yusuf marwoto wrote:
Paradigma kita dalam beragama harus dirubah. Tidak lagi dalam perspektif 
konflik, tapi perspektif harmoni.

comment: 
Kalau agama Anda Islam tentu tahu Islam menjunjung tinggi kehidupan yang 
harmonis dalam beragama. Orang Islam dicontohkan pernah hidup berdampingan 
dengan orang Yahudi di Madinah pada masa Nabi Muhammad SAW. Yang bilang Islam 
itu selalu berkonflik cuma orang barat yang tidak tahu atau mau memfitnah Islam.

Orang Yahudi jelas agamanya Yahudi. Orang Kristen jelas agamanya Kristen. Tapi 
kalau orang ngakunya Islam menyebarkan ajaran non Islam, wajib bagi ummat 
Muslim menentangnya.

wassalam


----- Original Message ----- 
From: yusuf marwoto 
To: [email protected] 
Sent: Saturday, August 04, 2007 9:57 AM
Subject: Re: [WongBanten] Hati-hati

saya setuju dengan bung achmad hidayat. Paradigma kita dalam beragama harus 
dirubah. Tidak lagi dalam perspektif konflik, tapi perspektif harmoni. Ini 
mendasar. Sebab kalau terus-terusan dilihat dalam paradigma konflik, ya yang 
ada konflik terus. Artikel ini kan hanya mau menyalahkan mengapa ada orang 
hitam mengapa ada orang putih, mengapa ada orang Amerika, Indonesia, China, 
Palestina, Yahudi, Afrika? Mengapa ada orang Islam, kristen, katolik, Budha, 
Hindhu, animisme, dinamisme? PERBEDAAN kok disalahkan, inilah kekeliruan logika 
kita. Perspektif yang menyalahkan perbedaan dengan mengambil setting konflik 
hanya akan membuat dunia ini gak pernah tenang. Ribut mulu. Curiga mulu. Perang 
mulu. Hidup kok dibuat repot. Kalau orang-orang pinter, intelektual muslim, 
kontribusinya ke negara ini juga jelas, diapresiasi oleh sekian banyak orang, 
lalu dianggap tulisannya dan pikirannya harus kita perlakukan seperti virus flu 
burung, lha..kapan negara ini akan maju. 

Sentimen agama itu boleh, tapi ya jangan keterlaluan, karena kita hidup di 
dunia ini kan gak sendiri. Jangan kayak jualan kecap ah......malu. Islam itu 
agama besar, yang harus disikapi dengan pemikiran-pemikiran besar, berjiwa 
besar...bukan sebaliknya dengan pemikiran-pemikiran sempit, dan eklusif. Maaf 
kalau menyinggung...tiada maksud, cuman pingin berkontribusi pemikiran saja.....

 

Kirim email ke