Saya berpendapat, mengenai Fatwa MUI. 1. Apakah merokok Itu Haram? Didalam Islam kita wajib untuk menjaga apa yang diberikan/dititipkan oleh Allah pada kita dan itu merupakan perintah dari Allah, termasuh tubuh kita adalah milik Allah, tindakan merusak atau dengan sengaja mencelakai diri kita termasuk hal yang di larang oleh agama.
Kalau dilihat dari sisi kesehatan, merokok tidak baik untuk kesehatan, karena dgn merokok berarti kita meracuni tubuh.... dan akibatnya akan fatal bagi kesehatan, sudah banyak korban karena merokok.. Mungkin inilah yang menjadi dasar mengapa fatwa MUI mengenai merokok haram dikeluarkan. 2. Apakah Golput itu haram? Didalam Islam, apabila dalam kondisi perang dan kita sebagai muslim melarikan diri/tidak ikut berjuang/lepas tangan tidak mau ikut campur, Allah akan melaknat dan kita disamakan dengan penghianat dan termasuk dosa besar dalam Islam. Pemilihan umum sama halnya dengan memperjuangankan negara ini. yaitu dengan ikut serta memilih pemimpin yang dapat membimbing bangsa ini menuju yang lebih baik.... Bayangkan kalau pemerintah tidak bertindak tegas terhadap golput dan kemudian rakyat indonesia sudah tidak perduli dengan pemilu, karena masalah politik, kesibukan, ketidak perdulian, maka akan dikemanakan bangsa kita ini, siapa yang akan memilih pemimpin kalau bukan rakyatnya? dan memilih pemimpin merupakan suatu bentuk kelanjutan dari perjuangan para pahlawan kita yang telah gugur, kita sebagai penerus hanya berjuang dengan pemilu tanpa harus dengan darah kita, saya rasa hal ini adalah salah satu yang mendasari mengapa fatwa MUI mengenai Golput di haramkan. Mohon maaf ini hanya sekedar masukan, tidak ada niat saya untuk memojokan/menyinggung siapapun... Wassalam, Deddy 2009/2/4 bobysuprijadi <[email protected]>: > Pertanyaan pertanyaan Anda memang sangat perlu dijawab, tapi mungkin > pertanyaan saya lebih kena dan perlu dijawab pula: > > Apakah Tuhan menunjuk ulama ulama tsb untuk menentukan haram dan > halal, baik untuk makanan dan bukan makanan? > > -- In [email protected], "Nurkhotim" <nurkho...@...> wrote: >> >> Apakah jumlah 700 Ulama pasti menjamin semua Fatwa yang dikeluarkan > mesti >> benar !?? >> >> Apakah ulama yang belajar lebih banyak dari Mas Hari Subagya itu mesti >> pinter !? paling pinter !? dan paling bener !?? >> >> >> >> Apakah 700 orang ulama itu 'pasti' berdebat sengit semua pada saat > Ijtima, >> apakah tidak ada yang tidur,.. seorang pun !? ada yang tahu > persis,.. !?? >> >> Apakah fatwa itu muncul karena yang mendukung itu berjumlah 351 > orang (!??) >> >> Menghormati MUI,.. bagus,.. dan memang kita harus menghormati orang >> lain,..!! Setuju !! >> >> >> >> Namun,.. pada saat sebuah lembaga menjadi sorotan dan sumber >> fatwa,.dihormati,. apakah tidak perlu dikontrol,..!?? >> >> >> >> Ulama juga manusia,. tapi bukan Nabi,.bukan Rosul,. bukan MAKSUM,..!!! >> >> Artinya !?? mereka bisa juga salah,.. Sekecil apapun itu,.. salah tetap >> salah,..!!! apalagi berbicara mengenai FATWA,..!! >> >> >> >> Wassalam >> >> Nurkhotim >> > >
