aduh kok gak kelar kelar ya diskusinya? capek degh....hehehe ada "tema wacana", di "diskusikan", cari "jalan tengah yang terbaik", pendapat "berbeda beda" adalah wajar, tapi jangan main "urat">
halim hd <[EMAIL PROTECTED]> wrote: saya setuju dengan pendapat sdr. ferizal: betapa pentingnya untuk menghormati pemikiran seseorang, dan berusaha untuk mengolahnya tanpa bersikap menjadi fanatikus dan su'udon. salam: halim hd. --- mayra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tips saya untuk Kang Ferizal, baca lagi postingan > topik ini dari awal. > Saya akhiri diskusi saya di topik ini, karena semua > pertanyaan Kang Ferizal sudah ada di postigan > sebelum2nya. > Maaf kalo ada kata2 yg kurang berkenan. > > Mayra > > ----- Original Message ----- > From: Ferizal Ramli > To: [email protected] > Sent: Sunday, August 05, 2007 4:40 AM > Subject: [WongBanten] Re: Hati-hati > > > Seperti juga saya, anda itu bukan siapa-2 jika > dibandingkan dengan Cak > Nur atau Syafii Maarif atau Mustofa Bisri. Seperti > juga saya, anda > juga tidak atau belum punya karya apapun dalam > pemikiran Islam. Jangan > memaksakan diri untuk meninggikan diri sendiri, > sementara faktanya > anda (seperti juga saya) terlalu rendah kok > dibandingkan mereka. Lha > orang setinggi Syafii Maarif saja begitu santun > dan sangat menghormati > perbedaan dengan Cak Nur kok. Jadi, atas alasan > apa anda begitu galak > terhadap perbedaan? > > Kalau saya menulis begitu kritis terhadap anda > karena saya pikir itu > perlu. Atas dasar apa anda begitu berani > mengatakan bahwa Cak Nur itu > telah menyebarkan ajaran non Islam? sehingga > "wajib bagi ummat Islam > menentangnya". > > Hanya karena Itjihad Cak Nur tidak sesuai dengan > selera anda pribadi > lalu enteng saja anda mengatakan itu ajaran non > muslim. Men-judge > kebenaran Itjihad seseorang itu bukan hak anda. > Itu hak preogratif > Allah Maha Pencipta. Jawara dan jumawa sekali > berani mengambil hak > progratif Sang Maha Pencipta. > > Jika anda tidak setuju dengan Cak Nur, silahkan > kemukakan > ketidaksetujuannya. Beri alasan yang rasional. > Percayalah, saya atau > kita semua bisa belajar dari situ dan berterima > kasih untuk itu. > Bahkan lebih dari itu kita bisa tahu sisi yang > "salah" dari pendapat > Cak Nur, tapi jangan se-enaknya men-judge bahwa > ajaran Cak Nur itu > adalah non Islam. Sekali lagi, urusan men-judge > kebenaran itu bukan > hak anda tapi hak preogratif Allah Maha Pembenar. > > Salam, > Ferizal Ramli > PS. > Tidak selalu setuju dengan pendapat Cak Nur tetapi > tetap menghormati > Itjihad-nya > > --- In [email protected], "mayra" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Kang Ferizal, > > > > Kalau Anda bilang saya bukan siapa2 bukan > berarti saya tidak tahu > apa2, juga jangan diartikan banyak tahunya. > > > > Tulisan saya "wajib bagi ummat Islam > menentangnya" lebih bermakna > menentang = MENOLAK DALAM HATI ajaran yg > menyimpang, > > dan tetaplah berpegang pada tali Allah. Jangan > juga dianggap > menggurui, tolong kaitkan dengan email terdahulu. > > > > Maaf kalo dianggap galak, tidak ada niat itu. > Juga tidak ada niat > menyalahkan siapa2. > > > > Ferizal Ramli wrote: > > Jangan-2 setelah anda teriak nentang sana-sini, > ngomong si ini salah > > atau si itu salah dengan berbusa-busa, mulut > lantang plus kutap-kutip > > ayat Qur'an atau Hadist, tahu-2 nya anda sendiri > yang keliru =)) > > > > Comment: > > ayat Qur'an atau Hadist apa yang telah saya > kutip? > > > > Salam > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: Ferizal Ramli > > To: [email protected] > > Sent: Saturday, August 04, 2007 9:21 PM > > Subject: [WongBanten] Re: Hati-hati > > > > > > Ah Mayra, > > > > Anda terlalu merasa benar dengan pendapat anda > pribadi. Seakan-akan > > orang lain tidak mampu melihat kebenaran selain > anda seorang. Saran > > saya banyak lah membaca. Ini tips dari saya, > sebelum anda mengadili > > orang lain salah, ada baiknya anda membaca dulu > tulisan-2 polemik > > antara Al Ghazali dan Ibnu Rusy. > > > > Percayalah, semakin anda banyak membaca akan > banyak mengambil hikmah > > atas suatu perbedaan. Diharapkan kedepan anda > tidak mudah > > mengeluarkan kata: "wajib bagi kita untuk > memnentangnya" hanya karena > > mereka berpikir berbeda dari anda. > > > > Toh, orang santun seperti Buya Syafii Maarif > (Tokoh Muhammadyah) atau > > Kyai Mustofa Bisri (Tokoh NU), bisa memaknai > secara positif perbedaan > > pemikiran dengan Cak Nur. Kok Mayra, yang karya > intelektualnya ndak > > jelas malah gualak buanget :)) > > > > Jangan-2 setelah anda teriak nentang sana-sini, > ngomong si ini salah > > atau si itu salah dengan berbusa-busa, mulut > lantang plus kutap-kutip > > ayat Qur'an atau Hadist, tahu-2 nya anda sendiri > yang keliru =)) > > > > Salam, > > Ferizal > > > > --- In [email protected], "mayra" > <e2maza33@> wrote: > > > > > > yusuf marwoto wrote: > > > Paradigma kita dalam beragama harus dirubah. > Tidak lagi dalam > > perspektif konflik, tapi perspektif harmoni. > > > > > > comment: > > > Kalau agama Anda Islam tentu tahu Islam > menjunjung tinggi kehidupan > > yang harmonis dalam beragama. Orang Islam > dicontohkan pernah hidup > > berdampingan dengan orang Yahudi di Madinah pada > masa Nabi Muhammad > > SAW. Yang bilang Islam itu selalu berkonflik > cuma orang barat yang > > tidak tahu atau mau memfitnah Islam. > > > > > > Orang Yahudi jelas agamanya Yahudi. Orang > Kristen jelas agamanya > > Kristen. Tapi kalau orang ngakunya Islam > menyebarkan ajaran non > > Islam, wajib bagi ummat Muslim menentangnya. > > > > > > wassalam > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > From: yusuf marwoto > > > To: [email protected] > > > Sent: Saturday, August 04, 2007 9:57 AM > > > Subject: Re: [WongBanten] Hati-hati > > > > > > saya setuju dengan bung achmad hidayat. > Paradigma kita dalam > > beragama harus dirubah. Tidak lagi dalam > perspektif konflik, tapi > > perspektif harmoni. Ini mendasar. Sebab kalau > terus-terusan dilihat > > dalam paradigma konflik, ya yang ada konflik > terus. Artikel ini kan > > hanya mau menyalahkan mengapa ada orang hitam > mengapa ada orang > > putih, mengapa ada orang Amerika, Indonesia, > China, Palestina, > > Yahudi, Afrika? Mengapa ada orang Islam, > kristen, katolik, Budha, > > Hindhu, animisme, dinamisme? PERBEDAAN kok > disalahkan, === message truncated === __________________________________________________________ Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. http://travel.yahoo.com/ --------------------------------- Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, when.
