Assalamu'alaykum,
  To the point aja, sudah banyak fatwa ttg utang-piutang yg dilebihkan
  pembayarannya,apapun bentuk nya adalah haram, hutang Rp.100 jt
  ya bayar balik 100 jt.Jika bertransaksi juga harus jelas, mana barang yg 
harus dijual,sudah lengkap,transaksi hanya penjual (A) dan pembeli(B)saja,tidak 
melibatkan pihak ke 3(C).
   
  Kebiasaan di Indonesia beli rumah,harus bayar tanda jadi,DP padahal rumah 
belum dibangun, ini jelas haram, apa bedanya dengan beli Telor, telor nya masih 
didalam perut ayam.
  Di negara kafir aja,jual rumah kalo sudah siap,sang konsumen melihat2 apa 
kekurangan nya,jika cocok dibeli.Di kita beli rumah diperumahan belum tentu 
siap jadi,sering kena janji2 palsu,bangunan tidak sesuai dengan harapan/harga.
   
  Makanya kalo bank syariah mau ikutin syariah,proses nya gak perlu
  berbelit-belit,kenapa tidak bank syariah itu sekaligus developer yg membangun 
rumah,kemudian dipasarkan dengan keuntungan tinggi,
  Konsumen merasa cocok dengan keadaan rumah dan harga jadilah
  transaksi jual beli secara kredit,tanpa perhitungan margin atau bunga 
sekian-sekian,hanya ada 1 system penjualan cash/kredit sama harga.
   
  Tidak jauh beda dengan mengkredit Panci, ada kisah saya pernah kenal dengan 
tukang kredit,dia baik dan jujur, menjual barang peralatan dapur dengan cara 
dikredit,tidak cash,memang harga lebih mahal dikit dari pasaran,tapi warga 
senang krn bayar nya harian dengan Rp.100,usahanya tambah maju pesat.
   
  Masalah uang simpanan di bank, kenapa bank di Indonesia tidak membuat 
peraturan "bank account" without interest ?
  yaitu penabung hanya dikenakan bayar pajak dan administrasi jasa
  krn bank menyediakan ATM,transfer mentrasnfer uang dll.
  Disini memang penabung tidak untung,krn tidak dapat bunga,tapi kan penabung 
mendapat kemudahan fasilitas ATM dll.
  Di Amerika saja ada bank account tanpa bunga,cuma bayar adm.
  bulanan $6, dapat ATM/debit card, dapat credit card tanpa iuran 
tahunan,seandainya bank itu melakukan iuran credit card tahunan,pastilah saya 
gak punya credit card, buat apa buang-buang duit aja.
   
  Salam
  umm Ismael

Kirim email ke