Bedanya adalah:

- dulu korupsi di bawah meja
- sekarang korupsi di atas meja

sama saja :))

T.

2008/5/20 wayan suardana <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Kalo ada yang rindu dengan keadaan seperti sebelum sepuluh tahun lalu..
> di saat premium masih di kisaran seribuan per liter, atau bahkan merindukan
> masa jauh sebelum itu.. disaat  merasakan bensin 500 rupiah/liter.
>
> maka kita ada pada kerinduan yang sama tapi dengan keinginan yang berbeda!
> saya sanmgat tidak ingin keadaan seperti sebelum atau bahkan jauh sebelum
> 10 tahun lalu...
>
> betul harga bensun murah....
> betul harga  sembako murah...
> tapi semua adalah keadaaan MURAH yang seolah-seolah,
> nyatanya semua itu disubsidi dengan hutang luarnegeri  yang terus menerus
> menumpuk.
> hutang-gutang yang selalu dikorup oleh kroni2 ORBA .
>
> lalu ketika jatuh tempo...maka kiamatlah bagi rakyat Indonesia. Orang2 yang
> tidak tau apa2 tentang utang luar negeri tapi kemudian disuguhi dengan
> bayaran utang yang melimpah 7 juta per orang.
>
> Gila!!!!! itukah kondisi yang kita inginkan?? kemakmuran semu.
> sesungguhnya keadaan sekarang,  keadaan yang selalu anda sesali ini adalah
> keadaan sesungguhnya pada zaman sebelum 10 tahun lalu.
>
> harga-harga murah adalah alat tipu rezim. harga murah yang dibangun dari
> utang. mereka selalu membangga-banggakan utang luar negeri.........
> Ngutang kok bangga dan ga segan-segan berkata di media massa "kita bangsa
> yang terhormat karena asing percaya memberikan bantuan utang ke kita!"
> (hauhauauahua laknat).
>
> hanya satu yang bener2 murag dan bukan tipuan rezim pada waktu sebelum 10
> tahun yang lalu yaitu: HARGA NYAWA  RAKYAT !!
> thx
>
> gendo (hanya seorang multiplyer, hehehe)
>
> http://gendo.multiply.com/
>
>
> *"www.TonnyTrisnawan.com" <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
>  Dan Ironis nya.. setelah aksi demo pro reformasi sepuluh tahun lalu..
> nasib bangsa ini tidak kunjung membaik.. dan boleh dibilang semakin
> terpuruk. Kita jadi berpikir.. ah... seandainya seperti sebelum sepuluh
> tahun lalu.. di saat premium masih di kisaran seribuan per liter, bahkan
> jauh sebelum itu.. saya masih sempat merasakan bensin 500 rupiah/liter.
> Seandainya seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat hanya dengan uang
> Rp 600, saya bisa beli sate kuah lengkap dengan nasi putih dan teh botol nya
> dibilangan GOR Ngurah Rai Denpasar.
>
> Hari ini 100 tahun kebangkitan Nasional, pemerintah memberikan kado
> istimewa berupa rencana kenaikan BBM tiga hari lagi. Beberapa hari yang
> lalu, saya mendapat forward-an email dari salah satu teman. Mungkin teman2
> di sini juga sudah dapat. saya sendiri juga nggak tahu tingkat keakuratan
> dan kebenaran isi attachment nya. attachment berisi lebih kurang semacam
> perhitungan yg menyatakan bahwa BBM tidak perlu naik.
>
> Jadi teringat cerita cupak grantang ngadek Ratu... Cupak yg pertama jadi
> Raja.. yg haus kekuasaan dan keserakahan.. lalu digulingkan oleh I Grantang.
> Lalu I Grantang naik tahta jadi Raja. Apa yg terjadi? Lama-kelamaan, lambat
> laun, Wajah I Grantang berubah secara perlahan.. lama2 kok muka nya jadi
> mirip Cupak ya.. :D
>
> Selamet gen.... jeg benyahang mekejang Ru!!
>
>
> T.
>
>
> 2008/5/20 yoskebe <[EMAIL PROTECTED]>:
>
>>   Semeton Blogger...
>>
>> Sepuluh tahun yang lalu, pasti masih melekat disemua ingatan bulan Mei
>> 1998 merupakan bulan penuh dengan gempita demonstrasi di seluruh
>> pelosok negeri, terutama di kampus-kampus. Salah satunya di kampus
>> Udayana.
>>
>> Cengkeraman kuku-kuku rejim Orde Baru yang semakin kalap berusaha
>> menekan setiap elemen yang berusaha menyuarakan ketidakadilan yang
>> semakin menjadi-jadi ditengah keterpurukan bangsa.
>>
>> Saya tidak bercerita tentang heroik binti nasionalisnya semua yang
>> bergerak mengepalkan tangan dan melepas suara hingga habis demi
>> menjadi bagian dari "voice of the voiceless" dan mewujudkan "vox
>> populi vox dei"
>> namun ada sisi menarik dari semua gegap gempita itu.
>>
>> Panggung demonstrasi dan ajang turun ke jalan kemudian menjadi satu
>> lahan empuk bagi beberapa gelentir orang untuk unjuk muka disaat itu.
>> Semua upaya unjuk muka itu entah dilatar belakangi oleh tujuan apa tak
>> seorang pun bisa menebak, karena itulah dunia politik, penuh dengan
>> intrik bermuka sepuluh.
>>
>> Maka tak heran, pada rapat2 persiapan demo dan dalam percakapan
>> dikalangan terbatas muncul istilah 'SELEBRITI AKSI" yang ditujukan
>> pada oknum2 yang berusaha mencari eksistensi diri demi melabelkan diri
>> sebagai orang yang terdepan menyuarakan amanat penderitaan rakyat.
>>
>> Sungguh dan sungguh lucu jika melihat kelakuan para selebriti aksi
>> itu. Pada saat panggung dibuka, mereka dengan sigap berdiri didepan
>> kemudian jika suasana beralih ke warming up untuk head to head dengan
>> barisan polisi anti huru hara posisi pindah menuju barisan paling
>> belakang, nah pada saat pentungan pertama beradu dengan batok kepala
>> maka para selibriti aksi dengan sigap mengambil langkah seribu
>> menyelamatkan diri.
>>
>> Apa yang terjadi setelah semua adu pentungan dan harumnya gas air mata
>> reda ? Selebriti aksi dengan gagah rupawan berada dibarisan depan
>> dengan memasang tampang penuh percaya diri untuk siap berbicara
>> didepan kamera, tape recorder para pemburu berita. Ah.. andaikata
>> koran di kota kita sudah memberi ruang berita dengan tanda bintang
>> (xx*) pasti sang selebriti aksi tak perlu sampai membuat rambutnya
>> kacau baliau karena tertiup angin saat lintang pukang mencari
>> persembunyian.
>>
>> Dari tingkah polah selebriti aksi itu aku sendiri bisa menilai siapa
>> sebenarnya yang benar-benar menyuarakan semua ketidakadilan tanpa
>> bermain sandiwara diatas penderitaan orang lain.
>>
>> Dari sana aku sendiri bisa menilai siapa yang konsisten akan sikap dan
>> keberanian untuk mengambil segala risiko atas setiap cara-cara yang
>> dipakai oleh sebuah rejim dalam memberangus kemerdekaan berpikir dan
>> penyeragaman sosial di negara ini.
>>
>> Selibriti aksi tak mesti ada hanya diajang demontrasi jalanan, ia pun
>> kadang hadir dalam kehidupan sehari-hari kita bahkan didunia yang ada
>> persis di depan mata.
>>
>> Duduk diam dengan manis demi keselamatan diri sendiri disaat rejim
>> baru mulai memberangus kemerdekaan kita dalam menyampaikan pendapat,
>> sekalipun kita bisa mempertanggungjawabkannya, merupakan salah satu
>> perbuatan yang dilakukan oleh selebriti aksi disepuluh tahun yang lalu.
>>
>> Matur suksma,
>>
>> Yos Kebe
>> mosalaki.multiply.com
>>
>>
>
>
> --
> --------------------------------------------
> www.tonnytrisnawan.com
>
> Do not print this email, save your paper!
> paperless... paperless... paperless...
>
>
> ------------------------------
> Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang
> juga.<http://sg.rd.yahoo.com/id/search/toolbar/mail/signature/*http://id.toolbar.yahoo.com/>
> 
>



-- 
--------------------------------------------
www.tonnytrisnawan.com

Do not print this email, save your paper!
paperless... paperless... paperless...

Kirim email ke