air milik bersama. tak boleh dimiliki oleh pribadi dan golongan. apalagi pabrik itu milik zidane prancis.
negeri kita indonesia memang cuma nama. pada kenyataannya dimiliki oleh asing. --- On Wed, 7/9/08, aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [rumahdunia] Mohon Bantuan, Kampungku Di Obok-obok!! To: "pembaca kompas forum" <[EMAIL PROTECTED]>, "naratama" <[EMAIL PROTECTED]>, "Sirikit Syah" <[EMAIL PROTECTED]>, "jurnalisme milis" <[EMAIL PROTECTED]>, "jurnalis groups" <[EMAIL PROTECTED]>, "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]>, "satelit news teman" <[EMAIL PROTECTED]>, [email protected], "FLP" <[EMAIL PROTECTED]>, "baraya baraya" <[EMAIL PROTECTED]>, "uji uji" <[EMAIL PROTECTED]>, "ibnu adam" <[EMAIL PROTECTED]>, "mas yuno" <[EMAIL PROTECTED]>, "radar radar" <[EMAIL PROTECTED]>, "firli banten" <[EMAIL PROTECTED]>, "bunda eneng" <[EMAIL PROTECTED]>, "gmc gmc" <[EMAIL PROTECTED]>, "ppiindia Moderator" <[EMAIL PROTECTED]>, "yoki guru" <[EMAIL PROTECTED]>, "danke drajat danke" <[EMAIL PROTECTED]>, "kang ibnu hamad" <[EMAIL PROTECTED]>, "humas banten" <[EMAIL PROTECTED]>, "azhar firdda" <[EMAIL PROTECTED]>, "DEWI PURWANTI" <[EMAIL PROTECTED]>, "budi putra budi" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "subadri arifqi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ahmadi Shakti" <[EMAIL PROTECTED]>, "machsus thamrin" <[EMAIL PROTECTED]> Cc: "rumahdunia rumahdunia" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wednesday, July 9, 2008, 10:47 AM Senin (7/7) DPRD Kabupaten Serang kembali melakukan rapat kerja membicarakan nasib investasi PT Tirta Investama, anak perusahaan Danone yang membangun pabrik Aqua di Kampung Cirahab Desa Curugoong Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Provinsi Banten. Kalau tak salah menghitung ini adalah kali ketiga DPRD Serang memanggil Eksekutif yang memberikan izin mendirikan bangunan. Jelas, dalam rapat itu juga dibahas tentang penolakan mayoritas warga Kecamatan Padarincang yang menolak pembangunan pabrik Aqua itu yang dianggap merugikan khalayak di Padarincang. Warga yang terdiri dari ulama, mahasiswa, tokoh pemuda, pelajar dan forum lurah sudah tiga kali mengadakan audiensi dengan pihak DPRD Serang. Dan secara tegas mereka tidak menerima keberadaan pabrik yang bakal menguras air bawah tanah mereka. Harga Mati: Menolak SAUDARA SETANAH AIR, PARA PEJUANG LINGKUNGAN, KAWAN-KAWAN WARTAWAN, TEMAN-TEMAN BIROKRAT, YANG SAYA MULYAKAN. TERKAIT DENGAN PENOLAKAN WARGA PADARINCANG INI INGIN RASANYA SAYA BERCERITA SEKILAS TENTANG CIRAHAB *** Mata Air Cirahab adalah sebuah berkah buat warga kampung Sukaraja khususnya dan Padarincang umumnya. Ia menjadi mata air yang menjadi sumber penghasilan untuk orang-orang yang berada di lingkungan Cirahab. Saya memanggil kali ini dengan Air Cimami (Karena disitu ada nama yang bernama Mami. Tokoh masyarakat, anak salah satu tokoh di Padarincang) . Cirahab terletak di kaki Gunung Karang. Gunung yang terbesar di Banten. Lebih dekat lagi dengan Gunung Wangun yang merupakan gugusan Gunung Karang. Dari sebuah sudutnya terdapat mata air yang mengeluarkan air bening dan jernih. Saat saya usia SD hingga SMP ini adalah tempat favorit yang saya kunjungi. Bahkan sampai saat ini masih menjadi tempat kebanggaan saya. Saya sering mengenalkannya kepada kawan-kawan. Airnya yang bening menjadi tempat segar untuk melepaskan dahaga kawan. Rumah saya di Kampung Cisaat, sekitar tiga kilometer ke kampung Cirahab ini. Meskipun begitu saya dan kawan-kawan rela untuk berjalan. Apalagi hari minggu. Sambil olahraga. Itu tidah dilakukan oleh saya tetapi anak-anak kecil dari kampung-kampung yang lain. Jika kemarau datang Cirahab adalah berkah buat kami. Warga yang berada di Desa Cipayung, Ciomas, Barugbug, Cisaat, Batukuwung, Curugoong, Cisaat, pasti berbondong-bondong mandi bersama, kemudian mengambil air dengan kokang sebagai oleh-oleh pulang Rumah. Indah rasanya. Tak ada beban Saat saya masih kelas lima SD bersama kawan-kawan saya masih sering memanfaatkannya untuk bacakan, makan bersama gaya Banten, di daun dengan sambal dan ikan panggan hasil tangkapan atau ngegogo. Namun menginjak Madrasah Tsnawiyah, sekitar 1997-an kondisinya mulai berbeda. Dari sumber utama air Cirahab dibangun sebuah pabrik air minum kemasan. Nama perusahaannya adalah PT NATURAL EKA PERKASA. Warga mulai terganggu, ada percikan kemarahan dari masyarakat. Namun masyarakat membolehkannya karena perusahaan yang konon milik Tomy ini tidak terlampau eksploitatif. Hanya dalam jumlah kecil. Saudara setanah air Yang lebih penting lagi sebenarnya adalah mata air Cirahab ini mengairi lebih dari 4000 hektar sawah yang tersebar di Desa Batuwung, Desa Cipayung, Desa Barugbug. Saya tahu persis. Kebetulan Dari Cirahab ini mengalir ke tempat sawah kakek saya yang letaknya sekitar satu kilo dari mata air Cirahab, persisnya di Kampung Ciwarna. Bersama keluarga, saya sering memakainya untuk mandi jika habis kotor-kotoran di sawah. Artinya air ini menghidupi tanah 4000 hektar yang menjadi sumber penghidupan langsung dari empat desa. Namun pihak perusahaan seperti menutup mata. Diberbagai media mereka bilang tidak akan mengganngu pasokan air dengan alasan yang diambil adalah air bawah tanah. Parmaningsih, Coorperation Secretary PT Tirta Investama, ketika dimintai tanggapannya soal desakan warga agar pembangunan tidak dilanjutkan, justru mengaku optimis pabrik aqua dapat berdiri di Serang. Menurut wanita berkacamata ini, terkait kekhawatirkan warga soal ancaman kekeringan beberapa tahun mendatang, Parmaningsih menjelaskan, pihak perusahaan sudah memikirkan hal tersebut. (Radar Banten, 2 Juli 2008) Mereka juga mengimingi dengan janji lapangan pekerjaan dan kesejahteraan untuk rakyat setempat. Saya mungkin bodoh untuk persoalan perairan ini. Tapi cobalah tengok www.inilah.com/ berita/2008/ 01/03/6287/ tragedi-sukabumi-duka-di-tengah- limpahan- air-(1)/ - Coba juga klik di mesin pencari Google dan ketik akibat kerusakan AQUA. Sungguh!!! saya tak bisa membayangkannya jika saudara-saudara kami di Padarincang seperti halnya di Sukabumi Karena itulah Saudara Setanah Air, saya menyampaikan pesan masyarakat Padarincang: Masyarakat Padarincang mohon do’a dari kedzoliman Birokrat, LSM yang nakal, dan para anggota legeslatif yang serakah. Juga dari godaan sesaat RP I Miliar uang yang akan digelontorkan Tirta Investama kepada warga, semoga terhindari dari hasutan segelintir warga Padarincang yang sudah menjadi calo tanah, dan terhindar dari orang-orang yang telah menggadaikan Cirahab. Kepada PT Tirta Investama warga padarincang memohon maaf karena anda harus keluar dari wilayah kami. Kepada Saudara Setanah Air, Kami membutuhkan bantuan saudara-saudara. Kepada para aktivis lingkungan dimanapun berada, teman-teman wartawan, pemerintah daerah Serang, DPRD Banten, Gubernur Banten, Menteri Lingkungan Hidup. Dan siapa saja yang memiliki peranana untuk menolaknya. 4000 ribu hektar sawah, yang selama ini menyuplai beras ke Pasar Induk Rau akan kering kerontang. Sawah yang menjadi sumber penghasilan akan terbengkalai. Para petani di lima desa ini hanya akan gigit jari. Dan tentu saja mandi bareng anak-anak riang saya dulu tidak akan ada lagi ceritanya. Karena tak ada lagi air Cirahab yang jernih itu. Duhai Tuhan!! Negeri kami sedang di obok-obok. Mohon Bantuan kawan-kawan. Kami rakyat tak menghendaki. Tapi-tapi tangan-tangan jahil terus mengintai. www.setiakarya. wordpress. com Untuk lebih jelasnya Hubungi Abdul Basyit (Koordinator) 081911127433 MUI PADARINCANG, FORUM LINTAS BARAT, LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) KECAMATAN PADARINCANG, FORUM PEDULI LINGKUNGAN, FORUM KOMUNIKASI KEPALA DESA (FKKD) PADARINCANG, MAPALA UNTIRTA, HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA IAIN, BEM UNTIRTA. Catatan: Masyarakat Padarincang mengucapkan terimakasih kepada Radar Banten, Banten Raya Post, Fajar Bantenm Satelit News, Tangerang Tribun, Banten TV, dan media lainnya yang intens menyampaikan informasi yang balance. Semoga tetap komitmen membela rakyat.
