saya ikutan nimbrung nih,
kita menghadapi era otonomi daerah dengan desentralisasi sistim,
sebenarnya sangat baik untuk menyentuh langsung kehidupan rakyat didaerah
sayangnya tidak ada kontrol yang ketat,
yang ada sekarang malah bupati kayak lepas kontrol,
belum belum yang diduluin beli mobil landcruiser and toyota Camry untuk para
stafnya,
pesta pelantikan ditengah lapangan semua harus pakai jas dan dasi, sementara
yang nonton
anak anak desa yang enggak bisa beli sepatu dan enggak sekolah.
hanya sebercik cerita dari daerah, yang menunjukan
we have no system in place to control government expenditure and priority
programing.
otonomi daerah memang semacam local wealth accumulation without a proper
program and system to control.
Aceh,Papua,Riau dan Kaltim adalah daerah yang paling kaya natural
resourcesnya,
tetapi tidak pernah ada Human Resources development apalagi systems control.
kalau tidak ada akselerasi dalam bidang ini,
masalah yang sama akan timbul didaerah yang akan kelebihan uang dari
otonomi,
project management skala besar dengan keterampilan terbatas akan kita lihat
hasilnya.
hope for the best, ip 

-----Original Message-----
From: Indradjaja Dalel [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Friday, January 04, 2002 4:34 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [yonsatu] Re: SUPERMI HUKUM?


Mas Abas Yth,
Dari biografinya Lee Kuan Yew; Sesudah S'pore pisah dari Malaya (1965?) maka
prioritas utamanya untuk membangun Singapura yang tidak punya apa2 (kecuali
Pelabuhan dan Bandar Dagang), adalah 'to accumulate wealth first, other
things will follow much easier'. Nyatanya sekarang mereka berhasil
mentransformasikan dirinya dari negara kelas tiga menjadi negara kelas satu
dalam waktu kurang lebih 30 tahun (dengan agak tangan besi tentunya).
Salam
Indradjaja Dalel.

 -----Original Message-----
From:   Abas F Soeriawidjaja [mailto:[EMAIL PROTECTED]] 
Sent:   Friday, January 04, 2002 11:15 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        [yonsatu] Re: SUPERMI HUKUM?

Mas Sodik Yth,
                         Hidup di Indonesia musti santai dan waspada.
Menurut statistik negara-negara di dunia dengan sistim global ekonomi saat
ini, menunjukan bahwa sistim demokrasi dan penegakan hukum baru mungkin
dijalankan pada negara yang berpenghasilan diatas USD. 3600 per Kapita.
Pendapatan per kapita lebih rendah dari itu, praktek kehidupan berjalan
berdasarkan kekuasaan.
Keberhasilan negara-negara yang mampu mengangkat dan membawa masyarakatnya
menuju kehidupan demokrasi dan penegakan hukum adalah melalui Kepemimpinan
Nasional yang tegas, keras, konsisten dan penuh dengan idealisme serta
kecintaan terhadap tanah air dan bangsa ( bahkan cenderung tirani)
Contohnya, Korea Selatan, Singapura dan Malaysia.
Thats all what I believe. Barangkali juga saya salah, time will decide.

Wassalamm dan Selamat Tahun Baru 2002.
AFS.
----- Original Message -----
From: Abdul Sodik <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, January 04, 2002 9:06 AM
Subject: [yonsatu] SUPERMI HUKUM?


> SUPREMASI HUKUM ...kayaknya lebih ccok "SUPERMI HUKUM" kalau boleh saya
> mengibaratkan penegakan hukum dinegara kita tercinta Indonesia ini.
> Bagaimana mungkin bisa "menegakkan" Supermi, toh supermi yang kering
> (mentah) kalau ditegakkan akan patah, sedangkan kalau yang sudah dimasak
> (basah) bisa ditegakkan kalau diangkat pakai sendok atau garpu, persis
> SUPREMASI HUKUM kita yang sulit ditegakkan, kecuali oleh ..........?.
>
> Tadi pagi jam 06.00 berita SCTV (Jum'at 4 Januari 2002) pada segmen Derap
&
> Hukum, ada seorang "tertuduh" didudukkan di kursi persidangan Pengadilan
> Negeri Tangerang, sedang menghadapi tuduhan "mencuri sandal" dengan
ancaman
> hukuman (atau putusan hukuman....maaf lupa) selama 5 bulan
penjara....hebat.
> Tetapi hebat dari sudut pandang mana yah?.
>
> Baru-baru ini (selama 2001) negeri tirai bambu China telah mengeksekusi
para
> pelanggar hukum (termask koruptor) dengan hukuman mati dengan cara
"disuntik
> mati" sebagai pengganti "ditembak mati", itupun menurut mereka kejahatan
> demi kejahatan masih juga marak walau mengalami penurunan. Lalu bagaimana
> dengan Indonesia? ..toh para koruptor kelas kakap maupun pelanggar HAM
tidak
> tersentuh hukum. Kalaupun "hampir" tersentuh, maka dalil "sakit" yang
harus
> dirawat diluar negeri atau sakit permanen yang tidak tersembuhkan (dengan
> mendahului Tuhan) sedikit demi sedikit akan terlupakan oleh hukum atau
oleh
> penegak hukum?..ironis memang.
>
> Seorang Edy Tanzil yang menjarah uang negara (berarti uang rakyat...atau
> uang kita dari pajak?) sebesar triliunan rupiah, toh saat ini mungkin
sedang
> berfoya-foya menikmati hasil jarahannya. Lalu bagaimana dengan seorang
> pencuri sepeda motor yang belum menikmati hasil curiannya justru keburu
> "dibakar hidup-hidup" oleh masa..tragis.....
>
> Sepertinya hukum di Indonesia (atau didunia lainnya?) hanya diperuntukkan
> bagi lapisan masyarakat kelas bawah yang notabene miskin dan
"berpendidikan
> rendah". Maka dengan gagahnya penegak hukum mengetok palu sebagai vonis
yang
> menurut mereka agar dinilai oleh khalayak ramai adalah putusan yang
> seadil-adilnya.
>
> Saya sih bukan membela pencuri sandal maupun pencuri sepeda motor, tetapi
> seharusnya penegakan hukum itu tidak "pilih kasih". Artinya penegak hukum
> (polisi, jaksa, pengacara, hakim  dsb) jangan "pilih" koruptor kakap agar
> di"kasih" imbalan yang kakap juga jika perkaranya "dibelain" oleh penegak
> hukum. Karena itu yang kelas "teri", sudah pasti hanya teri yang akan
> di"kasih", maka mana mungkin akan dibela oleh penegak hukum sekalipun yang
> bersangkutan tidak bersalah.
>
> Salam
> Asodik
>
> --
> --[YONSATU -
ITB]----------------------------------------------------------
> Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
> Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
> 1 Mail/day     :
<mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>
>


-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

Kirim email ke