Kok begitu aja repot ya,kang. santai saja lah. nikmati hidup ini dengan damai.
perbedaan itu indah, berbagai macam warna itu indah. btw, aku yang nota bene
tidak suka akan keseragaman (uniform,materials,etc kind of that).kecuali
keseragaman dalam membina agama, membangun ketangguhan dalam kebersamaan
"menjajah" kemunafikan, brutality,perang......ach, susah. mendingan minum
wedang jahe+ubi rebus di pinggir kali sambil mancing iwak.
yusuf marwoto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
saya setuju dengan bung achmad hidayat. Paradigma kita dalam beragama harus
dirubah. Tidak lagi dalam perspektif konflik, tapi perspektif harmoni. Ini
mendasar. Sebab kalau terus-terusan dilihat dalam paradigma konflik, ya yang
ada konflik terus. Artikel ini kan hanya mau menyalahkan mengapa ada orang
hitam mengapa ada orang putih, mengapa ada orang Amerika, Indonesia, China,
Palestina, Yahudi, Afrika? Mengapa ada orang Islam, kristen, katolik, Budha,
Hindhu, animisme, dinamisme? PERBEDAAN kok disalahkan, inilah kekeliruan logika
kita. Perspektif yang menyalahkan perbedaan dengan mengambil setting konflik
hanya akan membuat dunia ini gak pernah tenang. Ribut mulu. Curiga mulu. Perang
mulu. Hidup kok dibuat repot. Kalau orang-orang pinter, intelektual muslim,
kontribusinya ke negara ini juga jelas, diapresiasi oleh sekian banyak orang,
lalu dianggap tulisannya dan pikirannya harus kita perlakukan seperti virus flu
burung, lha..kapan negara ini akan maju.
Sentimen agama itu boleh, tapi ya jangan keterlaluan, karena kita hidup di
dunia ini kan gak sendiri. Jangan kayak jualan kecap ah......malu. Islam itu
agama besar, yang harus disikapi dengan pemikiran-pemikiran besar, berjiwa
besar...bukan sebaliknya dengan pemikiran-pemikiran sempit, dan eklusif. Maaf
kalau menyinggung...tiada maksud, cuman pingin berkontribusi pemikiran saja.....
Achmad Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
hello bos,
hati2 di bagian mana?
semua yang di tulis di ensikloedia islam lebih bersifat " nice to know"
hiburan akal untuk menambah wawasan, pengetahuan atau hanya sekedar tahu saja...
kalaupun kita terlanjur mempercayai isinya, so what ? pengaruhnya apa?
kalo semua harus sama, mengapa Alloh menciptakan kita berbeda? jadi biarkan
lah berbeda, mudah2an Alloh dapat menunjukan kebenaran hakiki..
salam,
dayat tea
----- Original Message ----
From: SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, August 3, 2007 10:45:06 AM
Subject: [WongBanten] Hati-hati
Hati-hatilah Membaca Ensiklopedi Islam untuk Pelajar! Oleh : Husaini
Daud
Sebelum meninggalnya, Prof. Dr. Nurcholish Madjid tercatat sebagai pemimpin
redaksi buku Ensiklopedi Islam untuk Pelajar terbitan PT Ichtiar Baru Van
Hoeve. Redaktur Pelaksananya adalah Budhy Munawar Rachman dan Ihsan Ali Fauzi.
Di dalam jajaran penulisnya, ada sejumlah nama yang cukup dikenal, seperti
Kautsar Azhari Noer, Luthfie Assyaukanie, dan Nasaruddin Umar. Kamis
(5/4/2007), tanpa sengaja, saya menemukan Ensiklopedi ini di rumah seorang
teman di kawasan Cinere. Dia mengaku membeli buku itu untuk menyediakan
informasi yang mudah seputar Islam buat putri-putrinya.
Karena penampilannya yang menarik, Ensiklopedi ini segera tidak saya
lewatkan untuk menelaahnya. Ternyata, disamping memuat informasi yang bagus dan
penting, ada banyak hal yang perlu dikritisi dari Ensiklopedi ini. Misalnya,
dalam pembahasan tentang agama (Jilid I, hal.23), dikatakan bahwa ada teori
lain tentang agama yang menyatakan, bahwa agama asli dan tertua adalah
monoteisme, yang berasal dari wahyu Tuhan. Sejak zaman Nabi Adam AS, manusia
telah menganut monoteisme. Dinamisme, animisme, totemisme, politeisme, dan
bentuk lainnya adalah penyelewengan dari monoteisme. Teori monoteisme ini
dianut oleh umat Yahudi, Kristen, dan Islam.
Jadi, dalam ketegorisasi tersebut, agama Yahudi, Kristen dan Islam dimasukkan
dalam ketogori agama monoteis. Pada halaman yang sama juga ditulis: Sikh bisa
disebut agama sinkretik karena didirikan untuk memadukan ajaan Hindu dan
Islam. Tetapi pada Jilid V hal. 93 ditulis: Salah satu agama monoteisme yang
menggabungkan unsur-unsur Hindu dan Islam adalah Sikh. Jadi, di sini pun,
agama Sikh disebut agama monoteis.
Pada Jilid I hal. 22, diuraikan teori yang membagi agama ke dalam dua
kelompok, yaitu agama samawi (agama langit) dan agama ardi (agama bumi). Agama
samawi adalah agama yang diwahyukan oleh Tuhan, sedangkan agama ardi adalah
agama hasil pemikiran manusia. Agama samawi disebut pula agama wahyu dan
agama ardi disebut pula agama alamiah. Umumnya kaum muslim memandang bahwa
agama samawi adalah Yahudi, Kristen, dan Islam. Adapun agama ardi meliputi
antara lain Hindu, Buddha, Konfusianisme, dan Taoisme.
Lalu, pada Jilid I hal. 25 diuraikan lagi tentang makna agama langit,
bahwa: Setiap agama yang memiliki kitab dapat dianggap sebagai agama langit
(samawi), dan penganutnya adalah ahlulkitab. Islam juga memiliki kitab
(Al-Quran), namun tidak termasuk ahlulkitab dalam pengertian itu. Menurut para
mufassir, ahlul kitab meliputi kaum Yahudi, Nasrani, Majusi (Zoroaster), dan
Sabiin (pengikut mistik Plato). Kini sebutan ahlulkitab diperluas hingga
mencakup Hindu, Budha, Taoisme, dan Kong Hu Cu. Ini mendasari pemikiran Islam
tentang kebebasan beragama, sekaligus dukungan atas pluralisme agama. Dari segi
akidah, penganut agama selain ahlulkitab adalah musyrik.
Jika kita telaah penjelasan-penjelas an itu, betapa rancunya penjelasan
tentang makna dan kategorisasi agama samawi, agama ardi dan ahlulkitab
tersebut. Sebelumnya disebut, bahwa agama ardi meliputi Hindu, Buddha,
Konfusianisme, dan Taoisme. Lalu, dikatakan bahwa penganut agama samawi disebut
sebagai ahlul kitab. Kemudian, dijelaskan bahwa ahlulkitab mencakup Hindu,
Buddha, Taoisme, dan Kong Hu Cu. Jadi, yang mana yang benar? Tampak bahwa
penulis ensiklopedi ini tidak punya konsep yang jelas tentang agama-agama dan
main comot pendapat sana-sini tanpa pemikiran yang mendalam.
Ensiklopedi ini tidak menjelaskan ayat Al-Quran yang menyatakan:
Sesungguhnya agama dalam pandangan Allah adalah Islam. (QS 3:19). Juga,
Barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima oleh
Allah, dan di akhirat termasuk orang-orang yang merugi. (QS 3:85). Juga,
dilewatkan penjelasan Rasulullah saw bahwa makna al-maghdhub dalam surat
al-Fatihah adalah al-Yahuud dan al-dhaallin adalah an-Nashara. Dalam
pandangan Islam,agama samawi (agama wahyu), hanyalah Islam. Judaisme dan
Kristen sekarang bukanlah agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Isa a.s.
Disamping itu, ada unsur manipulasi yang sangat tidak etis dengan menyebut,
bahwa menurut para mufassir, ahlul kitab meliputi kaum Yahudi, Nasrani, Majusi,
dan Sabiin. Dan kini, sebutan itu diperluas hingga mencakup agama Buddha,
Hindu, Taoisme, dan Kong Hu Cu. Penulis Ensiklopedi ini tidak menyebut,
mufassir mana yang memiliki pendapat seperti itu. Padahal, pendapat yang
melebarkan makna ahlulkitab selain untuk Yahudi dan Kristen adalah pendapat
yang lemah, dan hanya sebagian kecil mufassir yang berpendapat seperti itu.
Pendapat ini sudah begitu banyak dikritik oleh para ulama.
Kajian yang serius tentang Ahl Kitab telah dilakukan, misalnya, oleh Quraish
Shihab dalam bukunya Wawasan Al-Quran (1996:368) dan Dr. Muhammad Galib dalam
bukunya Ahl Kitab Makna dan Cakupannya (1998:36-37) , yang juga diterbitkan
oleh Paramadina. Buku Dr. M. Galib ini adalah disertasi doktornya di IAIN
Ciputat. Setelah mengkaji berbagai ayat Al-Quran, hadits, dan pendapat para
ulama tentang masalah ini, mereka menyimpulkan bahwa istilah Ahl Kitab memang
lebih tepat hanya ditujukan kepada kaum Yahudi dan Nasrani. Semasa hidupnya,
Nurcholish Madjid belum pernah menulis karya yang serius tentang masalah ini.
Tetapi, penulis Ensiklopedi ini berfantasi lebih jauh tentang ahlulkitab.
Pada jilid III hal. 38 yang membahas tentang Islam dan agama lain, ditulis:
Dalam Al-Quran, orang Yahudi dan Kristen disebut dengan ahlulkitab. Konsep
ahlulkitab ini memberi petunjuk bahwa Islam tidak serta merta mengelompokkan
orang-orang non-muslim sebagai kafir. Pada jilid III hal. 70, yang membahas
tentang makna KAFIR, lagi-lagi dibahas tentang ahlulkitab. Di sini dikatakan:
Kaum ahlulkitab Yahudi dan Nasrani tidak termasuk dalam kelompok kafir
walaupun mereka mengingkari kerasulan Nabi Muhammad SAW. Dalam teologi Islam,
mereka dimasukkan ke dalam golongan ahlulkitab yang mempunyai hak dan kewajiban
yang sama dengan orang-orang yang beriman.
Kita tentu patut tercengang dengan penjelasan Nurcholish Madjid dan
kawan-kawannya tersebut, bahwa walaupun kaum Yahudi dan Kristen mengingkari
kerasulan Nabi Muhammad saw, mereka tidak bisa disebut sebagai kafir, tetapi
disebut sebagai ahlulkitab. Padahal, Al-Quran surat al-Bayyinah ayat 6
menjelaskan, Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang
musyrik (akan masuk) neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu
seburuk-buruk makhluk. (terjemahan versi Departemen Agama RI).
Prof. Hamka menjelaskan ayat ini dalam Tafsir Al-Azhar: Sesungguhnya
orang-orang yang kafir (pangkal ayat 6). Yaitu orang-orang yang sengaja
menolak, membohongkan dan memalsukan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi
Muhammad saw itu, padahal kalau mereka pakai akal yang sihat, tidak ada satu
juapun yang dapat dibantah, sehingga mereka menolak itu hanya semata-mata
karena dipengaruhi oleh hawanafsu belaka; Dari ahlil kitab dan musyrikin itu.
Yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani dan musyrikin penyembah berhala.
Lagipula begitu banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang kekafiran kaum
yang mengangkat Nabi Isa a.s. sebagai tuhan. QS al-Maidah ayat 72 menegaskan:
Sungguh telah kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwa Allah ialah al-Masih
Ibnu Maryam, padahal al-Masih sendiri berkata: Hai Bani Israil, sembahlah
Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Nabi Muhammad saw juga bersabda: Demi Dzat yang
menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorang pun baik Yahudi maupun Nashrani yang
mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak
beriman terhadap ajaran yang aku bawa kecuali ia akan menjadi penghuni neraka.
(HR Muslim)
Cara pandang pluralisme agama tampak cukup dominan dalam menjelaskan tentang
agama-agama dalam Ensiklopedi ini. Itu, misalnya, bisa dilihat dalam penjelasan
tentang pahala. Pada Jilid IV hal. 117 ditulis: Pahala bersifat universal,
dalam arti berlaku untuk semua umat beragama, tidak hanya umat Islam. Selama
orang tersebut beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian, lalu mau berbuat
kebaikan serta beramal saleh, maka dia akan menerima balasan atau ganjaran dari
Allah SWT
.(QS 2:62).
Kita sudah paham, bahwa ayat tersebut sering disalahgunakan oleh kaum
pluralis agama untuk menjustifikasi pandangan mereka. Padahal, manusia mana pun
yang mau beriman kepada Allah SWT dan beribadah kepada-Nya dengan benar, pasti
harus menerima dan mengimani kerasulan Muhammad saw. Bahkan, Rasyid Ridha
menjelaskan, bagi kaum Ahli Kitab yang dakwah Islam sampai kepada mereka
(sesuai rincian QS 3:199), maka ada lima syarat keselamatan, diantaranya (1)
beriman kepada Allah dengan iman yang benar, yakni iman yang tidak bercampur
dengan kemusyrikan dan (2) beriman kepada Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi
Muhammad.
Siapa pun yang beriman kepada Allah dengan benar dan beriman kepada Al-Quran
maka dia sudah menjadi muslim dan bagian dari umat Islam. Seyogyanya,
Ensiklopedi ini tidak mengaburkan ajaran Islam yang sangat mendasar ini.
Dalam mempromosikan para cendekiawan, Ensiklopedi ini juga memasukkan
tokoh-tokoh yang pluralis, seperti Frithjof Schuon. Ditulis misalnya komentar
tentang buku Schuon yang berjudul Understanding Islam: Buku ini mendapat
sambutan baik di dunia Islam. Sayid Hussein an-Nasr, seorang ahli sejarah dan
filsafat, misalnya, menyebut karya Schuon itu sebagai buku terbaik tentang
Islam sebagai agama dan tuntunan hidup. (Jilid V, hal. 77).
Fritjof Schuon adalah tokoh pembawa paham perenialisme atau Kesatuan
Transendensi Agama-agama (Trancendent Unity of Religion). Beberapa kali kita
membahas paham perenialisme ini dan memberikan kritik terhadapnya. Dalam
bukunya, Tren Pluralisme Agama, Dr. Anis Malik Thoha menyimpulkan, bahwa
gagasan filsafat perenial akhirnya berujung kepada paham kesetaraan
agama-agama. Gagasan ini bukan saja semakin menjauh dari Islam, tetapi juga
semakin menjauh dari cita-cita yang ditujunya. Oleh karena itu, gagasan ini
lebih merupakan problem ketimbang menjadi solusi bagi keragaman agama. Jika mau
fair, Ensiklopedi ini harusnya juga mencantumkan kritik terhadap paham
perenialisme agama yang dibawa oleh Schuon, Hossein Nasr, dan kawan-kawannya.
Dalam hal-hal yang mengarah kepada Pluralisme Agama, Ensiklopedi bersifat
sangat jelas keberpihakannya. Tetapi, dalam berbagai hal lain, bersikap
seolah-olah netral. Misalnya, ketika membahas tentang sekularisasi Kemal
Ataturk di Turki. Pada Jilid I hal. 83 ditulis:
Ataturk menasionalisasikan kandungan Al-Quran dan ibadah keagamaan dari
bahasa Arab ke bahasa Turki. Kebijakan ini dianggap sebagian orang sebagai
pencerahan keagamaan. Juga ditulis: Setelah menjadi presiden Turki, Ataturk
mengubah Turki menjadi negara sekuler dan menutup semua lembaga keagamaan
Islam, termasuk sistem pendidikan agama tradisional. Selain itu, dalam upayanya
untuk menyejajarkan budaya Turki dengan budaya Barat, ia menganjurkan agar
rakyat Turki mengenakan pakaian Barat dan mencantumkan nama keluarga
sebagaimana berlaku di Barat. Meskipun begitu, umat Islam tetap bebas
melaksanakan ajaran agamanya.
Tentu saja, penjelasan Ensiklopedi tentang sekularisasi Kemal Ataturk
tersebut sangat tidak benar. Adalah dusta belaka jika penulis Ensiklopedi ini
menyatakan, umat Islam bebas menjalankan agamanya di masa Kemal Ataturk. Kita
bisa melihat kembali sejarah Turki. Untuk pertama kalinya secara resmi azan
wajib dikumandangkan dalam bahasa Turki pada Januari 1932. Semula shalat juga
diwajibkan dalam bahasa Turki, tetapi gagal dilaksanakan karena ditentang keras
masyarakat Turki. Tahun 1933, pemerintah menyatakan, azan dalam bahasa Arab
adalah pelanggaran. Tahun 1937, prinsip sekularisme dimasukkan ke dalam
Kosntitusi Turki, sehingga resmilah Turki menjadi negara Republik sekular.
Tahun 1930, pendidikan agama ditiadakan di sekolah-sekolah perkotaan, dan di
sekolah-sekolah perdesaan pada tahun 1933. Pelajaran Bahasa Arab dan Persia
dihapuskan pada tahun 1928. Pada tahun ini juga tulisan Arab diganti dengan
tulisan Latin.
Attaturk menjalankan pemerintahannya secara diktator. Ia tak segan-segan
menghukum mati orang-orang yang enggan kepada pemerintahan Kemalis. Pada
tanggal 13 Juli 1926, 15 orang digantung dimuka umum. Tahun 1930, 800 orang
anti-Kemalis ditangkap dan dihukum mati. Tahun 1931, keluar peraturan yang
melarang media massa mengeluarkan propaganda yang dianggap membahayakan
pemerintahan Kemalis. Hingga kini, jilbab masih dilarang dikenakan di
kantor-kantor pemerintah.
Jadi, apakah umat Islam bebas menjalankan agamanya di masa Kemal Ataturk,
sebagaimana ditulis oleh Ensiklopedi ini? Jelas itu pernyataan bohong!!!
Demikianlah telaah kita tentang isi Ensiklopedi Islam untuk Pelajar yang
ditulis oleh Nurcholish Madjid dan kawan-kawannya. Sangat disayangkan, buku
yang mengandung banyak informasi bagus seputar Islam dan peradaban Islam ini
dicemari dengan sejumlah paham dan pemikiran yang keliru dan mengelirukan
tentang Islam. Karena sudah menggunakan nama Islam, maka seyogyanya dilakukan
klarifikasi serius oleh para pakar Islam dalam berbagai bidang sebelum
Ensiklopedi ini diterbitkan.
Sayangnya, tahun 2001, Menteri Agama Said Agil Husin al-Munawar pun
memberikan rekomendasinya. Begitu pula dengan Mendiknas A. Malik Fadjar.
Mungkin mereka tidak membaca isinya dengan cermat. Karena Ensiklopedi ini sudah
tersebar luas di tengah keluarga Muslim, kita hanya bisa berharap, agar para
orang tua berhati-hati dalam menyuguhkan bacaan bagi putra-putrinya. Kita
mengimbau, penerbit buku ini bisa merevisi sejumlah kekeliruan. Kasihan
penerbitnya, karena mereka nanti harus bertanggung jawab di hadapan Allah.
Tetapi, lebih baik lagi, jika para ulama dan cendekiawan Muslim segera menulis
Ensiklopedi yang lebih baik daripada karya Nurcholish Madjid dan kawan-kawan
tersebut.
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.