> ----- Original Message ----- > From: [EMAIL PROTECTED] > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: 06 Nopember 2003 15:55 > Subject: [yonsatu] Re: Sekularisme
> > Khusus soal jilbab, yang repot kan sudah > > seringkali terjadi bahwa wanita muslim berjilbab > > karena dipaksa (dan ditakut-takuti). > > Entah oleh orang tuanya, entah oleh suaminya, > > entah oleh teman2nya, entah oleh pacarnya, > > entah oleh ulama, entah oleh orang yang lebih > > tua darinya. --------------------------------------- ----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] Sent: 06 Nopember 2003 19:52 Subject: [yonsatu] Re: Sekularisme > AWW. > Saya berani bertaruh, bahwa lebih banyak wanita yang > dipaksa tidak berjilbab (oleh sekolah, kantor, pacar, > orang tua, dan kiai seperti Gus Dur) dibanding sebaliknya. > Saya mengalami fase tersebut pada tahun 80 - 90 an. > Wassalam. > DZArifin. ================================ Di medio 1990-an seorang wisudawati di suatu kampus di Bandung mengatakan pada saya: "Yah, mulai sekarang bebas sudah saya dari kewajiban berjilbab!". Lho...!? Ternyata di kampusnya (dan menurut dia juga di berbagai kampus lainnya) pemakaian jilbab oleh mahasiswi banyak yang merupakan keterpaksaan akibat intimidasi aktivis mesjid kampus. Katanya lagi, 50% persen mahasiswi yang menjadi obyek intimidasi, berani melawan, dan ternyata memang tidak diapa-apakan. Tetapi yang 50% lagi memilih untuk tidak mau ribut-ribut. Wasalam. --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
