tambah rame aja ini artikel..mbok sudah..la wong mau nyoblos mau tidak kan yo 
terserah sampeyan kabeh..yang penting fatwa itu kita hormati,terserah diri kita 
mau mau melaksanakannya atau tidak,wong dosa ya yang nanggung kita 
sendiri..gitu aja kok repot..buang2 energi

--- Pada Rab, 4/2/09, bobysuprijadi <[email protected]> menulis:

Dari: bobysuprijadi <[email protected]>
Topik: Sabar dan hati hati....Re: [Bicara] GOLPUT HARAM?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 4 Februari, 2009, 1:19 PM






Pertanyaan pertanyaan Anda memang sangat perlu dijawab, tapi mungkin
pertanyaan saya lebih kena dan perlu dijawab pula:

Apakah Tuhan menunjuk ulama ulama tsb untuk menentukan haram dan
halal, baik untuk makanan dan bukan makanan?

-- In bic...@yahoogroups. com, "Nurkhotim" <nurkho...@. ..> wrote:
>
> Apakah jumlah 700 Ulama pasti menjamin semua Fatwa yang dikeluarkan
mesti
> benar !??
> 
> Apakah ulama yang belajar lebih banyak dari Mas Hari Subagya itu mesti
> pinter !? paling pinter !? dan paling bener !??
> 
> 
> 
> Apakah 700 orang ulama itu 'pasti' berdebat sengit semua pada saat
Ijtima,
> apakah tidak ada yang tidur,.. seorang pun !? ada yang tahu
persis,.. !??
> 
> Apakah fatwa itu muncul karena yang mendukung itu berjumlah 351
orang (!??)
> 
> Menghormati MUI,.. bagus,.. dan memang kita harus menghormati orang
> lain,..!! Setuju !!
> 
> 
> 
> Namun,.. pada saat sebuah lembaga menjadi sorotan dan sumber
> fatwa,.dihormati, . apakah tidak perlu dikontrol,.. !??
> 
> 
> 
> Ulama juga manusia,. tapi bukan Nabi,.bukan Rosul,. bukan MAKSUM,..!!!
> 
> Artinya !?? mereka bisa juga salah,.. Sekecil apapun itu,.. salah tetap
> salah,..!!! apalagi berbicara mengenai FATWA,..!!
> 
> 
> 
> Wassalam
> 
> Nurkhotim
>

















      Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/

Kirim email ke