Assalamu'alaikum Wr. Wb. Wah Bahasanya pake istilah "Class", orang IT ya Mas ? :) Kayaknya perdebatan ini nggak bakalan ada titik temunya, masing-masing akan selalu ber-argumen dengan pemikirannya sendiri-sendiri. Menurut saya, kalau mau merokok ya silahkan tapi jangan mengganggu orang yang bukan perokok (asapnya itu lhoo...), akan merugikan orang lain yang bukan perokok (tidak nyaman). Mau tidak merokok ya silahkan, itu pilihan yang "mungkin" lebih baik bagi diri sendiri, juga orang lain. Masalah apakah seorang perokok sholatnya diterima atau tidak itu adalah hak Allah, biarlah Allah yang memutuskan apakah shiolatnya diterima atau tidak. Yang jelas manusia diberi kelebihan untuk berfikir dalam menentukan mana yang membawa mudharat dan mana yang membawa manfaat :-). Menyatakan bahwa perokok tidak akan diterima sholatnya, seolah merupakan pernyataan yang menghakimi, walau pun .... pemikiran seperti itu jelas didasari oleh pemikiran bahwa melakukan sesuatu yang tidak membawa manfaat dan merugikan adalah haram :-) (setidaknya itu yang saya tangkap). Saya kira masalah ini kita kembalikan saja kepada masing-msaing individu, mudah-mudahan tidak ada yang ter-hakimi. :) Wassalamu'alaikum Wr.Wb. Aryadi
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Nalendra Khrisnapati Sent: Thursday, May 01, 2008 4:38 PM To: [email protected] Subject: Re: [tqn] Re: Siapapun Merokok, maka Solatnya Tidak Diterima - my final statement Murid adalah orang yang berkehendak, yang hakikatnya seseorang yang dikehendaki Allah. Sementara iradah (kehendak) adalah termasuk meninggalkan apa yang telah menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan manusia umumnya adalah terpaku pada hukum penampakan (proses aktualisasi diri) di tempat-tempat yang membuatnya lupa, percaya pada ajakan syahwat, dan cenderung mengikuti apa yang telah dibisikkan oleh harapan atau angan-angan. Sedangkan seorang murid harus terlepas dari identitas ini. Semuanya tidak boleh melakat pada dirinya. Kopi, teh, susu adalah objek yang diturunkan dari class minuman. Nasi, ayam goreng, sayur asem adalah objek dari class makanan. Meskipun masing-masing punya elemen status dan sifat tertentu yang membedakannya dengan yang lain. Makanan dan minuman (yang halal) merupakan kewajiban bagi perut kita, asal tidak berlebihan. Kira-kira rokok objek dari class apa? jangan-jangan racun. Jawaban dikembalikan kepada anda. --- On Thu, 5/1/08, triwibs <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: triwibs <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [tqn] Re: Siapapun Merokok, maka Solatnya Tidak Diterima - my final statement To: [email protected] Date: Thursday, May 1, 2008, 10:31 AM terima kasih atas doanya mas Deny tapi maaf, saya juga sudah berdoa supaya saya tetap merokok.. hehehehhehe. berhubung saya sudah tidak mau bantah2an soal rokok, ya hanya ini saja tanggapan saya. oh ya, mas Deny, Rasulullah juga tidak ngopi, tdk ngeteh, tidak main internet, kalo shalat Rasulullah tidak pake mic dan loudspeaker, juga tidak pernah pake sajadah warna-warni kayak yg ada di masjid2 sekarang, Rasulullah juga tidak naik mobil yg bikin polusi, dan juga tidak pake AC yg bikin ozon bolong, ah.. debat lagiii.. males ah.. hehehehhe salam mas Deny triwibs --- In [email protected], Deni Triwardana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear All > > Saya akan berdoa semoga mas Triwibs tidak lagi menjadi perokok, > kalau mengikuti Nabi Muhammad SAW, saya yakin dan haqul yaqin Beliau > tidak perokok ya, Toh. > Kalau hanya sebagai contoh ada wali yang perokok Mbo Yao Ambil Contoh > yang lebih tinggi Mas. > > Salam TQN > > Deni Triwardana > ------------------------------------ Untuk berhenti berlangganan mailing list ini, kirimkan email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Untuk berlangganan kembali, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] _____ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try <http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i6 2sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> it now.
