sedikit sharing....
memang menjadi dilema...di satu sisi  dampaknya akan terkuras sumber air yang 
ada yang akan berakibat rusaknya keseimbangan lingkungan , dan di sisi lain 
semuanya membutuhkan "continous improvement" (perbaikan yg terus menerus) ke 
arah yg lebih baik, melihat kasus investasi aqua yg akan mengeksploitasi mata 
air di desa curug goong (ini adalah salah satu contoh kasus yg sering terjadi 
di indonesia), menurut saya, semuanya berpangkal dari tidak adanya perencanaan 
wilayah yang matang dan berkelanjutan, cara pandang yg sempit mengenai 
perencanaan dari semua elemen masyarakat akan berakibat hilangnya kesempatan 
dan potensi yg ada, padahal negeri ini kaya akan sumber daya 
alam...................sayang masyarakatnya masih berpikiran pendek... 

salam,
Mukoddas Syuhada
"Save Our Word with Design 'n Technology"
http://dasalbantani.blogspot.com/

--- On Thu, 10/7/08, aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [WongBanten] Mohon Bantuan, Kampungku  Di Obok-obok!!
To: [email protected]
Date: Thursday, 10 July, 2008, 11:33 PM










    
            Salam,
rekan-rekan terimakasih 
atas respon yang baik.
Dari berbagai milis alhamdulillah
ditanggapi serius oleh teman-teman.
Sekarang ini prosesnya sekarang sedang
menunggu Amdal dari DPLH.
Tadi baru saja saya ketemu Najib Hamas,
Komisi D yang mengurusi investasi ini.
Semoga anggota dewan ini bisa
dibukakan pintu hatinya.
Dan tidak tergoda dengan sogokan uang..
Mbak Dian nanti saya kontak ya..
 
thanks
aji setiakarya
www.setiakarya, wordpress. com
 
 


--- On Wed, 7/9/08, dian agusdiana <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: dian agusdiana <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [WongBanten] Mohon Bantuan, Kampungku Di Obok-obok!!
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Date: Wednesday, July 9, 2008, 10:27 AM




butuh bantuan hukum ga?
mulai dikaji dan menyerang pake cara hukum, selain
pilitis dan tekanan masyarakat.. .

dian, 
advokat,
PAHAM BANTEN.
085216760092

--- aji setiakarya <aji_setiakarya@ yahoo.com> wrote:

> 
> Senin (7/7) DPRD Kabupaten Serang kembali melakukan
> rapat kerja membicarakan nasib investasi PT Tirta
> Investama, anak perusahaan Danone yang membangun
> pabrik Aqua di Kampung Cirahab Desa Curugoong 
> Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Provinsi
> Banten. Kalau tak salah menghitung ini adalah kali
> ketiga DPRD Serang memanggil Eksekutif yang 
> memberikan izin mendirikan bangunan. Jelas, dalam
> rapat itu juga dibahas tentang penolakan mayoritas
> warga Kecamatan Padarincang yang menolak pembangunan
> pabrik Aqua itu yang dianggap merugikan khalayak
 di
> Padarincang. 
> 
> Warga yang terdiri dari ulama, mahasiswa, tokoh
> pemuda, pelajar dan forum lurah sudah tiga kali
> mengadakan audiensi dengan pihak DPRD Serang. Dan
> secara tegas mereka tidak menerima keberadaan pabrik
> yang bakal menguras air bawah tanah mereka. Harga
> Mati: Menolak
> 
> SAUDARA SETANAH AIR, PARA PEJUANG LINGKUNGAN,
> KAWAN-KAWAN WARTAWAN, TEMAN-TEMAN BIROKRAT, YANG
> SAYA MULYAKAN. TERKAIT DENGAN PENOLAKAN WARGA
> PADARINCANG INI INGIN RASANYA SAYA BERCERITA SEKILAS
> TENTANG CIRAHAB
> ***
> 
> Mata Air Cirahab adalah sebuah berkah buat warga
> kampung Sukaraja khususnya dan Padarincang umumnya.
> Ia menjadi mata air yang menjadi sumber penghasilan 
> untuk orang-orang yang berada di lingkungan Cirahab.
> Saya memanggil kali ini dengan Air Cimami (Karena
> disitu ada nama yang bernama Mami.
 Tokoh masyarakat,
> anak salah satu tokoh di Padarincang) . 
> 
> Cirahab terletak di kaki Gunung Karang. Gunung yang
> terbesar di Banten. Lebih dekat lagi dengan Gunung
> Wangun yang merupakan gugusan Gunung Karang. Dari
> sebuah sudutnya terdapat mata air yang
> mengeluarkan air bening dan jernih. Saat saya usia
> SD hingga SMP ini adalah tempat favorit yang saya
> kunjungi. Bahkan sampai saat ini masih menjadi
> tempat kebanggaan saya. Saya sering mengenalkannya
> kepada kawan-kawan. Airnya yang bening menjadi
> tempat segar untuk melepaskan dahaga kawan. Rumah
> saya di Kampung Cisaat, sekitar tiga kilometer ke
> kampung Cirahab ini. Meskipun begitu saya dan
> kawan-kawan rela untuk berjalan. Apalagi hari
> minggu. Sambil olahraga. Itu tidah dilakukan oleh
> saya tetapi anak-anak kecil dari kampung-kampung
> yang lain. 
> 
> Jika
 kemarau datang Cirahab adalah berkah buat kami.
> Warga yang berada di Desa Cipayung, Ciomas,
> Barugbug, Cisaat, Batukuwung, Curugoong, Cisaat,
> pasti berbondong-bondong mandi bersama, kemudian
> mengambil air dengan kokang sebagai oleh-oleh
> pulang Rumah. Indah rasanya. Tak ada beban
> 
> Saat saya masih kelas lima SD bersama kawan-kawan
> saya masih sering memanfaatkannya untuk bacakan,
> makan bersama gaya Banten, di daun dengan sambal
> dan ikan panggan hasil tangkapan atau ngegogo. 
> 
> Namun menginjak Madrasah Tsnawiyah, sekitar
> 1997-an kondisinya mulai berbeda. Dari sumber
> utama air Cirahab dibangun sebuah pabrik air minum
> kemasan. Nama perusahaannya adalah PT NATURAL EKA
> PERKASA. Warga mulai terganggu, ada percikan
> kemarahan dari masyarakat. Namun masyarakat
> membolehkannya karena perusahaan yang konon milik
> Tomy ini
 tidak terlampau eksploitatif. Hanya dalam
> jumlah kecil. 
> 
> Saudara setanah air 
> Yang lebih penting lagi sebenarnya adalah mata air
> Cirahab ini mengairi lebih dari 4000 hektar sawah
> yang tersebar di Desa Batuwung, Desa Cipayung, Desa
> Barugbug. Saya tahu persis. Kebetulan Dari Cirahab
> ini mengalir ke tempat sawah kakek saya yang
> letaknya sekitar satu kilo dari mata air Cirahab, 
> persisnya di Kampung Ciwarna. Bersama keluarga,
> saya sering memakainya untuk mandi jika habis
> kotor-kotoran di sawah. Artinya air ini menghidupi
> tanah 4000 hektar yang menjadi sumber penghidupan
> langsung dari empat desa. 
> 
> Namun pihak perusahaan seperti menutup mata.
> Diberbagai media mereka bilang tidak akan mengganngu
> pasokan air dengan alasan yang diambil adalah air
> bawah tanah. 
> 
> Parmaningsih, Coorperation
 Secretary PT Tirta
> Investama, ketika dimintai tanggapannya soal desakan
> warga agar pembangunan tidak dilanjutkan, justru
> mengaku optimis pabrik aqua dapat berdiri di Serang.
> 
> Menurut wanita berkacamata ini, terkait
> kekhawatirkan warga soal ancaman kekeringan beberapa
> tahun mendatang, Parmaningsih menjelaskan, pihak
> perusahaan sudah memikirkan hal tersebut. (Radar
> Banten, 2 Juli 2008)
> 
> Mereka juga mengimingi dengan janji lapangan
> pekerjaan dan kesejahteraan untuk rakyat setempat. 
> 
> Saya mungkin bodoh untuk persoalan perairan ini.
> Tapi cobalah tengok
> 
>
www.inilah.com/ berita/2008/ 01/03/6287/ tragedi-sukabumi -duka-di- 
tengah-limpahan- air-(1)/
> -
> 
> Coba juga klik di mesin pencari Google dan ketik
> akibat kerusakan AQUA. 
> Sungguh!!! saya tak bisa membayangkannya jika
>
 saudara-saudara kami di Padarincang seperti halnya
> di Sukabumi 
> 
> 
> 
> 
> Karena itulah Saudara Setanah Air, 
> saya menyampaikan pesan masyarakat Padarincang:
> 
> Masyarakat Padarincang mohon do¢a dari kedzoliman
> Birokrat, LSM yang nakal, dan para anggota
> legeslatif yang serakah. Juga dari godaan sesaat 
> RP I Miliar uang yang akan digelontorkan Tirta
> Investama kepada warga, semoga terhindari dari
> hasutan segelintir warga Padarincang yang sudah
> menjadi calo tanah, dan terhindar dari orang-orang
> yang telah menggadaikan Cirahab. Kepada PT Tirta
> Investama warga padarincang memohon maaf karena anda
> harus keluar dari wilayah kami. 
> 
> 
> 
> 
> Kepada Saudara Setanah Air,
> 
> Kami membutuhkan bantuan saudara-saudara. Kepada
> para aktivis lingkungan dimanapun berada,
>
 teman-teman wartawan, pemerintah daerah Serang, DPRD
> Banten, Gubernur Banten, Menteri Lingkungan Hidup.
> Dan siapa saja yang memiliki peranana untuk
> menolaknya. 4000 ribu hektar sawah, yang selama ini
> menyuplai beras ke Pasar Induk Rau akan kering
> kerontang. Sawah yang menjadi sumber penghasilan
> akan terbengkalai. Para petani di lima desa ini
> hanya akan gigit jari. Dan tentu saja mandi bareng
> anak-anak riang saya dulu tidak akan ada lagi
> ceritanya. Karena tak ada lagi air Cirahab yang
> jernih itu.
> 
> Duhai Tuhan!! Negeri kami sedang di obok-obok. 
> Mohon Bantuan kawan-kawan. Kami rakyat tak
> menghendaki. Tapi-tapi tangan-tangan jahil terus
> mengintai. 
> 
> www.setiakarya. wordpress. com
> 
> Untuk lebih jelasnya
> Hubungi 
> 
> Abdul Basyit (Koordinator)
> 081911127433
> 
> 
>
 MUI PADARINCANG, FORUM LINTAS BARAT, LEMBAGA
> PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) KECAMATAN
> PADARINCANG, FORUM PEDULI LINGKUNGAN, FORUM
> KOMUNIKASI KEPALA DESA (FKKD) PADARINCANG, MAPALA
> UNTIRTA, HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA
> IAIN, BEM UNTIRTA. 
> 
> Catatan: 
> Masyarakat Padarincang mengucapkan terimakasih
> kepada Radar Banten, Banten Raya Post, Fajar Bantenm
> Satelit News, Tangerang Tribun, Banten TV, dan
> media lainnya yang intens menyampaikan informasi
> yang balance. Semoga tetap
> komitmen membela rakyat.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 






      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke