Sekuntum teratai buat rekan Surya dan semuanya, para calon Buddha,

Sebelumnya saya ingatkan, kita cuman tukar pikiran.  Kita sama2 Buddhis.
Saya sendiri sadar, pengetahuan, intelektual saya pas2an. Pengetahuan
tentang Mahayana, hampir nol, itu membuat saya tidak berani menilainya. Jadi
mohon penjelasan dan pelurusan rekan2 di sini. Semoga kita semua bisa
bertukar pikiran
dengan sehat. Positive thinkinglah pada sesama Buddhis.
(Tapi kalau 'masakan' saya terasa pedas, itu bukan karena saya sengaja MILIH
lombok, tapi baru sedemikian kemampuan saya. Maaf dan mohon maklum.^_^)

Bodhimanggala:
> Hehehe, saya jawab singkat dulu ya....
> bosen soalnya tulis soal ini melulu

Wijaya:

He he he, let's make it VERY-VERY membosankan, sehingga ngga ada yang
tertarik menarik-narik ke arah ini lagi. Apalagi
membaca dugaan rekan Daniel tentang siapa rekan Flyaway, semoga thread ini
memberi hikmah bagi kita Umat Buddha, bahwa mari kita kurangi sentimen antar
sekte, dari diri kita sendiri. Usahakan jangan buru-buru menilai ajaran
sekte lain. Saya rasa, cara yang paling efektif adalah dengan memahami
permasalahan yang ada. Di OPERASI, DIBEBERKAN. Dilihat apa adanya. Sakit?
Memang, kalau mau sembuh. Bukan sekedar berdiam diri, tapi dalam hati masih
penuh punya unek-unek, pertanyaan.

Saya sendiri juga malas. Tapi silahkan teliti, cukup sering, satu masalah
ditarik ke Klaim kemoernian Theravada. Lanjut berkisah nostal'gila' ke
Thailand. ^_^
Dikit2, ditarik ke sana. Kalau tidak ada yang menjerit, nanti ini jadi
kebiasaan dan budaya
milis kita. Dan, rekan Theravada akan merasa tidak nyaman, akhirnya out,
MENDUGA milis INI BUKAN BUAT MEREKA. Apa ini mau kita semua di sini?

Coba kita pilah, mana Klaim ajaran Theravada--atau sekte, agama, manapun--,
mana klaim pribadi sekelompok umatnya. Jangan klaim sebagian Umat digebyah
uyah dengan menyindir seluruh umatnya. Ini yang jelek. Saya, kita coba
belajar tidak mengeneralisir.


Bodhimanggala:
> 1. Theravada tidak sama dengan Hinayana. Ajaran hinayana adalah
> subset dari ajaran Theravada. CMIIW

Wijaya:
Theravada tidak mengenal istilah Hinayana. Istilah itu BUATAN Mahayana, jadi
apa makna sesungguhnya, tentu terserah Mahayanis sendiri yang menentukan.
Bebas.

Cuma, saya rasa istilah Hinayana, masih kacau, apakah istilah itu untuk
membedakan AJARAN, SEMANGAT, LAKU atau Nama KELOMPOK/sekte. Kadang Anda
menyatakan itu SEMANGAT, kadang Anda menunjuk pada Ajaran Theravada.
Sekarang Anda menyatakan SEBAGIAN ajaran Theravada( yg jadi fondasi).
kacau, kan? Kalau Anda sekarang tegaskan itu (HINAYANA) adalah SEMANGAT,
logikanya istilah itu tidak patut buat menunjuk satu kelompok. Kecuali Anda
berani pastikan semua Mahayanis semua bersemanagat Mahayana, bukan sekedar
nunut hidup, atau maksud lainnya. Tentu ini mustahil.


Bodhimanggala:
> 2. Kalo tidak salah, pada saat Mahayana timbul, ajaran Buddhisme (e.g
> HInayana) sudah banyak yg terkorupsi, sehingga muncul gerakan
> Mahayana. CMIIW

Wijaya:
TIMBUL, MUNCUL dari mana tuch? ^_^ Dari lautan? hi hi
Apakah Anda mau menyatakan Mahayana muncul dari Hinayana? Bahwa Mahayana
adalah
perkembangan, PENYEMPURNAAN dari Hinayana? Hati2 dan coba lebih tegas.


Bodhimanggala:
> 3. Ajaran theravada maupun hinayana sendiri adalah ajaran yg lengkap,
> yg bisa mengantar seorang makhluk mencapai pencerahan, i.e. Arahat.
> Dalai Lama sendiri sering menyatakan hal ini.

Wijaya:
Jangan NGIBUL sesama Buddhis. Adalah Hak masing-masing sekte atau agama
(apapun) mengklaim apapun. Sah. Ngga usah malu2 kucinglah. Tapi apakah klaim
itu masuk akal atau tidak, selaras atau kontradiksi dengan bagian ajaran
lainnya, nggak?

'LENGKAP' artinya ajaran tersebut mampu membawa ke: ALAM MANUSIA, SURGA,
BRAHMA, ARAHAT, SAMMASAMBUDDHA. Bahkan ke ALAM SETAN, ditunjukkan juga
jalannya.

Nah, apakah rekan Surya mau meluruskan, atau malah memperkuat pernyataan
Anda dengan alasan?

Coba lebih tegas, apakah Theravada mampu juga menghantar ke
Sammasambuddha? Ataukah Anda sependapat dengan postingan rekan AD yang saya
posting sebelumnya di sini? Bahwa Arahat, kesuciannya dibawah Bodhisatva.

Saya rasa kita masih simpang siur soal istilah Hinayana. Apakah itu  AJARAN,
SEBAGIAN AJARAN, SEMANGAT atau NAMA KELOMPOK.


Bodhimanggala:
> 4. Ajaran Hinayana adalah fondasi bagi mereka yg mau praktik Mahayana
> dan juga Vajrayana.
> Praktisi Mahayana 'hanya' mengambil bagian dari ajaran Theravada,
> karena tujuan mereka bukan utk jadi Arahat, tapi jadi Samma Sambuddha.

Wijaya:
Nah, Anda sekarang menyatakan:"'hanya' mengambil BAGIAN dari Ajaran
Theravada". Ini saja sudah beda maknanya dengan pernyataan sebelumnya.

Ajaran A menjadi fondasi =/= SEBAGIAN ajaran A menjadi Fondasi.

Lalu menurut Anda, SISA bagian ajaran Theravada, yang TIDAK DIAMBIL itu,
apakah tidak bisa menghantar ke Sammasambuddha? Sinkronkan dengan pernyataan
Anda di point 3.


Bodhimanggala:
> 5. Sebenernya, yg 'direndahkan'oleh kaum mahayanist adalah 'Semangat
> HInayana" bukan ajarannya sendiri. Selama saya belajar Mahayana dari
> para Guru Besar Tibetan, tidak ada tuh satu pun yg melecehkan AJARAN
> Hinayana. Namun mereka tidak mendukung SEMANGAT Hinayana. Perhatikan
> itu adalah 2 hal yg berbeda!, antara Ajaran dan SEMANGAT.
> Mungkin perlu saya definisikan apa itu semangat 'HInayana'
> yaitu: berusaha untuk mencapai pembebasan pribadi saja. titik.(tapi
> tentu saja hal ini tidak salah, hak orang donk)
>
> semangat mahayana : belajar dan praktik dharma, agar jadi
> sammasambuddha, supaya dapat menolong sebanyak mungkin makhluk.
>
> Dari statement di atas, apakah berarti semangat hinayana itu adalh
> sesuatu yg salah atau egois???
>  mungkin hanya 'kurang lengkap'
> karena bagaimana mungkin seseorang yg egois akan dapat mencapai
> Nibbana?

Wijaya:
Coba baca email saya yang sesudah email yg Anda tanggapi ini (15 Mei juga).
Bahwa,
MUNGKIN, HInayana_Mahayna SEMULA untuk membedakan LAKU (semangat, istilah
Anda) pribadi masing-masing umat Buddha, tapi kemudian DIJADIKAN NAMA
KELOMPOK.  Kelompokku adalah Maha, kelompok lain Hina. Dipelintir. Maaf, ini
dugaan saya saja.

Mayoritas, kita memberhalakan kelompok, ajaran sekte, agama-ku. Tapi apakah
pemberhalaan, peninggian, KLAIM tersebut benar atau tidak? Masuk akal,
nggak? Sinkron atau kontradiksi-kah  dengan ajaran lain di sekte tersebut.


Surya:
>Kalo anda bilang melecehkan,
>ada temen yg bilang, lah, ini malah
> menghargai donk. well, tiap orang
>punya opini yg berbeda kan?
-----------
>'HInayana'
> yaitu: berusaha untuk mencapai pembebasan
>pribadi saja. titik.(tapi
> tentu saja hal ini tidak salah, hak orang donk)

Wijaya:
Semua orang bebas beropini. Sah-sah aja.
Tapi opini itu tidak selalu benar, dan logis.
Penilaian seorang tergantung level kesadaran masing2 individu.

Tapi kita harus hati-hati, karena kadang kita bermaksud
MENGAGUNGKAN/MENGANGKAT satu sisi, tapi TIDAK SADAR kita sudah
merendahkan sisi yang lain.

Contoh biar jelas, ya.
Buddha tidak MENGAKU sebagai Utusan Tuhan Pencipta; AjaranNya hanya ajaran
manusia. Kelihatannya ini memang KURANG HEBAT dibanding pengakuan nabi lain,
yang
mengaku dapat wahyu Tuhan Pencipta atau bahkan Inkarnasi Tuhan Pencipta.
Memang bisa aja di 'bohong putihkan', dengan menyatakan Buddha itu
sesungguhnya reinkarnasi Tuhan, Avatara. Tentu ini akan membuat lebih
gampang memBuddhiskan orang.

Tapi, saya sebagai Buddhis TIDAK MAU MENGANGKAT, MENGAGUNGKAN
Buddha jadi demikian. Karena dengan mengangkat sisi itu, memang tampak
menjadi
lebih agung, lebih mulia, lebih mudah menarik umat, tapiiiiiii sikap ini
membuat ajaran lain
mesti dikorbankan. Timbul kontradiksi dengan ajaran Sang Buddha di bagian
lain. Antara sisi ajaran yang satu dengan sisi ajaran yang lain ada
kontradiksi. MUNGKIN,
kontradiksi itu kemudian diakalin lagi, agar bisa memuaskan intelektual
umatnya. Akhirnya setelah turun temurun, jadi salah kaprah.

Itu cuman pendapat pribadi saya.

Coba renungkan sejenak:
Saya belum tahu bagaimana Anda (dan Mahayanis) memandang Buddha Gotama.
Apakah menurut pandangan Mahayana Buddha Gotama termasuk penempuh
Hinayana atau Mahayana?


Bodhimanggala:
> ps: semua tulisan saya di atas adalah TEORI semata. saya tidak tahu
> apa itu benar atau tidak. So what gitu lho  :-p


Wijaya:
Buat rekan milis semua:
Respon saya hanya sebagai penyeimbang. Karena sudah terlalu sering masalah
diseret ke klaim kemoernian ajaran(Maaf, saya bukan menunjuk rekan Surya.)
Lain kali kalau ada rekan Theravada atau siapapun DIANGGAP menyerang,
silahkan menyerang pendapat PRIBADI tersebut, jangan menyeret-nyeret
sektenya. Sekedar masukan dan usul saja. Saya ANGGAP itu
guyonan, tapi kalau berkali-kali, tanpa ada yang membantah, kasihan
Theravadin yang baru belajar, ia pikir itu memang benar.


Bodhimanggala:
> mudah2 an cukup menjawab pertanyaan anda
> kalo belum puas, ya silakan kita diskusi lagi...
> tapi sabar ya, minggu dpn, saya dalam masa peralihan tempat kerja,
> jadi agak sibuk.

Wijaya:
Buat rekan Mahayana dan Vajra:
Diskusi ini sekedar ngisi waktu luang, ngilangin stress,
daripada--katakanlah--mikirin togel. ^_^

Kalau boleh, saya ingin tahu soal,"Apakah menurut pandangan Mahayana, Buddha
Gotama termasuk penempuh Hinayana atau Mahayana?"
Alasannya?

Ingat ya rekan Surya dan rekan Semua, ini cuman beda pendapat, bukan adu
emosi atau ada permusuhan. Just TUKAR PENDAPAT dan INFORMASI. benar atau
tidak, kita sama-sama tidak tahu, so .... be cooooooooolllllll. Kita cuman
rebutan Tulang. ^_^
Semoga tidak  ada rekan lain masuk dengan emosi,
setelah membaca tulisan saya.


Salam metta,
Wijaya




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke