Salam mas Triwibs yang murah hati, Terima kasih atas penjelasannya yang cukup panjang lebar. Ternyata mas Triwibs ini punya pengetahuan yang dalam perihal dunia tarekat ini sedangkan saya memang masih sangat awam. Senang sekali bisa belajar dari mas Triwibs.
Salam, Roosdiana On 5/5/08, triwibs <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam Mbak Roos yg baik. > ngga usah bingung yah. ;) > yg melarang merokok dalam debat kita terdahulu itu adalah dalam > tarekat di bawah otoritas Syekh Nazim Haqqani - jadi tarekatnya bukan > TQN Suryalaya, tetapi tarekat Naqsyabandi-Haqqani. > > Mungkin mbak Roos menyangka semua ikhwan tarekat di sini adalah anti > rokok. Memang benar ada beberapa tarekat yang terang2an mengharamkan > rokok, seperti Tarekatnya Syekh Nazim itu, Tarekat Idrisiyyah di > Pagendingan, sebagian dari cabang Tarekat Sanusiyyah, juga sebagian > dari mursyid tarekat Qadiriyyah dan Naqsyabandiyyah ada yng melarang > ikhwannya merokok. Jadi, misalnya, kalau orang berbaiat kepada > silsilah tarekat Naqsyabandiiyah-Haqqani yg melalui jalur Syekh Nazim, > maka dia berarti tidak boleh merokok. Dan ini harus ditaati, karena > sekali kita berbaiat kepada satu mursyid, itu adalah semacam > perjanjian yg harus dipenuhi. > > Tetapi ada pula yang tidak melarang, dan membolehkan, seperti Tarekat > Qadiriyyah Naqsyabandiyyah yg berpusat di Mranggen (almarhum Mbah > Muslih), di Rejoso dan Jombang, dan di Pati (seperti Mbah Romli, Mbah > Ansori) dan di Suryalaya sendiri tidak secara eksplisit ada larangan > merokok,dan tarekat Naqsyabandi di bogor, atau bebrapa cabang tarekat > Sammaniyyah, Khalwatiyyah dan Qadiriyyah dan Khalidiyyah, dan juga > Tijaniyyah di Cirebon (Pesantren Buntet) dan Tarekat Syattariyyah di > Benda Kerep yng mengikuti jalur Sunan Gunung Jati, juga tak melarang > ikhwannya merokok. > > Dan saya sendiri berada dalam otoritas mursyid yg tidak mengharamkan > rokok, jadi saya tentu tidak akan mengikuti otoritas Syekh Nazim. > Dalam tradisi tarekat formal, tidak diizinkan mengikuti dua mursyid > tanpa seizin mursyid yang pertama, karena ada barakah yang mungkin > akan hilang. Tentunya ketentuan ini tidak absolut, karena ada beberapa > tarekat yg mengizinkan muridnya ikut ke tarekat lain, selama masih > dalam jalur silsilah tarekat yg sah. > > salah satu alasan dari Anjuran untuk tidak mengikuti dua tarekat bagi > murid awam (seperti saya) adalah agar murid berkonsentrasi pada satu > mursyid, sebab siapapun mursyidnya, selama ia berada dalam koridor > yang muktabarah, tidak menjadi soal. Tetapi diperbolehkan untuk > mengambil barakah atau belajar ilmu dari mursyid lain, asalkan amalan > tarekat tetap dari amalan yg diijazahkan oleh mursyid pertama kita. > > Jadi saya tidak akan ragu-ragu untuk mengambil barakah dari Syekh > Nazim dan tentunya saya tidak akan merokok di hadapaan beliau karena > saya menghormati pendapatnya (ijtihad beliau) yang melarang merokok. > Dalam kenyataannya, Syekh Nazim dan guru saya, SYekh Abah Anom, pernah > bertemu di Suryalaya. Keduanya saling memuji dan ada kejadian unik, > yakni keduanya saling meniup peluit secara bergantian. Secara khsuus > Syekh Nazim memuji Abah Anom sebagai tauladan Wali Allah ynag maqam > ikhlasnya amat tinggi, dan syekh Nazim diakui sebagai Qutub. Begitulah > akhlak para wali Allah, begitu indah. ada banyak kisah para Wali Allah > yang berbeda pendapat dalam ketentuan hukum fiqh tetapi tetap saling > menyayangi. Inilah salah satu tujuan tarekat, memperbaiki akhlak, > terutama akhlak batiniah. > > jadi begitulah mbak Roos. seperti halnya dalam wilayah kalam (teologi) > dan mazhab yg berbeda-beda pendapat, ada lebih dari 40 tarekat, yg tak > jarang berbeda pendapat dalam masalah hukum, tetapi tidak saling > menyalahkan dan tetap saling menghargai ijtihad masing-masing. JIka > anda ingin tahu beberapa jenis tarekat yg muktabarah dan masyhur di > dunia Islam, bisa email saya ke jalur pribadi, nanti kita bisa > bincang-bincang banyak hal ttg dunia tarekat dan kewalian yg, jika > mbak Roos mendapat izin dari ALlah bisa menyelami ke dalam > samudaranya, insya ALlah mbak Roos, dan siapa saja yg ikhlas > bertarekat, akan menemukan begitu banyak keindahan dalam ISlam yg > tidak bisa dilihat dari mata biasa, tetapi dengan mata batin. Insya > Allah. > > salam > Triwibs > > --- In [email protected] <tqn%40yahoogroups.com>, "Roosdiana Ischak" > <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Lho, mas Triwibs.....kok saya merasa aneh, ya. Pada awalnya Anda > mengatakan, > > bahwa anda beruntung tidak termasuk dalam komunitas ini yang > melarang > > merokok. Guru-guru Anda tidak melarang merokok, malah beliau-beliau > itu juga > > merokok. Ternyata Anda keluarga tarekat ini juga. Jadi? > > > > salam, > > Roosdiana > > > > > -- Roosdiana
