Diujicobakan, 15 Sekolah Gratis di Bandung Laporan Wartawan Kompas Yulvianus Harjono
BANDUNG, KOMPAS Dinas Pendidikan Kota Bandung telah menetapkan 15 sekolah dari berbagai jenjang satuan tingkat pendidikan untuk menjadi pilot project sekolah gratis. Melalui program ini, setiap siswa dimungkinkan terbebas dari berbagai biaya operasional hingga pungutan sekolah. Dari 15 sekolah yang ditunjuk, 13 diantaranya ada di tingkat sekolah dasar, antara lain SDN Cigagak, SDN Sekasari, dan SDN Cirateun. Sementara, dua sisanya berada di jenjang sekolah menengah, yaitu SMPN 52 dan SMAN 27. Sebagian besar sekolah ini berada di wilayah pinggiran kota. Menurut Wakil Kepala Disdik Kota Bandung Evi S Shaleha, Minggu (26/11), pemilihan sekolah tersebut didasarkan pertimbangan persebaran siswa yang kurang mampu ekonominya, khususnya yang rawan putus sekolah. Di daerah tersebut, siswa ini kebanyakan berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah. Inilah yang harus dibantu, ucapnya. Pelaksanaan sekolah gratis ini, ungkap Evi, pada prinsipnya adalah betul-betul membebaskan siswa dari berbagai biaya operasional di sekolah, termasuk pungutan-pungutan lainnya. Dengan kata lain, siswa tidak lagi diwajibkan membayar dana sumbangan pendidikan (DSP), SPP (iuran), hingga iuran ekstrakurikuler. Jadi, keberadaannya mendampingi Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Di tingkat SD-SMP, SPP kan sudah gratis. Tetapi, belum DSP dan pungutan lainnya. Untuk buku (ajar), bahkan akan diupayakan pengadaannya melalui sistem peminjaman. Namun, program ini tidak termasuk biaya yang sifatnya pribadi seperti seragam dan transport, paparnya kemudian. Pendanaan Menurut rencana, program yang menjadi bagian rencana strategis Bandung Cerdas 2008 ini akan digulirkan mulai tahun 2007 mendatang. Adapun pendanaannya, sepenuhnya dibebankan dari APBD murni Kota Bandung tahun 2007. Untuk SD, masing-masing mendapat dana Rp 100 juta. Sementara, untuk SMP dan SMA, masing-masing sebesar Rp 1 miliar dan Rp 500 juta per tahun. Dengan perhitungan tersebut, APBD Kota Bandung Tahun 2007 menganggarkan sebanyak Rp 2,8 miliar untuk ujicoba sekolah gratis tersebut. Besaran bantuan, pada prinsipnya disesuikan dengan besaran APBS masing-masing sekolah. Namun, tidak 100 persen. Soalnya, setelah dikaji, masih ada kemungkinan efesiensi di sejumlah pos, ungkapnya. Ditanya soal kemungkinan penambahan jumlah sekolah gratis di tahun berikutnya, Evy mengatakan, hal ini sangat dimungkinkan. Asalkan, keberadaannya tetap disesuaikan kemampuan APBD Kota Bandung. Berdasarkan data Disdik Jabar, selain Kota Bandung, daerah lain yang mengujicobakan sekolah gratis ini, yaitu Kota Tasikmalaya, Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan Kota Cirebon. Secara terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung Dana Setia menyambut baik ditetapkannya program sekolah gratis ini. Meski baru bersifat parsial, program tersebut tetap dianggap sebagai itikad baik pemerintah, khususnya daerah, untuk menjalankan amanah konstitusi. Hanya, ini tetap tidak boleh menghilangkan partisipasi masyarakat. Asalkan yang bersangkutan mampu, masyarakat tetap bertanggung jawab membayar biaya pendidikannya sendiri, ungkapnya. Sumber: Kompas, Minggu, 26 November 2006 ___ _ _ _ ___ ____ ___/ __| |_ _ _ __| (_)___| __|__ / _ \\__ \ _| || / _` | / _ \__ \ / /\_, /|___/\__|\_,_\__,_|_\___/___//_/ /_/ ____________________________________________________________________________________ Cheap talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates. http://voice.yahoo.com

