Aji, berjuanglah semampu kamu bisa.

blow up di Banten TV dimana kamu bekerja.

tulis, tulis. jika Danone berhasil, kiamat akan terjadi di Banten.

lawan lawan, lawan! \pena lebih kuat. Sebarkan tulisan di internet.

Tujukan buat presiden. \panggil SBY! Panggil Husuf Kalla di internet.

Jika Bnten porak-poranda, Jawa akan hancur.

Jawa itu diikat oleh Banten, Cirebon, .\Demak, .|Kudus, Yogya, 

Blitar, Surabaya, Banyuwangi (Asem Bagus).



Petahankan, Ji.

Saya aja nggak rela!

tetap semangat

gg

--- On Wed, 7/9/08, aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Mohon Bantuan, Kampungku  Di Obok-obok!!
To:
"pembaca kompas forum" <[EMAIL PROTECTED]>,
"naratama" <[EMAIL PROTECTED]>, "Sirikit Syah"
<[EMAIL PROTECTED]>, "jurnalisme milis"
<[EMAIL PROTECTED]>, "jurnalis groups"
<[EMAIL PROTECTED]>, "mediacare"
<[EMAIL PROTECTED]>, "satelit news teman"
<[EMAIL PROTECTED]>, [email protected], "FLP"
<[EMAIL PROTECTED]>, "baraya baraya"
<[EMAIL PROTECTED]>, "uji uji" <[EMAIL PROTECTED]>,
"ibnu adam" <[EMAIL PROTECTED]>, "mas yuno"
<[EMAIL PROTECTED]>, "radar radar"
<[EMAIL PROTECTED]>, "firli banten"
<[EMAIL PROTECTED]>, "bunda eneng"
<[EMAIL PROTECTED]>, "gmc gmc"
<[EMAIL PROTECTED]>, "ppiindia Moderator"
<[EMAIL PROTECTED]>, "yoki guru"
<[EMAIL PROTECTED]>, "danke drajat danke"
<[EMAIL PROTECTED]>, "kang ibnu hamad"
<[EMAIL PROTECTED]>, "humas banten"
<[EMAIL PROTECTED]>, "azhar firdda"
<[EMAIL PROTECTED]>, "DEWI PURWANTI"
<[EMAIL PROTECTED]>, "budi putra budi"
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "subadri arifqi"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Ahmadi Shakti"
<[EMAIL PROTECTED]>, "machsus thamrin"
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "rumahdunia rumahdunia" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, July 9, 2008, 9:47 PM

 
Senin
(7/7) DPRD Kabupaten Serang  kembali melakukan rapat
kerja  membicarakan nasib investasi PT Tirta Investama, anak
perusahaan Danone yang membangun pabrik Aqua  di Kampung Cirahab Desa 
Curugoong  Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Provinsi Banten.  Kalau tak 
salah menghitung ini adalah kali ketiga DPRD Serang memanggil Eksekutif yang  
memberikan
izin mendirikan bangunan. Jelas, dalam rapat itu juga dibahas tentang
penolakan mayoritas warga Kecamatan Padarincang yang menolak
pembangunan pabrik Aqua itu yang dianggap merugikan khalayak di
Padarincang.  
  
Warga yang terdiri dari ulama, mahasiswa,  tokoh pemuda, pelajar dan forum 
lurah  sudah
tiga kali mengadakan audiensi dengan pihak DPRD Serang. Dan secara
tegas mereka tidak menerima keberadaan pabrik yang bakal menguras air
bawah tanah mereka. Harga Mati: Menolak
  
SAUDARA SETANAH AIR, PARA PEJUANG LINGKUNGAN, KAWAN-KAWAN WARTAWAN, TEMAN-TEMAN 
BIROKRAT, YANG SAYA MULYAKAN.  TERKAIT DENGAN PENOLAKAN WARGA PADARINCANG INI 
INGIN RASANYA SAYA BERCERITA SEKILAS TENTANG CIRAHAB
***
  
Mata Air  Cirahab
adalah sebuah berkah buat warga kampung Sukaraja khususnya dan
Padarincang umumnya. Ia menjadi mata air yang menjadi sumber penghasilan  untuk
orang-orang yang berada di lingkungan Cirahab. Saya memanggil kali ini
dengan Air Cimami (Karena disitu ada nama yang bernama Mami. Tokoh
masyarakat, anak salah satu tokoh di Padarincang). 
  
Cirahab
terletak di kaki Gunung Karang. Gunung yang terbesar di Banten. Lebih
dekat lagi dengan Gunung Wangun yang merupakan gugusan Gunung Karang.
Dari sebuah sudutnya  terdapat  mata
air yang mengeluarkan air bening dan jernih. Saat saya usia SD hingga
SMP ini adalah tempat favorit yang saya kunjungi. Bahkan sampai saat
ini masih menjadi tempat kebanggaan saya. Saya sering mengenalkannya
kepada kawan-kawan. Airnya yang bening menjadi tempat segar untuk
melepaskan dahaga kawan. Rumah saya  di Kampung Cisaat,  sekitar
tiga kilometer ke kampung Cirahab ini. Meskipun begitu saya dan
kawan-kawan rela untuk berjalan. Apalagi hari minggu. Sambil olahraga.
Itu tidah dilakukan oleh saya tetapi anak-anak kecil dari  kampung-kampung yang 
lain. 
  
Jika kemarau datang Cirahab adalah berkah buat kami. Warga yang berada di Desa 
Cipayung, Ciomas, Barugbug, Cisaat,   Batukuwung, Curugoong, Cisaat, pasti  
berbondong-bondong mandi bersama, kemudian mengambil air dengan  kokang sebagai 
oleh-oleh pulang Rumah. Indah rasanya. Tak ada beban
  
Saat saya masih kelas lima SD bersama kawan-kawan saya masih  sering 
memanfaatkannya untuk bacakan, makan bersama gaya Banten,  di daun dengan 
sambal dan ikan panggan hasil tangkapan atau ngegogo. 
  
Namun  menginjak Madrasah Tsnawiyah, sekitar 1997-an  kondisinya mulai  berbeda.
Dari sumber utama air Cirahab dibangun sebuah pabrik air minum kemasan.
Nama perusahaannya adalah PT NATURAL EKA PERKASA. Warga mulai
terganggu, ada percikan kemarahan dari masyarakat.  Namun masyarakat 
membolehkannya  karena perusahaan yang konon milik Tomy ini tidak terlampau 
eksploitatif. Hanya dalam jumlah kecil.  
  
Saudara setanah air 
Yang lebih penting lagi  sebenarnya
adalah mata air Cirahab ini mengairi lebih dari 4000 hektar sawah yang
tersebar di Desa Batuwung, Desa Cipayung, Desa Barugbug.  Saya
tahu persis. Kebetulan Dari Cirahab ini mengalir ke tempat sawah kakek
saya yang letaknya sekitar satu kilo dari mata air Cirahab,  persisnya di 
Kampung  Ciwarna. Bersama keluarga, saya sering memakainya untuk mandi  jika 
habis kotor-kotoran di sawah.  Artinya air ini menghidupi tanah 4000 hektar  
yang menjadi sumber penghidupan langsung dari empat desa. 
 
  
Namun
pihak perusahaan seperti menutup mata. Diberbagai media mereka bilang
tidak akan mengganngu pasokan air dengan alasan yang diambil adalah air
bawah tanah. 
  
Parmaningsih,
Coorperation Secretary PT Tirta Investama, ketika dimintai tanggapannya
soal desakan warga agar pembangunan tidak dilanjutkan, justru mengaku
optimis pabrik aqua dapat berdiri di Serang.

Menurut
wanita berkacamata ini, terkait kekhawatirkan warga soal ancaman
kekeringan beberapa tahun mendatang, Parmaningsih menjelaskan, pihak
perusahaan sudah memikirkan hal tersebut. (Radar Banten, 2 Juli 2008) 

Mereka juga mengimingi dengan janji  lapangan pekerjaan dan kesejahteraan untuk 
rakyat setempat. 
  
Saya mungkin bodoh untuk persoalan perairan ini. Tapi cobalah tengok
  
www.inilah.com/berita/2008/01/03/6287/tragedi-sukabumi-duka-di-tengah-limpahan-air-(1)/
 - 
  
Coba juga klik di mesin pencari Google  dan ketik akibat kerusakan AQUA.  
Sungguh!!! saya tak bisa membayangkannya jika saudara-saudara kami di 
Padarincang seperti halnya di Sukabumi  
  
  
  
  
Karena itulah Saudara Setanah Air, 
saya menyampaikan pesan masyarakat Padarincang:
  
Masyarakat Padarincang mohon do’a dari kedzoliman
Birokrat, LSM yang nakal, dan para anggota legeslatif yang serakah.  Juga dari 
godaan sesaat  RP I Miliar uang yang akan digelontorkan Tirta Investama kepada 
warga,  semoga
terhindari dari hasutan segelintir warga Padarincang yang sudah menjadi
calo tanah, dan terhindar dari orang-orang yang telah menggadaikan
Cirahab. Kepada PT  Tirta Investama warga padarincang memohon maaf karena anda 
harus keluar dari wilayah kami.  
  
  
  
 
Kepada Saudara Setanah Air,
  
Kami  membutuhkan
bantuan saudara-saudara. Kepada para aktivis lingkungan dimanapun
berada, teman-teman wartawan, pemerintah daerah Serang, DPRD Banten,
Gubernur Banten, Menteri Lingkungan Hidup. Dan siapa saja yang memiliki
peranana untuk menolaknya. 4000 ribu hektar sawah, yang selama ini
menyuplai beras ke Pasar Induk Rau akan kering kerontang. Sawah yang
menjadi sumber penghasilan akan terbengkalai. Para petani di lima desa
ini hanya akan gigit jari. Dan tentu saja mandi bareng anak-anak riang
saya dulu tidak akan ada lagi ceritanya. Karena tak ada lagi air
Cirahab yang jernih itu.
  
Duhai Tuhan!! Negeri kami sedang di obok-obok. 
Mohon Bantuan kawan-kawan. Kami rakyat tak menghendaki. Tapi-tapi tangan-tangan 
jahil terus mengintai. 
  
www.setiakarya.wordpress.com
  
Untuk lebih jelasnya
Hubungi 
  
Abdul Basyit (Koordinator)
081911127433
  
  
MUI PADARINCANG,  FORUM LINTAS BARAT, LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) 
KECAMATAN PADARINCANG,  FORUM
PEDULI LINGKUNGAN, FORUM KOMUNIKASI KEPALA DESA (FKKD) PADARINCANG,
MAPALA UNTIRTA, HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA IAIN, BEM
UNTIRTA. 
 
Catatan: 
Masyarakat
Padarincang mengucapkan terimakasih kepada Radar Banten, Banten
Raya Post, Fajar Bantenm Satelit News, Tangerang Tribun, Banten TV,
 dan media lainnya yang intens menyampaikan informasi yang balance. Semoga tetap
komitmen membela rakyat.
 
 
 
  
  
  
  
  
  
 


      


      

Kirim email ke