Salah Boss!

 

Bedanya adalah:

- dulu korupsi di bawah meja
- sekarang korupsi di atas meja

sama saja :))
Sekarang sampai mejanya di korupsi!

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of www.TonnyTrisnawan.com
Sent: Wednesday, May 21, 2008 12:11 AM
To: [email protected]
Subject: Re: Balasan: Re: [baliblogger] Sepuluh Tahun Lalu...

 

Bedanya adalah:

- dulu korupsi di bawah meja
- sekarang korupsi di atas meja

sama saja :))

T.

2008/5/20 wayan suardana <che_gendovara@ <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
yahoo.co.id>:

Kalo ada yang rindu dengan keadaan seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di
saat premium masih di kisaran seribuan per liter, atau bahkan merindukan
masa jauh sebelum itu.. disaat  merasakan bensin 500 rupiah/liter.

maka kita ada pada kerinduan yang sama tapi dengan keinginan yang berbeda!
saya sanmgat tidak ingin keadaan seperti sebelum atau bahkan jauh sebelum 10
tahun lalu...

betul harga bensun murah....
betul harga  sembako murah...
tapi semua adalah keadaaan MURAH yang seolah-seolah,
nyatanya semua itu disubsidi dengan hutang luarnegeri  yang terus menerus
menumpuk.
hutang-gutang yang selalu dikorup oleh kroni2 ORBA .

lalu ketika jatuh tempo...maka kiamatlah bagi rakyat Indonesia. Orang2 yang
tidak tau apa2 tentang utang luar negeri tapi kemudian disuguhi dengan
bayaran utang yang melimpah 7 juta per orang.

Gila!!!!! itukah kondisi yang kita inginkan?? kemakmuran semu. 
sesungguhnya keadaan sekarang,  keadaan yang selalu anda sesali ini adalah
keadaan sesungguhnya pada zaman sebelum 10 tahun lalu.

harga-harga murah adalah alat tipu rezim. harga murah yang dibangun dari
utang. mereka selalu membangga-banggakan utang luar negeri.........
Ngutang kok bangga dan ga segan-segan berkata di media massa "kita bangsa
yang terhormat karena asing percaya memberikan bantuan utang ke kita!"
(hauhauauahua laknat).

hanya satu yang bener2 murag dan bukan tipuan rezim pada waktu sebelum 10
tahun yang lalu yaitu: HARGA NYAWA  RAKYAT !!
thx

gendo (hanya seorang multiplyer, hehehe)

http://gendo. <http://gendo.multiply.com/> multiply.com/


"www.TonnyTrisnawan. <http://www.TonnyTrisnawan.com> com"
<[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> .com> wrote:

Dan Ironis nya.. setelah aksi demo pro reformasi sepuluh tahun lalu.. nasib
bangsa ini tidak kunjung membaik.. dan boleh dibilang semakin terpuruk. Kita
jadi berpikir.. ah... seandainya seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di
saat premium masih di kisaran seribuan per liter, bahkan jauh sebelum itu..
saya masih sempat merasakan bensin 500 rupiah/liter.
Seandainya seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat hanya dengan uang Rp
600, saya bisa beli sate kuah lengkap dengan nasi putih dan teh botol nya
dibilangan GOR Ngurah Rai Denpasar.

Hari ini 100 tahun kebangkitan Nasional, pemerintah memberikan kado istimewa
berupa rencana kenaikan BBM tiga hari lagi. Beberapa hari yang lalu, saya
mendapat forward-an email dari salah satu teman. Mungkin teman2 di sini juga
sudah dapat. saya sendiri juga nggak tahu tingkat keakuratan dan kebenaran
isi attachment nya. attachment berisi lebih kurang semacam perhitungan yg
menyatakan bahwa BBM tidak perlu naik.

Jadi teringat cerita cupak grantang ngadek Ratu... Cupak yg pertama jadi
Raja.. yg haus kekuasaan dan keserakahan.. lalu digulingkan oleh I Grantang.
Lalu I Grantang naik tahta jadi Raja. Apa yg terjadi? Lama-kelamaan, lambat
laun, Wajah I Grantang berubah secara perlahan.. lama2 kok muka nya jadi
mirip Cupak ya.. :D

Selamet gen.... jeg benyahang mekejang Ru!!


T.



2008/5/20 yoskebe <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> com>:

Semeton Blogger...

Sepuluh tahun yang lalu, pasti masih melekat disemua ingatan bulan Mei
1998 merupakan bulan penuh dengan gempita demonstrasi di seluruh
pelosok negeri, terutama di kampus-kampus. Salah satunya di kampus
Udayana.

Cengkeraman kuku-kuku rejim Orde Baru yang semakin kalap berusaha
menekan setiap elemen yang berusaha menyuarakan ketidakadilan yang
semakin menjadi-jadi ditengah keterpurukan bangsa.

Saya tidak bercerita tentang heroik binti nasionalisnya semua yang
bergerak mengepalkan tangan dan melepas suara hingga habis demi
menjadi bagian dari "voice of the voiceless" dan mewujudkan "vox
populi vox dei"
namun ada sisi menarik dari semua gegap gempita itu.

Panggung demonstrasi dan ajang turun ke jalan kemudian menjadi satu
lahan empuk bagi beberapa gelentir orang untuk unjuk muka disaat itu.
Semua upaya unjuk muka itu entah dilatar belakangi oleh tujuan apa tak
seorang pun bisa menebak, karena itulah dunia politik, penuh dengan
intrik bermuka sepuluh. 

Maka tak heran, pada rapat2 persiapan demo dan dalam percakapan
dikalangan terbatas muncul istilah 'SELEBRITI AKSI" yang ditujukan
pada oknum2 yang berusaha mencari eksistensi diri demi melabelkan diri
sebagai orang yang terdepan menyuarakan amanat penderitaan rakyat.

Sungguh dan sungguh lucu jika melihat kelakuan para selebriti aksi
itu. Pada saat panggung dibuka, mereka dengan sigap berdiri didepan
kemudian jika suasana beralih ke warming up untuk head to head dengan
barisan polisi anti huru hara posisi pindah menuju barisan paling
belakang, nah pada saat pentungan pertama beradu dengan batok kepala
maka para selibriti aksi dengan sigap mengambil langkah seribu
menyelamatkan diri. 

Apa yang terjadi setelah semua adu pentungan dan harumnya gas air mata
reda ? Selebriti aksi dengan gagah rupawan berada dibarisan depan
dengan memasang tampang penuh percaya diri untuk siap berbicara
didepan kamera, tape recorder para pemburu berita. Ah.. andaikata
koran di kota kita sudah memberi ruang berita dengan tanda bintang
(xx*) pasti sang selebriti aksi tak perlu sampai membuat rambutnya
kacau baliau karena tertiup angin saat lintang pukang mencari
persembunyian.

Dari tingkah polah selebriti aksi itu aku sendiri bisa menilai siapa
sebenarnya yang benar-benar menyuarakan semua ketidakadilan tanpa
bermain sandiwara diatas penderitaan orang lain.

Dari sana aku sendiri bisa menilai siapa yang konsisten akan sikap dan
keberanian untuk mengambil segala risiko atas setiap cara-cara yang
dipakai oleh sebuah rejim dalam memberangus kemerdekaan berpikir dan
penyeragaman sosial di negara ini.

Selibriti aksi tak mesti ada hanya diajang demontrasi jalanan, ia pun
kadang hadir dalam kehidupan sehari-hari kita bahkan didunia yang ada
persis di depan mata.

Duduk diam dengan manis demi keselamatan diri sendiri disaat rejim
baru mulai memberangus kemerdekaan kita dalam menyampaikan pendapat,
sekalipun kita bisa mempertanggungjawabkannya, merupakan salah satu
perbuatan yang dilakukan oleh selebriti aksi disepuluh tahun yang lalu.

Matur suksma,

Yos Kebe
mosalaki.multiply. <http://mosalaki.multiply.com> com




-- 
--------------------------------------------
www.tonnytrisnawan. <http://www.tonnytrisnawan.com> com

Do not print this email, save your paper!
paperless... paperless... paperless... 

 

  _____  

Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
<http://sg.rd.yahoo.com/id/search/toolbar/mail/signature/*http:/id.toolbar.y
ahoo.com/>  




-- 
--------------------------------------------
www.tonnytrisnawan. <http://www.tonnytrisnawan.com> com

Do not print this email, save your paper!
paperless... paperless... paperless... 

 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.21/1455 - Release Date: 5/19/2008
5:04 PM


Kirim email ke