Kalo ada yang rindu dengan keadaan seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat 
premium masih di kisaran seribuan per liter, atau bahkan merindukan masa jauh 
sebelum itu.. disaat  merasakan bensin 500 rupiah/liter.

maka kita ada pada kerinduan yang sama tapi dengan keinginan yang berbeda!
saya sanmgat tidak ingin keadaan seperti sebelum atau bahkan jauh sebelum 10 
tahun lalu...

betul harga bensun murah....
betul harga  sembako murah...
tapi semua adalah keadaaan MURAH yang seolah-seolah,
nyatanya semua itu disubsidi dengan hutang luarnegeri  yang terus menerus 
menumpuk.
hutang-gutang yang selalu dikorup oleh kroni2 ORBA .

lalu ketika jatuh tempo...maka kiamatlah bagi rakyat Indonesia. Orang2 yang 
tidak tau apa2 tentang utang luar negeri tapi kemudian disuguhi dengan bayaran 
utang yang melimpah 7 juta per orang.

Gila!!!!! itukah kondisi yang kita inginkan?? kemakmuran semu. 
sesungguhnya keadaan sekarang,  keadaan yang selalu anda sesali ini adalah 
keadaan sesungguhnya pada zaman sebelum 10 tahun lalu.

harga-harga murah adalah alat tipu rezim. harga murah yang dibangun dari utang. 
mereka selalu membangga-banggakan utang luar negeri.........
Ngutang kok bangga dan ga segan-segan berkata di media massa "kita bangsa yang 
terhormat karena asing percaya memberikan bantuan utang ke kita!" (hauhauauahua 
laknat).

hanya satu yang bener2 murag dan bukan tipuan rezim pada waktu sebelum 10 tahun 
yang lalu yaitu: HARGA NYAWA  RAKYAT !!
thx

gendo (hanya seorang multiplyer, hehehe)

http://gendo.multiply.com/


"www.TonnyTrisnawan.com" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Dan Ironis nya.. setelah aksi demo pro reformasi sepuluh tahun lalu.. nasib 
bangsa ini tidak kunjung membaik.. dan boleh dibilang semakin terpuruk. Kita 
jadi berpikir.. ah... seandainya seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat 
premium masih di kisaran seribuan per liter, bahkan jauh sebelum itu.. saya 
masih sempat merasakan bensin 500 rupiah/liter.
 Seandainya seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat hanya dengan uang Rp 
600, saya bisa beli sate kuah lengkap dengan nasi putih dan teh botol nya 
dibilangan GOR Ngurah Rai Denpasar.

Hari ini 100 tahun kebangkitan Nasional, pemerintah memberikan kado istimewa 
berupa rencana kenaikan BBM tiga hari lagi. Beberapa hari yang lalu, saya 
mendapat forward-an email dari salah satu teman. Mungkin teman2 di sini juga 
sudah dapat. saya sendiri juga nggak tahu tingkat keakuratan dan kebenaran isi 
attachment nya. attachment berisi lebih kurang semacam perhitungan yg 
menyatakan bahwa BBM tidak perlu naik.
 
Jadi teringat cerita cupak grantang ngadek Ratu... Cupak yg pertama jadi Raja.. 
yg haus kekuasaan dan keserakahan.. lalu digulingkan oleh I Grantang. Lalu I 
Grantang naik tahta jadi Raja. Apa yg terjadi? Lama-kelamaan, lambat laun, 
Wajah I Grantang berubah secara perlahan.. lama2 kok muka nya jadi mirip Cupak 
ya.. :D
 
Selamet gen.... jeg benyahang mekejang Ru!!


T.



2008/5/20 yoskebe <[EMAIL PROTECTED]>:
                                  Semeton Blogger...
 
 Sepuluh tahun yang lalu, pasti masih melekat disemua ingatan bulan Mei
 1998 merupakan bulan penuh dengan gempita demonstrasi di seluruh
 pelosok negeri, terutama di kampus-kampus. Salah satunya di kampus
 Udayana.
 
 Cengkeraman kuku-kuku rejim Orde Baru yang semakin kalap berusaha
 menekan setiap elemen yang berusaha menyuarakan ketidakadilan yang
 semakin menjadi-jadi ditengah keterpurukan bangsa.
 
 Saya tidak bercerita tentang heroik binti nasionalisnya semua yang
 bergerak mengepalkan tangan dan melepas suara hingga habis demi
 menjadi bagian dari "voice of the voiceless" dan mewujudkan "vox
 populi vox dei"
 namun ada sisi menarik dari semua gegap gempita itu.
 
 Panggung demonstrasi dan ajang turun ke jalan kemudian menjadi satu
 lahan empuk bagi beberapa gelentir orang untuk unjuk muka disaat itu.
 Semua upaya unjuk muka itu entah dilatar belakangi oleh tujuan apa tak
 seorang pun bisa menebak, karena itulah dunia politik, penuh dengan
 intrik bermuka sepuluh. 
 
 Maka tak heran, pada rapat2 persiapan demo dan dalam percakapan
 dikalangan terbatas muncul istilah 'SELEBRITI AKSI" yang ditujukan
 pada oknum2 yang berusaha mencari eksistensi diri demi melabelkan diri
 sebagai orang yang terdepan menyuarakan amanat penderitaan rakyat.
 
 Sungguh dan sungguh lucu jika melihat kelakuan para selebriti aksi
 itu. Pada saat panggung dibuka, mereka dengan sigap berdiri didepan
 kemudian jika suasana beralih ke warming up untuk head to head dengan
 barisan polisi anti huru hara posisi pindah menuju barisan paling
 belakang, nah pada saat pentungan pertama beradu dengan batok kepala
 maka para selibriti aksi dengan sigap mengambil langkah seribu
 menyelamatkan diri.  
 
 Apa yang terjadi setelah semua adu pentungan dan harumnya gas air mata
 reda ? Selebriti aksi dengan gagah rupawan berada dibarisan depan
 dengan memasang tampang penuh percaya diri untuk siap berbicara
 didepan kamera, tape recorder para pemburu berita. Ah.. andaikata
 koran di kota kita sudah memberi ruang berita dengan tanda bintang
 (xx*) pasti sang selebriti aksi tak perlu sampai membuat rambutnya
 kacau baliau karena tertiup angin saat lintang pukang mencari
 persembunyian.
 
 Dari tingkah polah selebriti aksi itu aku sendiri bisa menilai siapa
 sebenarnya yang benar-benar menyuarakan semua ketidakadilan tanpa
 bermain sandiwara diatas penderitaan orang lain.
 
 Dari sana aku sendiri bisa menilai siapa yang konsisten akan sikap dan
 keberanian untuk mengambil segala risiko atas setiap cara-cara yang
 dipakai oleh sebuah rejim dalam memberangus kemerdekaan berpikir dan
 penyeragaman sosial di negara ini.
 
 Selibriti aksi tak mesti ada hanya diajang demontrasi jalanan, ia pun
 kadang hadir dalam kehidupan sehari-hari kita bahkan didunia yang ada
 persis di depan mata.
 
 Duduk diam dengan manis demi keselamatan diri sendiri disaat rejim
 baru mulai memberangus kemerdekaan kita dalam menyampaikan pendapat,
 sekalipun kita bisa  mempertanggungjawabkannya, merupakan salah satu
 perbuatan yang dilakukan oleh selebriti aksi disepuluh tahun yang lalu.
 
 Matur suksma,
 
 Yos Kebe
 mosalaki.multiply.com
 
 
     
                 
                      





-- 
--------------------------------------------
www.tonnytrisnawan.com

Do not print this email, save your paper!
paperless... paperless... paperless... 
     
                                       

       
---------------------------------
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga.

Kirim email ke