Senin (7/7) DPRD Kabupaten Serang kembali melakukan rapat kerja membicarakan
nasib investasi PT Tirta Investama, anak perusahaan Danone yang membangun
pabrik Aqua di Kampung Cirahab Desa Curugoong Kecamatan Padarincang Kabupaten
Serang Provinsi Banten. Kalau tak salah menghitung ini adalah kali ketiga DPRD
Serang memanggil Eksekutif yang memberikan izin mendirikan bangunan. Jelas,
dalam rapat itu juga dibahas tentang penolakan mayoritas warga Kecamatan
Padarincang yang menolak pembangunan pabrik Aqua itu yang dianggap merugikan
khalayak di Padarincang.
Warga yang terdiri dari ulama, mahasiswa, tokoh pemuda, pelajar dan forum
lurah sudah tiga kali mengadakan audiensi dengan pihak DPRD Serang. Dan secara
tegas mereka tidak menerima keberadaan pabrik yang bakal menguras air bawah
tanah mereka. Harga Mati: Menolak
SAUDARA SETANAH AIR, PARA PEJUANG LINGKUNGAN, KAWAN-KAWAN WARTAWAN, TEMAN-TEMAN
BIROKRAT, YANG SAYA MULYAKAN. TERKAIT DENGAN PENOLAKAN WARGA PADARINCANG INI
INGIN RASANYA SAYA BERCERITA SEKILAS TENTANG CIRAHAB
***
Mata Air Cirahab adalah sebuah berkah buat warga kampung Sukaraja khususnya
dan Padarincang umumnya. Ia menjadi mata air yang menjadi sumber penghasilan
untuk orang-orang yang berada di lingkungan Cirahab. Saya memanggil kali ini
dengan Air Cimami (Karena disitu ada nama yang bernama Mami. Tokoh masyarakat,
anak salah satu tokoh di Padarincang).
Cirahab terletak di kaki Gunung Karang. Gunung yang terbesar di Banten. Lebih
dekat lagi dengan Gunung Wangun yang merupakan gugusan Gunung Karang. Dari
sebuah sudutnya terdapat mata air yang mengeluarkan air bening dan jernih.
Saat saya usia SD hingga SMP ini adalah tempat favorit yang saya kunjungi.
Bahkan sampai saat ini masih menjadi tempat kebanggaan saya. Saya sering
mengenalkannya kepada kawan-kawan. Airnya yang bening menjadi tempat segar
untuk melepaskan dahaga kawan. Rumah saya di Kampung Cisaat, sekitar tiga
kilometer ke kampung Cirahab ini. Meskipun begitu saya dan kawan-kawan rela
untuk berjalan. Apalagi hari minggu. Sambil olahraga. Itu tidah dilakukan oleh
saya tetapi anak-anak kecil dari kampung-kampung yang lain.
Jika kemarau datang Cirahab adalah berkah buat kami. Warga yang berada di Desa
Cipayung, Ciomas, Barugbug, Cisaat, Batukuwung, Curugoong, Cisaat, pasti
berbondong-bondong mandi bersama, kemudian mengambil air dengan kokang sebagai
oleh-oleh pulang Rumah. Indah rasanya. Tak ada beban
Saat saya masih kelas lima SD bersama kawan-kawan saya masih sering
memanfaatkannya untuk bacakan, makan bersama gaya Banten, di daun dengan
sambal dan ikan panggan hasil tangkapan atau ngegogo.
Namun menginjak Madrasah Tsnawiyah, sekitar 1997-an kondisinya mulai
berbeda. Dari sumber utama air Cirahab dibangun sebuah pabrik air minum
kemasan. Nama perusahaannya adalah PT NATURAL EKA PERKASA. Warga mulai
terganggu, ada percikan kemarahan dari masyarakat. Namun masyarakat
membolehkannya karena perusahaan yang konon milik Tomy ini tidak terlampau
eksploitatif. Hanya dalam jumlah kecil.
Saudara setanah air
Yang lebih penting lagi sebenarnya adalah mata air Cirahab ini mengairi lebih
dari 4000 hektar sawah yang tersebar di Desa Batuwung, Desa Cipayung, Desa
Barugbug. Saya tahu persis. Kebetulan Dari Cirahab ini mengalir ke tempat
sawah kakek saya yang letaknya sekitar satu kilo dari mata air Cirahab,
persisnya di Kampung Ciwarna. Bersama keluarga, saya sering memakainya untuk
mandi jika habis kotor-kotoran di sawah. Artinya air ini menghidupi tanah
4000 hektar yang menjadi sumber penghidupan langsung dari empat desa.
Namun pihak perusahaan seperti menutup mata. Diberbagai media mereka bilang
tidak akan mengganngu pasokan air dengan alasan yang diambil adalah air bawah
tanah.
Parmaningsih, Coorperation Secretary PT Tirta Investama, ketika dimintai
tanggapannya soal desakan warga agar pembangunan tidak dilanjutkan, justru
mengaku optimis pabrik aqua dapat berdiri di Serang.
Menurut wanita berkacamata ini, terkait kekhawatirkan warga soal ancaman
kekeringan beberapa tahun mendatang, Parmaningsih menjelaskan, pihak perusahaan
sudah memikirkan hal tersebut. (Radar Banten, 2 Juli 2008)
Mereka juga mengimingi dengan janji lapangan pekerjaan dan kesejahteraan untuk
rakyat setempat.
Saya mungkin bodoh untuk persoalan perairan ini. Tapi cobalah tengok
www.inilah.com/berita/2008/01/03/6287/tragedi-sukabumi-duka-di-tengah-limpahan-air-(1)/
-
Coba juga klik di mesin pencari Google dan ketik akibat kerusakan AQUA.
Sungguh!!! saya tak bisa membayangkannya jika saudara-saudara kami di
Padarincang seperti halnya di Sukabumi
Karena itulah Saudara Setanah Air,
saya menyampaikan pesan masyarakat Padarincang:
Masyarakat Padarincang mohon do’a dari kedzoliman
Birokrat, LSM yang nakal, dan para anggota legeslatif yang serakah. Juga dari
godaan sesaat RP I Miliar uang yang akan digelontorkan Tirta Investama kepada
warga, semoga terhindari dari hasutan segelintir warga Padarincang yang sudah
menjadi calo tanah, dan terhindar dari orang-orang yang telah menggadaikan
Cirahab. Kepada PT Tirta Investama warga padarincang memohon maaf karena anda
harus keluar dari wilayah kami.
Kepada Saudara Setanah Air,
Kami membutuhkan bantuan saudara-saudara. Kepada para aktivis lingkungan
dimanapun berada, teman-teman wartawan, pemerintah daerah Serang, DPRD Banten,
Gubernur Banten, Menteri Lingkungan Hidup. Dan siapa saja yang memiliki
peranana untuk menolaknya. 4000 ribu hektar sawah, yang selama ini menyuplai
beras ke Pasar Induk Rau akan kering kerontang. Sawah yang menjadi sumber
penghasilan akan terbengkalai. Para petani di lima desa ini hanya akan gigit
jari. Dan tentu saja mandi bareng anak-anak riang saya dulu tidak akan ada lagi
ceritanya. Karena tak ada lagi air Cirahab yang jernih itu.
Duhai Tuhan!! Negeri kami sedang di obok-obok.
Mohon Bantuan kawan-kawan. Kami rakyat tak menghendaki. Tapi-tapi tangan-tangan
jahil terus mengintai.
www.setiakarya.wordpress.com
Untuk lebih jelasnya
Hubungi
Abdul Basyit (Koordinator)
081911127433
MUI PADARINCANG, FORUM LINTAS BARAT, LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM)
KECAMATAN PADARINCANG, FORUM PEDULI LINGKUNGAN, FORUM KOMUNIKASI KEPALA DESA
(FKKD) PADARINCANG, MAPALA UNTIRTA, HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA
IAIN, BEM UNTIRTA.
Catatan:
Masyarakat Padarincang mengucapkan terimakasih kepada Radar Banten, Banten Raya
Post, Fajar Bantenm Satelit News, Tangerang Tribun, Banten TV, dan media
lainnya yang intens menyampaikan informasi yang balance. Semoga tetap
komitmen membela rakyat.