Salam,
rekan-rekan terimakasih 
atas respon yang baik.
Dari berbagai milis alhamdulillah
ditanggapi serius oleh teman-teman.
Sekarang ini prosesnya sekarang sedang
menunggu Amdal dari DPLH.
Tadi baru saja saya ketemu Najib Hamas,
Komisi D yang mengurusi investasi ini.
Semoga anggota dewan ini bisa
dibukakan pintu hatinya.
Dan tidak tergoda dengan sogokan uang..
Mbak Dian nanti saya kontak ya..
 
thanks
aji setiakarya
www.setiakarya,wordpress.com
 
 


--- On Wed, 7/9/08, dian agusdiana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: dian agusdiana <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [WongBanten] Mohon Bantuan, Kampungku Di Obok-obok!!
To: [email protected]
Date: Wednesday, July 9, 2008, 10:27 AM






butuh bantuan hukum ga?
mulai dikaji dan menyerang pake cara hukum, selain
pilitis dan tekanan masyarakat.. .

dian, 
advokat,
PAHAM BANTEN.
085216760092

--- aji setiakarya <aji_setiakarya@ yahoo.com> wrote:

> 
> Senin (7/7) DPRD Kabupaten Serang kembali melakukan
> rapat kerja membicarakan nasib investasi PT Tirta
> Investama, anak perusahaan Danone yang membangun
> pabrik Aqua di Kampung Cirahab Desa Curugoong 
> Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Provinsi
> Banten. Kalau tak salah menghitung ini adalah kali
> ketiga DPRD Serang memanggil Eksekutif yang 
> memberikan izin mendirikan bangunan. Jelas, dalam
> rapat itu juga dibahas tentang penolakan mayoritas
> warga Kecamatan Padarincang yang menolak pembangunan
> pabrik Aqua itu yang dianggap merugikan khalayak di
> Padarincang. 
> 
> Warga yang terdiri dari ulama, mahasiswa, tokoh
> pemuda, pelajar dan forum lurah sudah tiga kali
> mengadakan audiensi dengan pihak DPRD Serang. Dan
> secara tegas mereka tidak menerima keberadaan pabrik
> yang bakal menguras air bawah tanah mereka. Harga
> Mati: Menolak
> 
> SAUDARA SETANAH AIR, PARA PEJUANG LINGKUNGAN,
> KAWAN-KAWAN WARTAWAN, TEMAN-TEMAN BIROKRAT, YANG
> SAYA MULYAKAN. TERKAIT DENGAN PENOLAKAN WARGA
> PADARINCANG INI INGIN RASANYA SAYA BERCERITA SEKILAS
> TENTANG CIRAHAB
> ***
> 
> Mata Air Cirahab adalah sebuah berkah buat warga
> kampung Sukaraja khususnya dan Padarincang umumnya.
> Ia menjadi mata air yang menjadi sumber penghasilan 
> untuk orang-orang yang berada di lingkungan Cirahab.
> Saya memanggil kali ini dengan Air Cimami (Karena
> disitu ada nama yang bernama Mami. Tokoh masyarakat,
> anak salah satu tokoh di Padarincang) . 
> 
> Cirahab terletak di kaki Gunung Karang. Gunung yang
> terbesar di Banten. Lebih dekat lagi dengan Gunung
> Wangun yang merupakan gugusan Gunung Karang. Dari
> sebuah sudutnya terdapat mata air yang
> mengeluarkan air bening dan jernih. Saat saya usia
> SD hingga SMP ini adalah tempat favorit yang saya
> kunjungi. Bahkan sampai saat ini masih menjadi
> tempat kebanggaan saya. Saya sering mengenalkannya
> kepada kawan-kawan. Airnya yang bening menjadi
> tempat segar untuk melepaskan dahaga kawan. Rumah
> saya di Kampung Cisaat, sekitar tiga kilometer ke
> kampung Cirahab ini. Meskipun begitu saya dan
> kawan-kawan rela untuk berjalan. Apalagi hari
> minggu. Sambil olahraga. Itu tidah dilakukan oleh
> saya tetapi anak-anak kecil dari kampung-kampung
> yang lain. 
> 
> Jika kemarau datang Cirahab adalah berkah buat kami.
> Warga yang berada di Desa Cipayung, Ciomas,
> Barugbug, Cisaat, Batukuwung, Curugoong, Cisaat,
> pasti berbondong-bondong mandi bersama, kemudian
> mengambil air dengan kokang sebagai oleh-oleh
> pulang Rumah. Indah rasanya. Tak ada beban
> 
> Saat saya masih kelas lima SD bersama kawan-kawan
> saya masih sering memanfaatkannya untuk bacakan,
> makan bersama gaya Banten, di daun dengan sambal
> dan ikan panggan hasil tangkapan atau ngegogo. 
> 
> Namun menginjak Madrasah Tsnawiyah, sekitar
> 1997-an kondisinya mulai berbeda. Dari sumber
> utama air Cirahab dibangun sebuah pabrik air minum
> kemasan. Nama perusahaannya adalah PT NATURAL EKA
> PERKASA. Warga mulai terganggu, ada percikan
> kemarahan dari masyarakat. Namun masyarakat
> membolehkannya karena perusahaan yang konon milik
> Tomy ini tidak terlampau eksploitatif. Hanya dalam
> jumlah kecil. 
> 
> Saudara setanah air 
> Yang lebih penting lagi sebenarnya adalah mata air
> Cirahab ini mengairi lebih dari 4000 hektar sawah
> yang tersebar di Desa Batuwung, Desa Cipayung, Desa
> Barugbug. Saya tahu persis. Kebetulan Dari Cirahab
> ini mengalir ke tempat sawah kakek saya yang
> letaknya sekitar satu kilo dari mata air Cirahab, 
> persisnya di Kampung Ciwarna. Bersama keluarga,
> saya sering memakainya untuk mandi jika habis
> kotor-kotoran di sawah. Artinya air ini menghidupi
> tanah 4000 hektar yang menjadi sumber penghidupan
> langsung dari empat desa. 
> 
> Namun pihak perusahaan seperti menutup mata.
> Diberbagai media mereka bilang tidak akan mengganngu
> pasokan air dengan alasan yang diambil adalah air
> bawah tanah. 
> 
> Parmaningsih, Coorperation Secretary PT Tirta
> Investama, ketika dimintai tanggapannya soal desakan
> warga agar pembangunan tidak dilanjutkan, justru
> mengaku optimis pabrik aqua dapat berdiri di Serang.
> 
> Menurut wanita berkacamata ini, terkait
> kekhawatirkan warga soal ancaman kekeringan beberapa
> tahun mendatang, Parmaningsih menjelaskan, pihak
> perusahaan sudah memikirkan hal tersebut. (Radar
> Banten, 2 Juli 2008)
> 
> Mereka juga mengimingi dengan janji lapangan
> pekerjaan dan kesejahteraan untuk rakyat setempat. 
> 
> Saya mungkin bodoh untuk persoalan perairan ini.
> Tapi cobalah tengok
> 
>
www.inilah.com/ berita/2008/ 01/03/6287/ tragedi-sukabumi -duka-di- 
tengah-limpahan- air-(1)/
> -
> 
> Coba juga klik di mesin pencari Google dan ketik
> akibat kerusakan AQUA. 
> Sungguh!!! saya tak bisa membayangkannya jika
> saudara-saudara kami di Padarincang seperti halnya
> di Sukabumi 
> 
> 
> 
> 
> Karena itulah Saudara Setanah Air, 
> saya menyampaikan pesan masyarakat Padarincang:
> 
> Masyarakat Padarincang mohon do¢a dari kedzoliman
> Birokrat, LSM yang nakal, dan para anggota
> legeslatif yang serakah. Juga dari godaan sesaat 
> RP I Miliar uang yang akan digelontorkan Tirta
> Investama kepada warga, semoga terhindari dari
> hasutan segelintir warga Padarincang yang sudah
> menjadi calo tanah, dan terhindar dari orang-orang
> yang telah menggadaikan Cirahab. Kepada PT Tirta
> Investama warga padarincang memohon maaf karena anda
> harus keluar dari wilayah kami. 
> 
> 
> 
> 
> Kepada Saudara Setanah Air,
> 
> Kami membutuhkan bantuan saudara-saudara. Kepada
> para aktivis lingkungan dimanapun berada,
> teman-teman wartawan, pemerintah daerah Serang, DPRD
> Banten, Gubernur Banten, Menteri Lingkungan Hidup.
> Dan siapa saja yang memiliki peranana untuk
> menolaknya. 4000 ribu hektar sawah, yang selama ini
> menyuplai beras ke Pasar Induk Rau akan kering
> kerontang. Sawah yang menjadi sumber penghasilan
> akan terbengkalai. Para petani di lima desa ini
> hanya akan gigit jari. Dan tentu saja mandi bareng
> anak-anak riang saya dulu tidak akan ada lagi
> ceritanya. Karena tak ada lagi air Cirahab yang
> jernih itu.
> 
> Duhai Tuhan!! Negeri kami sedang di obok-obok. 
> Mohon Bantuan kawan-kawan. Kami rakyat tak
> menghendaki. Tapi-tapi tangan-tangan jahil terus
> mengintai. 
> 
> www.setiakarya. wordpress. com
> 
> Untuk lebih jelasnya
> Hubungi 
> 
> Abdul Basyit (Koordinator)
> 081911127433
> 
> 
> MUI PADARINCANG, FORUM LINTAS BARAT, LEMBAGA
> PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) KECAMATAN
> PADARINCANG, FORUM PEDULI LINGKUNGAN, FORUM
> KOMUNIKASI KEPALA DESA (FKKD) PADARINCANG, MAPALA
> UNTIRTA, HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA
> IAIN, BEM UNTIRTA. 
> 
> Catatan: 
> Masyarakat Padarincang mengucapkan terimakasih
> kepada Radar Banten, Banten Raya Post, Fajar Bantenm
> Satelit News, Tangerang Tribun, Banten TV, dan
> media lainnya yang intens menyampaikan informasi
> yang balance. Semoga tetap
> komitmen membela rakyat.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

 














      

Kirim email ke