Kalau menurut saya setiap WN bebas menggunakan pakaiannya sesuai dengan 
selera dan/atau berdasarkan keyakinannya masing2, selama hal itu tidak 
melanggar hukum dan norma2 yang berlaku di masyarakat dimana WN itu 
tinggal.  Mau pakai jilbab kek, mau pake kebaya kek, mau pake rok mini 
kek, up to you, selama itu tadi, nggak melanggar aturan dan norma2 yang 
berlaku di masyarakat itu.
Khusus soal jilbab, yang repot kan sudah seringkali terjadi bahwa wanita 
muslim berjilbab karena dipaksa (dan ditakut-takuti).  Entah oleh orang 
tuanya, entah oleh suaminya entah oleh teman2nya, entah oleh pacarnya, 
entah oleh ulama, entah oleh orang yang lebih tua darinya.

Kalau memakai jilbab itu dasarnya adalah pemaksaan, maka tentu saja akan 
muncul konflik dengan nilai2 humanisme.  Nah, konflik2 inilah yang 
akhirnya mengakibatkan Belanda, misalnya, melarang pemakaian jilbab di 
sekolah2 non muslim, lalu sekarang Perancis akan memulainya pula, tapi 
untuk seluruh sekolah.

Repotnya lagi yang namanya keyakinan itu kan nggak bisa dinegosiasikan, 
nggak bisa ditawar-tawar.  Kalau sudah katanya haram, ya haram.  Kalau 
sudah katanya bakalan masuk neraka jahanam, ya masuklah ke neraka jahanam. 
 Kalau keyakinan ini hanya untuk diri sendiri, ya tentu baik2 saja.  Tapi, 
kalau keyakinan ini sudah mulai untuk ditularkan ke orang2 di 
sekelilingnya, apalagi dengan cara pemaksaan, ya itu tadi, mulailah 
konflik dengan nilai2 humanisme muncul.

Pertanyaannya sekarang, kenapa kok timbul konflik?  Ya, karena manusia itu 
kan dinamis.  Manusia itu berkembang akal budinya.  Manusia itu tidak 
statis.  Maka denisi mengenai nilai2 kemanusiaanpun berkembang.  Kalau 
dulu orang bisa dipaksa oleh yang berkuasa, maka sekarang kemungkinan itu 
semakin kecil.  Kalau dulu orang bisa menyatakan perang demi agama, 
sekarang orang mencoba menghindari perang sebanyak-banyaknya.  Pada dekade 
bintang John-Lennon masih hidup, orang2 malah berteriak 'better make love 
than make war'. 

Sementara agama bagamana?  Agama itu menurut saya statis, sekalipun para 
ahli agama selalu mencoba menarik garis penghubung antara jaman pada saat 
agama itu diturunkan dengan keadaan jaman sekarang.  Ya, wajar2 saja. 
Namanya juga menyebarkan keyakinan.  Jadi, segala upaya akan dicari untuk 
menunjukkan bahwa agama adalah solusi untuk masalah2 kehidupan di segala 
jaman.

Tinggal sekarang kita sendiri maunya bagaimana.  Sebagai orang yang hidup 
diabad modern ini, sebagai orang yang merdeka dan yang mempertanggung 
jawabkan langsung perbuatan2 kita kepada Tuhan YME, ingin bersikap 
bagaimana terhadap agama itu?

The choice is yours.  Akan tetapi, kalau kita sudah memulai memaksakan 
keyakinan kita itu kepada orang lain, maka seperti saya sebutkan diatas, 
konflik humanisme akan muncul.  Kalau kita tidak mau menerima kenyataan 
ini, sebaiknya kita masuk ke terowongan waktu, lalu go back to the past 
saja!.

Salam hangat,
HermanSyah XIV.







<[EMAIL PROTECTED]>
11/06/2003 05:02
Please respond to yonsatu

 
        To:     <[EMAIL PROTECTED]>
        cc: 
        Subject:        [yonsatu] Sekularisme


AWW.

Mohon komentar dari para penganjur atau pendukung Sekularisme
di Indonesia. Apakah sekularisme yang ingin diterapkan di
Indonesia akan seperti ini juga?
Wassalam DZArifin


Perancis Akan Larang Penggunaan Jilbab di Kelas


Paris- Rol -- Presiden Perancis Jacques Chirac telah memutuskan
akan mendukung penggagas UU yang akan menghentikan penggunaan
jilbab (penutup kepala perempuan Muslim) di dalam kelas
sekolah-sekolah, kata para pejabat Istana Elysee (5/11).
Pejabat-pejabat Pemerintah Perancis itu menyampaikan komentar
tersebut sebagai konfirmasi dari laporan-laporan lewat radio
sebelumnya yang menyebutkan Chirac dan PM Jean-Pierre Raffarin
akan mendorong penerapan "sebuah UU baru yang sangat ketat"
tahun depan.
Bulan lalu Presiden Chirac memberi isyarat kuat ia mendukung
larangan penggunaan tutup kepala itu saat memberi sambutan di
Kota Valenciennes. Ia mengatakan "sekularisme tak bisa
dirundingkan."
Chirac mengatakan Perancis tidak akan membiarkan orang
berlindung di balik pemikiran yang menantang dengan berdalih
kebebasan beragama untuk melawan UU negara, atau "untuk
mengancam prinsip-prinsip suatu masyarakat modern.
" Perancis telah terlibat dalam perdebatan pahit mengenai
apakah penggunaan penutup kepala Muslim oleh pelajar-pelajar
putri di sekolah-sekolah berarti pelanggaran dari prinsip
pemisahan urusan agama dengan urusan negara. Perancis telah
menerapkan pemisahan antara urusan agama dari urusan negara itu
dalam waktu seabad terakhir.
Sebuah komisi yang diketuai mantan menteri Bernard Stasi telah
melakukan serangkaian pertemuan menyangkut isu tersebut dengan
para guru, pemimpin agama, sosiolog, politisi dan sejarawan.
Komisi tersebut dijadwalkan sudah harus menyerahkan laporannya
mengenai simbol-simbol keagamaan dan sekularisme sebelum akhir
tahun ini. ant/mim


___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



--[YONSATU - 
ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>






--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke