Sebetulnya selain berpoligami, umat Islam juga diberi peluang untuk menikah 
siri (mungkin ini ajaran Islam Shia). 

Walau ajaran Shia (cmiiw), menikah siri juga akhirnya diadopsi oleh pengikut 
Islam Sunni, mengingat urusannya tidak terlalu ribet dibandingkan mengurus 
surat-surat pernikahan saat mau berpoligami. Ikatannya juga lebih longgar.

Peluang menikah siri banyak dimanfaatkan oleh umat Islam dari Timur Tengah saat 
berwisata ke Indonesia. Mereka berkunjung ke berbagai tempat wisata, seperti di 
Sukabumi dan Puncak. Disana sudah disediakan perempuan-perempuan muda untuk 
dinikahi, termasuk pak penghulu. Semakin muda usia, semakin mahal harganya.

Pasangan pengantin itu lalu tinggal barang seminggu, dua minggu atau sebulan di 
sebuah villa. Setelah sang lelaki kembali ke negeri asalnya, "istrinya" 
tersebut akan diberi pesangon. 

Lalu bagaimana kalau si perempuan hamil? Tergantung kesepakatan. Sang suami 
kalau baik hati akan mengirimi uang ke "istrinya". Kalau tidak, ya nasib.

Makanya tak heran, di kampung-kampung seputar Puncak dan Sukabumi kini banyak 
anak-anak berwajah Timur Tengah. Itulah produk dari budaya kawin siri, juga 
hasil dari kesuksesan pengiriman TKW ke Timur Tengah.


Jadi aturan-aturan kehidupan yang diimpor dari Arab (bukan Islam) yang kita 
adopsi begitu gampang diakali.

 




--- In zamanku@yahoogroups.com, "hikdun" <hik...@...> wrote:
>
> S.Iqbal -> Pernyataan bodoh dari seseorang....
> 
> Kebdohan itu ada di al-Quran dan Muhammad yang menciptakannya, perhatikan 
> ayat ini, bukankah Muhammad melegalkan pelacuiran? 
> 
> 4:25. Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup 
> perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh 
> mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah 
> mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain[285], 
> karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin 
> mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara 
> diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain 
> sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, 
> kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo 
> hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan 
> mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan 
> menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih 
> baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
> 
> 
> 
> --- In zamanku@yahoogroups.com, stephanus iqbal <kragnut@> wrote:
> >
> > Pernyataan bodoh dari seseorang yang tidak mengerti. Sangat disayangkan di 
> > jaman yang serba maju ini masih ada kebodohan yang sedemikian dalam. Hanya 
> > karena ada praktik keagamaan yang menyimpang bukan berarti agama tersebut 
> > mengajarkan seperti itu.
> > 
> > Kenyataan dalam ajaran Islam, pemberian mahar itu bukan untuk membeli 
> > wanita. kalau seandainya diperbolehkan berpikir semacam itu, maka Islam 
> > akan menghalalkan pelacuran. Alasan karena pelacuran diharamkan karena 
> > pelacuran mematerialkan martabat seorang manusia, selain daripada sebuah 
> > perilaku zinah.
> > http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1141350054
> > 
> > Untuk lebih kelasnya mengenai mahar, silahkan baca link tersebut.\
> > 
> > Salam,
> > 
> > Stephanus Iqbal
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ________________________________
> > From: item abu <itemabu@>
> > To: zamanku@yahoogroups.com
> > Sent: Sat, December 19, 2009 4:17:50 PM
> > Subject: Re: [zamanku] Re: Opo Polygami podo dg Pelacuran?
> > 
> >   
> > Yg paling tepat adalah nikah di Islam itu adalah pelacuran legal yg disuruh 
> > ame auloh.
> > 
> > Asal udah bayar mahar, maka si cewek halal diembat kapan aje dimana aje, 
> > dan si cewek ga berhak nolak krn udah terima bayaran. Kalo udah bosen, 
> > talak 3 aje, si cewek paling2 dpt tips sekedarnya. 
> > 
> > Hebatnya, Islam ngakunya udah ngangkat harkat cewek dgn bilang bhw dgn si 
> > cewek udah diembat, maka maharnya ga boleh diminta kembali. Itu sih ga pake 
> > ajaran auloh jg udah dipraktekin di lapangan, cuma Islam aje yg terus 
> > ngesahin sambil ngebanggain keberhasilannya ini.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > > "Tawangalun" <tawangalun@ ...> wrote:
> > 
> > >> Genduk Mus selalu mendengung dengungkan
> > >>> katanya Polygami itu tak ubahnya pelacuran,
> > >>> kalau saya kok ngatain berbeda sama sekali
> > >
> > >>Jangan memfitnah, tak pernah saya men-dengung2kan poligamy tak ubahnya 
> > >>pelacuran.
> > >
> > >>Saya selalu menekankan bahwa pernyataan bahwa Poligamy merupakan variasi 
> > >>dari praktek pelacuran itu sudah merupakan hasil study ilmiah yang 
> > >>kemudian diadopsi kedalam HAM untuk melindungi harkat persamaan hak 
> > >>wanita.
> > >
> > >>Jadi itu bukan pendapat saya, melainkan sudah menjadi pemahaman universal 
> > >>diseluruh dunia yang tak perlu diperdebatkan lagi.
> > >
> > >>Oleh karena itu, kalo anda tidak setuju, silahkan debatnya ke United 
> > >>Nation jangan complain kepada saya.
> > >
> > >>Saya pribadi hanya menyatakan setuju dengan pernyataan UN ini apalagi 
> > >>saya juga melakukan study yang mendalam dengan hasil yang sama.
> > >
> > >>Jangan buang2 waktu me-nyalah2kan saya, salahkan saja UN, debat kesana 
> > >>kalo anda bisa berhasil??? Biar gimana kalo anda ingin pendapat anda 
> > >>diterima seluruh dunia, buktikanlah dengan study yang jelas bukan dengan 
> > >>keimanan yang tidak mungkin diterima semua orang.
> > >
> > >>Sekali lagi ya....  janganlah cari2 untuk membenarkan poligamy, karena 
> > >>kemanapun rujukannya, poligamy dilarang diseluruh dunia meskipun anda 
> > >>tetap ngotot mau mempertahankan poligamy dengan alasan keimanan Islam.  
> > >>Apakah anda pikir dunia bisa berubah pendapat hanya karena Islam 
> > >>membolehkan Poligamy ????  Jelas mustahil, karena Kristen, Hindu, Buddha 
> > >>dan semua agama juga mulanya mendukung poligami, bahkan agama itu memang 
> > >>semua membolehkan poligami tidak ada agama yang melarang poligamy.
> > >
> > >>Dan yang melarang poligamy itu sekarang dunia modern bukan dunia agama.  
> > >>Semua agama sudah bersedia mematuhi larangan poligamy meskipun tetap 
> > >>masih mempraktekkannya seperti agama Kristen aliran Mormon.  Secara 
> > >>general, semua pendeta2 Mormon setuju dilarangnya poligamy dalam agama 
> > >>mereka.
> > >
> > >>Yang masih ngotot mempertahankan poligamy sekarang ini hanyalah Islam 
> > >>meskipun umat Islam sendiri seperti saya ini secara mayoritas juga 
> > >>menolak poligamy.  Mayoritas Islam di Indonesia menolak poligamy meskipun 
> > >>agama Islam tidak melarangnya.
> > >
> > >>Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > >
> > >
> >
>


Kirim email ke