[Catatan Admin] Mohon kerjasama dari antum, para pelanggan milis Assunnah, untuk dapat cross-check terhadap isi email yang antum buat sebelum dikirimkan ke milis Assunnah. Ini salah satu bantuan dari antum untuk kami di dalam memperingan pekerjaan kami mengelola milis Assunnah. Mohon kesalahan teknis seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang, untuk tertibnya kita di dalam mengirimkan email ke milis Assunnah dan selaku sesama pelanggan milis Assunnah. Demikian tambahan informasi yang dapat kami sampaikan, wallahu'alam ---------------
Afwan sebelumnya, ini tanggapan untuk akhi nugroho iman prakosa < [EMAIL PROTECTED]> -- bukan akhi danny kosasih. ini sekaligus menjadi ralat Pada tanggal 14/09/07, indrawan adi wicaksono <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu > > Semoga, diskusi yg panjang ini benar-benar dimaksudkan untuk mendapatkan > kebenaran, dan semoga Allah selalu merahmati kita. > > Secara khusus ana akan menanggapi tulisan akhi danny kosasih. afwan > sebelumnya jika ada kata-kata yg terkesan kasar. Hal ini bukanlah karena > maksud ana untuk demikian, tetapi memang keterbatasan ana dalam kosakata. > Semoga ikhwah sekalian terutama akhi danny kosasih bisa memaklumi > > Akhi danny kosasih menulis: > Memang tidak bisa dipungkiri bahwa belajar fiqh pasti tidak lepas dari > adanya perbedaan pendapat. Dalam permasalahan muamalah banyak sekali saya > temukan perbedaan2 yang ada. Contoh kecilnya adalah perbedaan imam empat > mahzab dalam mengategorikan barang2 apa saja yang tergolong barang ribawi > (apakah hanya 6 barang atau dapat dikiaskan dengan yang semisal). Hal ini > lebih dikarenakan penalaran dan pendekatan untuk melihat suatu permasalahan > yang timbul berbeda2. > > Tanggapan: > Memang benar bahwa salah satu sebab khilaf adalah perbedaan sudut pandang. > Namun, tidak hanya itu, bahkan sebagian besar khilaf disebabkan terkadang > dalil/hadits sampai kepada satu pihak dan belum kepada pihak lain. Zaman > para imam dulu hadits tidaklah tersaji lengkap seperti sekarang. Karena itu, > jika terjadi perbedaan pendapat haruslah rinci, dimana bedanya, kenapa beda > dan seterusnya, baru kemudian kita ketahui bagaimana bersikap. Apakah kita > harus menolerir perkataan imam Malik yg membid'ahkan puasa 6 hari dibulan > syawal saat ini? Padahal jelas beliau mengatakan membid'ahkan puasa syawal > karena riwayat mengenai hal ini yg sampai ke beliau tidak ada yg shahih?? > Apakah kita tolerir pula mereka yg membolehkan nikah mut'ah semata-mata > karena Ibnu Abbas membolehkan?? > > Akhi danny menulis: > Mengenai Bank Syariah yang marak saat ini, ana memandang ada 2 sisi yang > saling bertolak belakang. Di satu sisi ekonom2 muslim memang ingin > memberikan alternatif yang syar'i bagi kaum muslimin. Namun di sisi lain ada > yang memanfaatkan Bank Syariah ini untuk komoditas berbisnis. Artinya, > ketika mereka melihat peluang bisnis di sektor syariah, maka mereka buat > "Bank Syariah". Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian kita kaum > muslimin yang mengaku bermanhaj salaf. Apakah kita yang mengaku bermanhaj > salaf ini akan membiarkan "Bank Syariah" yang selama ini kita kritik untuk > tidak menjadi syariah selamanya? > > Tanggapan: > Kenapa mudah sekali kita berprasangka baik terhadap orang2 diluar manhaj > salaf? walaupun kita tidak pernah tahu siapa dia bagaimana kapasitas > ilmunya? tetapi selalu berprasangka buruk terhadap orang2 yg bermanhaj > salaf? Bagaimana kalau berbagai fatwa ulama kita yg mentahdzir bank syariah > ini kita maknai sebagai nasehat? Kenapa setiap peringatan/nasehat dari > orang2 yg bermanhaj salaf selalu dimaknai penggembosan, cacian dsb, tanpa > pernah ada tanggapan secara ilmiyah atas berbagai kritikan yg dikemukakan? > Sampai detik ini, tidak pernah saya mendapati baik dimilis ini, atau yg lain > tanggapan ilmiyah atas HARAMNYA transaksi yg dilakukan di bank syariah? > bahkan yg saya dapati mereka yg mengharamkan (padahal sudah memberikan dalil > secara gamblang) justru dijadikan pihak yg bersalah???? > > akhi danny menulis: > Sebagian saudara kita berjuang semaksimal mungkin untuk menerapkan > syariah, tetapi kita malah mengkritik habis tanpa memberikan solusi. > > Dan jika kita hanya bisa memojokkan "Bank Syariah", maka apakah kita dapat > berbuat yang lebih baik? > > Tanggapan: > Ya akhi, bukankah Allah telah memberikan solusi melalui ayat-ayatnya? > zakat misalnya, seandainya saja seluruh umat Islam sadar untuk membayar > zakat, maka berapa besar dana yg bisa kita kumpulkan??? Dan bukankah Allah > telah menggantikan dengan sedekah (2:276) sebagai solusi pengganti riba? > > Inilah solusi yg ditawarkan oleh Allah. Maka jika umat Islam tidak mau > menyambut solusi yg ditawarkan oleh Allah, siapakah sebenarnya yg salah? > Ataukah mereka yg tidak merasa cukup dengan solusi yg diajukan oleh Allah, > dan mencari "terobosan baru" inilah yg disebut sebagai pahlawan? Sedangkan > mereka yg mencukupkan diri dengan petunjuk Rabbul 'Alamin, dituduh kolot, > tidak bisa memberikan solusi dsb? > > Benarkah bank "syariah" ini merupakan solusi? Ataukah hanya alat untuk > mengeruk keuntungan saja dari kaum muslimin? Toh kenyataannya bunga yg harus > dibayarkan ke bank syariah lebih besar daripada bank konvensional??? > > akhi danny menulis: > Ana sepenuhnya setuju untuk tidak mencampurkan yang haq dengan yang > bathil. Jadi apabila ternyata dalam "Bank Syariah" ada transaksi yang > menyalahi syariah, bank tersebut harus fair untuk menyatakannya sebagai > transaksi yang tidak syar'i. Sehingga tidak membohongi sebagian masyarakat > yang pada hakikatnya menginginkan transaksi yang syar'i. > > Tanggapan: > afwan sebelumnya, menurut ana ini hanyalah perkataan retoris semata. > Karena kebatilan yg dilakukan bank, justru pada sisi usahanya, dan > kenyataanya sejak berpuluh tahun bank syariah ada didunia ini, tidak pernah > ada pengakuan dari mereka bahwa ada kesalahan. Yg selalu digembor-gemborkan > adalah bahwa sistem bank syariah adalah bagi hasil, dan bagi hasil itu > halal. Padahal masalah utamanya adalah, justru dari sistem usaha mereka, > bagaimana mereka memutar uang sehingga mendapatkan keuntungan. Maka jika > keuntungan yg didapat adalah riba, apakah menjadi halal hanya karena > dibagikan dengan sistem bagi hasil??? > > > ------------------------------------------------------------- > Tidak ada didunia ini yg buruk semua, atau baik semua. kalau kita > perhatikan, orang-orang menyimpang yg ditahdzir para ulama kita, merekapun > memiliki kebaikan yg banyak. Misalnya saja pembunuh Ali bin Abi Thalib, dia > sebelumnya adalah termasuk ahli ilmu, yg direkomendasikan Umar bin Khattab > untuk mengajar di masjid Nabawi. Tetapi ini tidak menghalangi para ulama > untuk mentahdzirnya, dan menjelekkannya bahkan menyeru umat menjauh darinya. > Kenapa? supaya umat tidak terkecoh oleh kebaikannya, dan terpesona olehnya > yg menyebabkan dia ikut terperosok dalam dosa > > Maka demikian halnya dengan bank syariah. Tentu saja dia mengandung > berbagai kebaikan (mana mungkin mengaku atas nama syariah, tetapi prakteknya > jelek semua?). Tahdzir yg dilakukan Syaikh Utsaimin dan Syaikh Al-Mar'i, > atas bank syariah tentu bukan perkataan yg sembarangan/ngawur/membabi buta, > atau kitapun akan mengatakan --sebagaimana hizbiyyun-- bahwa mereka ini > ngga' paham waqi'? Maka walaupun bank "syariah" ini membawa jargon/simbol > Islam, dan tidak bisa dipungkiri merekapun memberikan manfaat kepada > sebagian umat Islam, akan tetapi praktek riba, yg mereka kemas atas nama > syariah adalah bahaya yg jauh lebih besar dari manfaatnya, bahkan lebih > bahaya lagi, menipu umat seolah-olah sesuai syar'i, padahal hanya riba > semata. > > Orang Arab jahiliyah dulu, ketika menang judi mereka bagikan semua > hasilnya utk fakir miskin. Tetapi ini tidak menghalangi Allah untuk > mengharamkannya, dan memerintahkan seluruh kaum muslimin menjauhinya, > walaupun kalau menang utk fakir miskin. Lalu bagaimana lagi dengan riba? > Yang Allah dan Rasul-Nya menyatakan perang (2:279)? Bagaimana lagi dengan yg > menutup-nutupi praktek ribanya atas nama syariah, walaupun dia sumbangkan > sebagian atau seluruhnya utk kaum muslimin? > > Wallahu A'lam > > Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
