setuju yat.

--- Achmad Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> hello bos,
> 
> hati2  di bagian mana?
> semua yang di tulis di ensikloedia islam lebih
> bersifat " nice to know"  hiburan akal untuk
> menambah wawasan, pengetahuan atau hanya sekedar
> tahu saja...
> kalaupun kita terlanjur mempercayai isinya, so what
> ? pengaruhnya apa?
> kalo semua harus sama, mengapa Alloh menciptakan
> kita berbeda? jadi biarkan lah berbeda, mudah2an
> Alloh dapat menunjukan kebenaran hakiki..
> 
> salam,
> dayat tea
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, August 3, 2007 10:45:06 AM
> Subject: [WongBanten] Hati-hati
> 
> Hati-hatilah Membaca �Ensiklopedi Islam untuk
> Pelajar!�
> Oleh : Husaini Daud 
>  
> Sebelum meninggalnya, Prof. Dr. Nurcholish Madjid
> tercatat sebagai pemimpin redaksi buku
�Ensiklopedi
> Islam untuk Pelajar� terbitan PT Ichtiar Baru Van
> Hoeve. Redaktur Pelaksananya adalah Budhy Munawar
> Rachman dan Ihsan Ali Fauzi. Di dalam jajaran
> penulisnya, ada sejumlah nama yang cukup dikenal,
> seperti Kautsar Azhari Noer, Luthfie Assyaukanie,
> dan Nasaruddin Umar. Kamis (5/4/2007), tanpa
> sengaja, saya menemukan Ensiklopedi ini di rumah
> seorang teman di kawasan Cinere. Dia mengaku membeli
> buku itu untuk menyediakan informasi yang mudah
> seputar Islam buat putri-putrinya.
> Karena penampilannya yang menarik, Ensiklopedi ini
> segera tidak saya lewatkan untuk menelaahnya.
> Ternyata, disamping memuat informasi yang bagus dan
> penting, ada banyak hal yang perlu dikritisi dari
> Ensiklopedi ini. Misalnya, dalam pembahasan tentang
> agama (Jilid I, hal.23), dikatakan bahwa ada teori
> lain tentang agama yang menyatakan, bahwa agama asli
> dan tertua adalah monoteisme, yang berasal dari
> wahyu Tuhan. Sejak zaman Nabi Adam AS, manusia telah
> menganut monoteisme. Dinamisme, animisme, totemisme,
> politeisme, dan bentuk lainnya adalah penyelewengan
> dari monoteisme. Teori monoteisme ini dianut oleh
> umat Yahudi, Kristen, dan Islam.
> Jadi, dalam ketegorisasi tersebut, agama Yahudi,
> Kristen dan Islam dimasukkan dalam ketogori agama
> monoteis. Pada halaman yang sama juga ditulis:
�Sikh
> bisa disebut agama sinkretik karena didirikan untuk
> memadukan ajaan Hindu dan Islam.� Tetapi pada
Jilid
> V hal. 93 ditulis: �Salah satu agama monoteisme
yang
> menggabungkan unsur-unsur Hindu dan Islam adalah
> Sikh.� Jadi, di sini pun, agama Sikh disebut agama
> monoteis.
> Pada Jilid I hal. 22, diuraikan teori yang membagi
> agama ke dalam dua kelompok, yaitu agama samawi
> (agama langit) dan agama ardi (agama bumi). Agama
> samawi adalah agama yang diwahyukan oleh Tuhan,
> sedangkan agama ardi adalah agama hasil pemikiran
> manusia. Agama samawi disebut pula �agama wahyu�
dan
> agama ardi disebut pula �agama alamiah�. Umumnya
> kaum muslim memandang bahwa agama samawi adalah
> Yahudi, Kristen, dan Islam. Adapun agama ardi
> meliputi antara lain Hindu, Buddha, Konfusianisme,
> dan Taoisme.
> Lalu, pada Jilid I hal. 25 diuraikan lagi tentang
> makna �agama langit�, bahwa: �Setiap agama
yang
> memiliki kitab dapat dianggap sebagai �agama
langit�
> (samawi), dan penganutnya adalah ahlulkitab. Islam
> juga memiliki kitab (Al-Qur�an), namun tidak
> termasuk ahlulkitab dalam pengertian itu. Menurut
> para mufassir, ahlul kitab meliputi kaum Yahudi,
> Nasrani, Majusi (Zoroaster), dan Sabi�in (pengikut
> mistik Plato). Kini sebutan ahlulkitab diperluas
> hingga mencakup Hindu, Budha, Taoisme, dan Kong Hu
> Cu. Ini mendasari pemikiran Islam tentang kebebasan
> beragama, sekaligus dukungan atas pluralisme agama.
> Dari segi akidah, penganut agama selain ahlulkitab
> adalah musyrik.�
> Jika kita telaah penjelasan-penjelas an itu, betapa
> rancunya penjelasan tentang makna dan kategorisasi
> �agama samawi�, �agama ardi� dan
�ahlulkitab�
> tersebut. Sebelumnya disebut, bahwa agama ardi
> meliputi Hindu, Buddha, Konfusianisme, dan Taoisme.
> Lalu, dikatakan bahwa penganut agama samawi disebut
> sebagai ahlul kitab. Kemudian, dijelaskan bahwa
> ahlulkitab mencakup Hindu, Buddha, Taoisme, dan Kong
> Hu Cu. Jadi, yang mana yang benar? Tampak bahwa
> penulis ensiklopedi ini tidak punya konsep yang
> jelas tentang agama-agama dan main comot pendapat
> sana-sini tanpa pemikiran yang mendalam.
> Ensiklopedi ini tidak menjelaskan ayat Al-Quran yang
> menyatakan: �Sesungguhnya agama dalam pandangan
> Allah adalah Islam�. (QS 3:19). Juga,
�Barangsiapa
> yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan
> diterima oleh Allah, dan di akhirat termasuk
> orang-orang yang merugi.� (QS 3:85). Juga,
> dilewatkan penjelasan Rasulullah saw bahwa makna
> �al-maghdhub� dalam surat al-Fatihah adalah
> al-Yahuud dan �al-dhaallin� adalah an-Nashara.
Dalam
> pandangan Islam,�agama samawi� (agama wahyu),
> hanyalah Islam. Judaisme dan Kristen sekarang
> bukanlah agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi
> Isa a.s.
> Disamping itu, ada unsur manipulasi yang sangat
> tidak etis dengan menyebut, bahwa menurut para
> mufassir, ahlul kitab meliputi kaum Yahudi, Nasrani,
> Majusi, dan Sabi�in. Dan kini, sebutan itu
diperluas
> hingga mencakup agama Buddha, Hindu, Taoisme, dan
> Kong Hu Cu. Penulis Ensiklopedi ini tidak menyebut,
> mufassir mana yang memiliki pendapat seperti itu.
> Padahal, pendapat yang melebarkan makna ahlulkitab
> selain untuk Yahudi dan Kristen adalah pendapat yang
> lemah, dan hanya sebagian kecil mufassir yang
> berpendapat seperti itu. Pendapat ini sudah begitu
> banyak dikritik oleh para ulama.
> Kajian yang serius tentang Ahl Kitab telah
> dilakukan, misalnya, oleh Quraish Shihab dalam
> bukunya �Wawasan Al-Quran� (1996:368) dan Dr.
> Muhammad Galib dalam bukunya �Ahl Kitab Makna dan
> Cakupannya� (1998:36-37) , yang juga diterbitkan
> oleh Paramadina. Buku Dr. M. Galib ini adalah
> disertasi doktornya di IAIN Ciputat. Setelah
> mengkaji berbagai ayat Al-Quran, hadits, dan
> pendapat para ulama tentang masalah ini, mereka
> menyimpulkan bahwa istilah �Ahl Kitab� memang
lebih
> tepat hanya ditujukan kepada kaum Yahudi dan
> Nasrani. Semasa hidupnya, Nurcholish Madjid belum
> pernah menulis karya yang serius tentang masalah
> ini.
> Tetapi, penulis Ensiklopedi ini berfantasi lebih
> jauh tentang ahlulkitab. Pada jilid III hal. 38 yang
> membahas tentang Islam dan agama lain, ditulis:
> �Dalam Al-Qur�an, orang Yahudi dan Kristen
disebut
> dengan ahlulkitab. Konsep ahlulkitab ini memberi
> petunjuk bahwa Islam tidak serta merta
> mengelompokkan orang-orang non-muslim sebagai
> kafir.� Pada jilid III hal. 70, yang membahas
> tentang makna KAFIR, lagi-lagi dibahas tentang
> ahlulkitab. Di sini dikatakan: �Kaum ahlulkitab
> Yahudi dan Nasrani tidak termasuk dalam kelompok
> kafir walaupun mereka mengingkari kerasulan Nabi
> Muhammad SAW. Dalam teologi Islam, mereka dimasukkan
> ke dalam golongan ahlulkitab yang mempunyai hak dan
> kewajiban yang sama dengan orang-orang yang
> beriman.�
> Kita tentu patut tercengang dengan penjelasan
> Nurcholish Madjid dan kawan-kawannya tersebut, bahwa
> walaupun kaum Yahudi dan Kristen mengingkari
> kerasulan Nabi Muhammad saw, mereka tidak bisa
> disebut sebagai kafir, tetapi disebut sebagai
> ahlulkitab. Padahal, Al-Quran surat al-Bayyinah ayat
> 6 menjelaskan, �Sesungguhnya orang-orang kafir
yakni
> ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk)
> neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka
> itu seburuk-buruk makhluk.� (terjemahan versi
> Departemen Agama RI).
> Prof. Hamka menjelaskan ayat ini dalam Tafsir
> Al-Azhar: �Sesungguhnya orang-orang yang kafir
> (pangkal ayat 6). Yaitu orang-orang yang sengaja
> menolak, membohongkan dan memalsukan ajaran-ajaran
> yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw itu, padahal
> kalau mereka pakai akal yang sihat, tidak ada satu
> juapun yang dapat dibantah, sehingga mereka menolak
> itu hanya semata-mata karena dipengaruhi oleh
> hawanafsu belaka; �Dari ahlil kitab dan musyrikin
> itu.� Yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani dan
> musyrikin penyembah berhala.�
> Lagipula begitu banyak ayat Al-Quran yang
> menjelaskan tentang kekafiran kaum yang mengangkat
> Nabi Isa a.s. sebagai tuhan. QS al-Maidah ayat 72
> menegaskan: �Sungguh telah kafirlah orang-orang
yang
> menyatakan bahwa Allah ialah al-Masih Ibnu Maryam,
> padahal al-Masih sendiri berkata: Hai Bani Israil,
> sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.� Nabi
Muhammad
> saw juga bersabda: �Demi Dzat yang menguasai jiwa
> Muhammad, tidak ada seorang pun baik Yahudi maupun
> Nashrani yang mendengar tentang diriku dari Umat
> Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman
> terhadap ajaran yang aku bawa kecuali ia akan
> menjadi penghuni neraka.� (HR Muslim)
> Cara pandang pluralisme agama tampak cukup dominan
> dalam menjelaskan tentang agama-agama dalam
> Ensiklopedi ini. Itu, misalnya, bisa dilihat dalam
> penjelasan tentang �pahala�. Pada Jilid IV hal.
117
> ditulis: �Pahala bersifat universal, dalam arti
> berlaku untuk semua umat beragama, tidak hanya umat
> Islam. Selama orang tersebut beriman kepada Allah
> SWT dan hari kemudian, lalu mau berbuat kebaikan
> serta beramal saleh, maka dia akan menerima balasan
> atau ganjaran dari Allah SWT�.(QS 2:62).�
> Kita sudah paham, bahwa ayat tersebut sering
> disalahgunakan oleh kaum pluralis agama untuk
> menjustifikasi pandangan mereka. Padahal, manusia
> mana 
=== message truncated ===



       
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC

Kirim email ke