghargai pendapat yg mengatakan rokok adalah mubah. Saya
> juga menghargai sebagian ikhwan yang berusaha keras meyakinkan saya
> bahwa rokok itu buruk. Mungkin saya salah, dan mungkin saya benar. Wa
> Allahu a'lam bi ash-shawab. Tapi apapun yg rekan2 tuliskan di sini
> ttg masalah rokok, itu tidak akan mengubah pendapat saya.
>
> Jika Allah mengizinkan, saya berharap bisa bertemu ikhwan2 Tarekat
> Qadiriyyah wa Naqsyanadiyyah nanti di pesantren tercinta kita,
> Pesantren TQN Suryalaya, atau di mana saja, untuk berbicara lebih
> banyak hal lagi ttg berbagai ilmu tasawuf yg lebih tidak menimbulkan
> perselisihan pendapat.
>
> Jadi dengan ini, sekali lagi, kita, atau paling tidak saya dengan
> sebagian rekan-rekan disini, sudah sepakat, yakni sepakat untuk tidak
> sepakat, karena kita masing2 berpegang pada pendapat yg kita yakini.
> Mudah2an ketidaksepakatan ini tidak mengganggu silaturahmi kita.
>
> salam
> triwibs
> ikhwan TQN Suryalaya
>
> 
>



-- 
Roosdiana

Kirim email ke