Solaria? Saya pernah mencoba..duluuuuuuu sekali, kalau tak salah di Blok M 
Plaza. Itu gerai pertama mereka. Entah sekarang masih buka atau tidak. 
Sepertinya majalah SWA pernah memuat profil pemilik Solaria...edisi jadul.

Apabila pengalaman  yang ditulis Andreas memang benar-benar terjadi, ada 
beberapa kemungkinan:

1. Menurut teori konspirasi, ada pesaing yang ingin menjatuhkan Solaria. 
Berbagai cara licik mereka lakukan. Salah satunya: mereka kongkalikong dengan 
beberapa karyawan. Mereka diminta untuk menaruh kecoa pada makanan yang 
dihidangkan untuk para tamunya. Ingat, persaingan dalam bisnis restoran juga 
amat kotor, sekotor dapur mereka.

2. Gaji karyawan kecil dan benefit yang mereka dapatkan di bawah standar, 
sehingga ada yang iseng menaruh kecoa, laba-laba, lalat, kutu busuk, kaki 
seribu dan lain sebagainya.

3. Manajemen Solaria memang amburadul, perlu segera dibenahi. 

Semoga email ini juga dibaca oleh manajemen Solaria, agar dapat segera 
memperbaiki perfomanya. Tiada kata terlambat untuk memperbaiki diri.

Salam,

MC



  ----- Original Message ----- 
  From: Andreas Setiarama 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, September 26, 2007 9:02 AM
  Subject: Re: [bango-mania] SOLARIA: Mie Ayam Bakso + Kecoa



  Mas Bayu,
  Terimakasih atas sarannya ... sebenearnya saya sudah kirim ke beberapa 
harian, termasuk Kompas kemaren, moga2 kalau tidak ada kesalahan prosedur, 
keluhan saya bisa dimuat.

  Salam,
  Andreas

   
  On 9/25/07, Bayu SN <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
    Andreas,, shirley,, saya sarankan anda juga mengirimkan pengalaman pahit 
anda ke SUARA PEMBACA BERBAGAI MEDIA misalkan Kompas,, Madia Indonesia Dll,,, 
saya dulu sempat juga bermasalah dengan sebuah Super Market Besar,,, setelah 
saya tempuh jalur jalur tersebut akhirnya PR dan Manager Tempat Tersebut,, 
datang untuk menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan mereka ke kantor 
saya,,, untuk pengalaman pahit anda ini harus disebarluaskan dengan maksud agar 
Pihak yang bersangkutan dapat memperbaiki pelayanannya kepada para 
pelanggannya,, namun kalau ternyata mereka tidak bereaksi maka lambat laun 
usahanya pasti akan hancur,, dengan sendirinya. 

    Wassalam
    Bayu Setiyo nugroho
    Ramako 105.8 fm 



    Shirley Wibisono wrote: 
      Andreas,
      Saya kaget juga membaca emailmu, karena pengalamanmu di SOLARIA itu 
persis sama yang saya alami ketika makan di Solaria (Plaza Semanggi)!!! Pas itu 
teman saya habis selesai nge-gym dan mengajak saya makan siang di sana... Kami 
putar-putar hingga akhirnya memutuskan makan di Solaria (waktu itu sudah lewat 
jam makan siang, sehingga dah laper banget)... Sampe sana rame banget, saya 
pesan teriyaki apa gitu dan teman saya pesan mie ayam (saya masih ingat 
harganya 12,000)... 

      Makanan datang, kamipun senang... Ketika lagi setengah jalan makan, kami 
sempat berkomentar sayur di Solaria tidak fresh tapi ya sutralah... tapi teman 
saya tiba-tiba berhenti makan, dan menaruh mangkuknya dengan shock... Saya 
tanya kenapa, dia menampakkan muka jijik gitu... Dia bilang ada kecoa di 
mangkuknya, iih, saya juga langsung berhenti makan dan kehilangan selera makan 
total lho! Kami panggil pelayan, dan teman saya (yang kebetulan lama tinggal di 
Singapore) bilang kalau hal ini tidak bisa ditolerir dan dia tidak akan makan 
di Solaria lagi. Dia bilang kalau di Spore terjadi seperti itu, tentu restoran 
tsb sudah ditutup seketika! Saya juga jijik setengah mati, terutama 
membayangkan kecoa yg notabene adalah binatang kotor yang sering ke tempat2 
jorok dan mudah berkembang biak tadi masuk ke pencernaan saya... Eukh, sejak 
saat itu saya tidak mau makan di Solaria lagi. Setelah itu pelayan memang 
seperti ketakutan bilang mau mengganti makanan (udah ilfeel lah), dan teman 
saya minta dikembalikan uangny. Kejadian ini sekali terjadi dengan saya sebagai 
saksi matanya, dan saat membaca email di milis ini saya jadi semakin yakin 
bahwa Solaria bukan tempat yg layak disebut restaurant. Pelayan2nya tidak ramah 
(kalau mau dibandingkan resto yg setara, misalnya Platinum, pelayanannya jauh 
lebih sucks), sayuran tidak fresh, plus jadi cemas terus kalau2 ada kecoa 
termakan...hiii... 

      Kebetulan saya berkantor di daerah Sudirman, dan dekat dengan Plz 
Semanggi, sehingga sekarang setiap kali teman-teman kantor mengajak kunch di 
sana dan menunjuk Solaria...saya langsung angkat bicara dan mencegah mereka ke 
sana. Jadi setidaknya dari sekian banyak teman saya, tidak akan ada satupun 
yang pergi ke Solaria lagi... Berhubung ini adalah milis pecinta makanan (yang 
enak dan sehat), maka saya juga merasa berkewajiban menyampaikan kerisauan ini. 
Thanks for sharing. 
       
      Ga usah ambil resiko, masih banyak kok tempat makan lain...


      Ttd,
      Shirley
       
      On 9/24/07, Andreas Setiarama <[EMAIL PROTECTED] > wrote: 

        Dear All,
        Telah beberapa bulan saya menjadi member di milis ini dan mohon maaf 
jika selama ini saya hanya menjadi member pasif. Perkenankanlah pada kesempatan 
ini saya menyampaikan uneg-uneg atas apa yang baru saja saya alami ketika makan 
di restoran SOLARIA. 

        Sesuai dengan pernyataan lisan yang saya berikan kepada pihak SOLARIA 
dalam hal ini saya sampaikan kepada sdri. Ema (Kasir) jika dalam waktu 2 
hari/sampai dengan hari Senin tanggal 24 September 2007 pihak manajemen SOLARIA 
tidak juga menghubungi saya perihal keluhan/kekecewaan yang saya alami, saya 
akan mempublikasikannya kepada khalayak ramai melalui media masa. 


        Pada hari Sabtu tanggal 22 September 2007, Saya bersama 2 orang teman 
saya memutuskan utk makan malam di restoran "SOLARIA" yang bertempat di gedung 
OIL CENTER, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (depan EX). Berhubung saya tidak 
terlalu lapar, saya memilih "Mie Ayam Bakso" dan "Es Teh Manis" dari menu yang 
ditawarkan sementara kedua teman saya memilih menu yang berbeda. 



        Sekitar 10 menit kami harus menunggu sampai akhirnya semua makanan yang 
kami pesan tersedia di hadapan kami. Pada waktu itu suasana disana cukup ramai 
karena bertepatan dgn waktu berbuka puasa sampai saya harus menunggu cukup lama 
hanya untuk sekedar meminta tambahan kuah karena mie ayam yang saya makan 
terasa agak asin. Setelah kuah tambahan datang, saya menuangkannya kedalam 
mangkuk mie ayam sambil mengaduk-aduk mie dan pernak-perniknya yang sudah 
tinggal separuh, dengan terkaget-kaget dan hampir tidak percaya dengan apa yang 
saya lihat, saya menemukan sosok serangga berwarna coklat yang saya yakini 
sebagai "kecoa". Temuan saya ini saya konfirmasikan kepada kedua teman saya 
untuk meyakinkannya dan kontan kedua teman saya berhenti menyantap makanannya 
masing-masing. Temuan saya ini akhirnya saya beritahukan ke salah seorang 
pelayan dengan perntanyaan basa-basi : "Apa ini mbak?" Pelayan tersebut 
langsung mengambl mangkuk mie ayam tersebut dan menyatakan permohonan maaf   
dan menawarkan akan mengganti yang baru sambil pergi kembali masuk ke dapur. 
Saya dan teman-teman saya hanya bisa tertegun. Pasalnya bukan permintaan maaf 
dan penggantian makanan yang saya butuhkan saat itu tapi klarifikasi dari pihak 
manajemen SOLARIA perihal mengapa hal ini sampai terjadi. 



        Kembali saya memanggil pelayan-pelayan disana dan meminta apakah saya 
bisa bertemu dgn supervisor atau " duty manager " yang ada. Saya berusaha untuk 
sesopan mungkin memintanya karena saya tidak mau menggangu pelanggan yang lain 
yang sedang berbuka puasa namun nampaknya permintaan saya ini tidak 
diperhatikan dgn serius atau malah saya menduga segaja ditutup-tutupi. Seorang 
pelayan bernama Susi mengatakan bahwa hari itu tidak ada siapa-siapa, tidak ada 
supervisor ataupun duty manager. Saya memintanya untuk menghubungi via telefon. 
Sekali lagi dikatakan bahwa pihak manajemen SOLARIA tidak dapat dihubungi. 
Semakin kesal akhirnya saya meminta nomer handphone yang bisa saya hubungi 
untuk menyampaikan keluhan saya ini. Sebuah nomer handphone diberikan atas nama 
ibu Iroh. Terus terang tidak jelas apa jabatan ibu Iroh ini. Teman saya 
membantu saya menghubungi nomer tersebut dan menyampaikan keluhan saya namun 
ketika diminta utk datang ke lokasi, ibu Iroh ini tidak bersedia. 



        Saya sangat menyayangkan restoran sekelas SOLARIA ini tidak melengkapi 
bisnisnya dengan layanan online service untuk pengaduan pelanggan. Karena sudah 
tidak sabar menunggu akhirnya kami bertiga memutuskan untuk meninggalkan tempat 
itu dan meninggalkan pesan-pesan kepada Sdri. Ema (kasir). Saya menuliskan nama 
lengkap saya beserta nomer handphone saya dan memintanya untuk menyampaikannya 
kepada pihak manajemen SOLARIA untuk menghubungi saya. Saya tidak meminta uang 
saya kembali karena saya menganggap masalah ini belum selesai. Saya mengatakan 
jika dalam waktu dua hari (sampai dengan hari Senin, 24 September 2007)   pihak 
manajemen SOLARIA tidak juga memberikan tanggapan/klarifikasi atas keluhan 
saya, saya akan mempublikasikan pengalaman saya ini ke media masa.



        Mulai saat itu saya meragukan higienitas dari makanan-makanan yang 
disajikan SOLARIA. Saya hanya bisa berharap kejadian yang menimpa saya ini 
tidak terjadi lagi kepada pelanggan-pelanggan SOLARIA yang lain dan semoga 
SOLARIA bisa lebih "jantan" dalam menjalankan bisnisnya. 



        Salam,

        Andreas Setiarama

        [EMAIL PROTECTED] 

        [EMAIL PROTECTED] 






      -- 
      "I wish you enough sun to keep your attitude bright..." 







   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.488 / Virus Database: 269.13.30/1030 - Release Date: 25/09/2007 
8:02

Kirim email ke