Tah, da emang geus kuduna kitu, sakola digratiskeun, mere kasempatan nu 
sarua ka jalma-jalma dhuafa dina raraga pemerataan hak pendidikan tea.
Di Kuningan salaku wewengkon asal kuring, duka tah geus digratiskeun acan 
nya beaya sakola teh.

Sok lah maju terus pendidikan US demi mencerdaskan bangsa heuheuheu...


Baktos,
OTA
 



"mh" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
11/27/2006 10:21 PM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected], "kisunda" <[email protected]>, 
"urangsunda" <[email protected]>
cc

Subject
[Urang Sunda] Bandung Hebat Euy: Sakola Gratis!






Diujicobakan, 15 Sekolah Gratis di Bandung 

Laporan Wartawan Kompas Yulvianus Harjono

BANDUNG, KOMPAS – Dinas Pendidikan Kota Bandung telah menetapkan 15
sekolah dari berbagai jenjang satuan tingkat pendidikan untuk menjadi
pilot project sekolah gratis. Melalui program ini, setiap siswa
dimungkinkan terbebas dari berbagai biaya operasional hingga pungutan
sekolah.

Dari 15 sekolah yang ditunjuk, 13 diantaranya ada di tingkat sekolah
dasar, antara lain SDN Cigagak, SDN Sekasari, dan SDN Cirateun. Sementara,
dua sisanya berada di jenjang sekolah menengah, yaitu SMPN 52 dan SMAN 27.
Sebagian besar sekolah ini berada di wilayah pinggiran kota.

Menurut Wakil Kepala Disdik Kota Bandung Evi S Shaleha, Minggu (26/11),
pemilihan sekolah tersebut didasarkan pertimbangan persebaran siswa yang
kurang mampu ekonominya, khususnya yang rawan putus sekolah. ”Di daerah
tersebut, siswa ini kebanyakan berlatar belakang ekonomi menengah ke
bawah. Inilah yang harus dibantu,” ucapnya.

Pelaksanaan sekolah gratis ini, ungkap Evi, pada prinsipnya adalah
betul-betul membebaskan siswa dari berbagai biaya operasional di sekolah,
termasuk pungutan-pungutan lainnya. Dengan kata lain, siswa tidak lagi
diwajibkan membayar dana sumbangan pendidikan (DSP), SPP (iuran), hingga
iuran ekstrakurikuler. ”Jadi, keberadaannya mendampingi Bantuan
Operasional Sekolah (BOS). Di tingkat SD-SMP, SPP kan sudah gratis.
Tetapi, belum DSP dan pungutan lainnya. Untuk buku (ajar), bahkan akan
diupayakan pengadaannya melalui sistem peminjaman. Namun, program ini
tidak termasuk biaya yang sifatnya pribadi seperti seragam dan transport,”
paparnya kemudian.

Pendanaan

Menurut rencana, program yang menjadi bagian rencana strategis Bandung
Cerdas 2008 ini akan digulirkan mulai tahun 2007 mendatang. Adapun
pendanaannya, sepenuhnya dibebankan dari APBD murni Kota Bandung tahun
2007. Untuk SD, masing-masing mendapat dana Rp 100 juta. Sementara, untuk
SMP dan SMA, masing-masing sebesar Rp 1 miliar dan Rp 500 juta per tahun.

Dengan perhitungan tersebut, APBD Kota Bandung Tahun 2007 menganggarkan
sebanyak Rp 2,8 miliar untuk ujicoba sekolah gratis tersebut. ”Besaran
bantuan, pada prinsipnya disesuikan dengan besaran APBS masing-masing
sekolah. Namun, tidak 100 persen. Soalnya, setelah dikaji, masih ada
kemungkinan efesiensi di sejumlah pos,” ungkapnya.

Ditanya soal kemungkinan penambahan jumlah sekolah gratis di tahun
berikutnya, Evy mengatakan, hal ini sangat dimungkinkan. Asalkan,
keberadaannya tetap disesuaikan kemampuan APBD Kota Bandung. Berdasarkan
data Disdik Jabar, selain Kota Bandung, daerah lain yang mengujicobakan
sekolah gratis ini, yaitu Kota Tasikmalaya, Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan
Kota Cirebon. 

Secara terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung Dana Setia menyambut
baik ditetapkannya program sekolah gratis ini. Meski baru bersifat
parsial, program tersebut tetap dianggap sebagai itikad baik pemerintah,
khususnya daerah, untuk menjalankan amanah konstitusi. ”Hanya, ini tetap
tidak boleh menghilangkan partisipasi masyarakat. Asalkan yang
bersangkutan mampu, masyarakat tetap bertanggung jawab membayar biaya
pendidikannya sendiri,” ungkapnya.

Sumber: Kompas, Minggu, 26 November 2006 _,___ 

Kirim email ke